KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Hancurnya Keluarga Yustaf.


__ADS_3

Satu bulan setelah kepergian Marisha, selama itu pun Elena mencari bukti-bukti bahwa Marisha memang sengaja dicelakai, bukan murni kecelakaan.


Setengah bukti memang sudah didapatkan Elena, hanya saja Elena perlu memastikan benar orang tersebut atau bukan dalang yang sebenarnya dibalik kecelakaan ibunya.


Walaupun Elena terlihat kuat dan tegar diluar namun didalam Elena sangat rapuh dan sering menangis. Lucas sempat mencurigai Elena namun ia tetep percaya bahwa Elena mampu menghadapi semua keadaan.


"El, apakah hari ini kamu pergi kekantor?" tanya Lucas.


"Iya, Kak! kalau Kak Lucas apakah akan kekantor." jawab Elena disertai pertanyaan.


"Tidak! hari ini aku ada urusan." jawab Lucas.


"Oh!" ucap Elena.


"Pasti mau bertemu dengan wanita itu lagi(Zoya)." batin Elena.


Setelah Elena dan Lucas selesai sarapan mereka langsung melakukan aktivitas masing-masing. Sebenarnya Lucas ada urusan bukan untuk bertemu Zoya melainkan bertemu dengan tuan Yustaf kakek Elena.


Lucas dan Yustaf melakukan pertemuan secara rahasia dan tertutup, karena tuan Yustaf tau bahwa keluarganya terus dimata-matai oleh seseorang. Setelah pertemuan mereka selesai Lucas segera kembali kerumah pribadinya.


Saat dalam perjalanan pulang Lucas melihat toko kue dipinggir jalan, ia teringat bahwa Elena sangat menyukai kue coklat, ia berniat membelikan kue untuk Elena.


"Oh! bukankan itu toko kue yang sangat disukai Elena, aku akan mampir dan membelikan beberapa untuk Elena." gumam Lucas.


Saat Lucas memasuki toko tersebut ia dikagetkan dengan sosok yang sangat akbrab dengannya.


"Hai Luc! kamu disini juga?" tanya Zoya.



"Zo...Zoya! kamu disini sama siapa?" bukanya menjawab Lucas malah bertanya kepada Zoya.


"Aku disini menunggu kakak ku!" bohong Zoya.


"Oh, baiklah!" jawab Lucas.


Lucas terus berjalan kearah penjual kue tersebut untuk memesankan Elena kue kesukaannya, tanpa duduk terlebih dulu dengan Zoya.


Setelah pesanan Lucas siap ia berniat langsung pulang kerumah dan memberikan kue tersebut untuk Elena, seolah tersihir Lucas sama sekali tidak mementingkan Zoya lagi.


"Luc tunggu!" ucap Zoya seraya menarik tangan Lucas.


Lucas reflek langsung melepas tangan Zoya dari pergelangan tangannya, karena Lucas sudah tidak terbiasa dengan sentuhan yang asing baginya.


"Oh! ma...maafkan aku, aku tidak sengaja." ucap Lucas.


"Tidak apa-apa." ucap Zoya disertai senyum getir.


"Ada apa lagi Zoy?" tanya Lucas.


"Kita sudah disini, tidakkah kamu mau duduk dan menemaniku dulu." ucap Zoya.

__ADS_1


"Maafkan aku Zoy, tapi saat ini Elena pasti sudah pulang kerja jadi aku mau memberikan kue kesukaannya." ucap Lucas.


"Oh ,begitukah! apakah tidak bisa hanya sebentar?" tanya Zoya.


"Maaf Zoy, sepertinya lain waktu saja ya! aku permisi dulu." jawab Lucas sambil berlalu pergi.


Dalam perjalanan pulang Lucas selalu tersenyum sambari memikirkan betapa senangnya Elena saat menerima kue nanti. Karena Lucas melihat akhir-akhir ini Elena tidak berselera makan karena masih sedih.


Sedangkan dirumah pribadi Lucas, kini Elena sudah pulang dan berniat langsung ke kamar.


"Non El, apa non tidak mau makan malam dulu?" tanya bik Mei.


"Tidak bik aku ingin istirahat saja, apakah Kak Lucas belum pulang?" tanya Elena.


Saat Mei ingin menjawab pertanyaan Elena, terdengar suara mobil didepan rumah yang menandakan Lucas sudah pulang.


"Sepertinya tuan Lucas baru kembali." ucap bibi Mei.


"Sepertinya juga begitu bik." ucap Elena sambil meminum air dari meja makan.


Lucas pun bergegas masuk kedalam rumah, ia langsung mencari keberadaan Elena, saat Lucas melihat Elena berdiri dimeja makan Lucas langsung menghampirinya.


"Ini ada kue untukmu!" ucap Lucas sambil menyerahkan kotak berisi kue coklat kesukaan Elena.




"Iya, itu untukmu! aku ingat kamu menyukainya." ucap Lucas.


Lucas sudah mengira Elena akan senang, tapi ia tak menyangkan espresi wajahnya akan semenggemaskan itu, jika Lucas tidak menahan diri mungkin saat ini ia sudah memeluk dan mencubit pipi Elena.


"Duduk dan makanlah pelan-pelan." ucap Lucas sambil mengelus pucuk kepala Elena.


"Baiklah! Oh ya, memangnya Kak Lucas dari mana sampai membeli kue ini?" tanya Elena.


"Aku tadi menemui orang penting." jawab Lucas.


"Pasti dia kan!" ucap Elena.


"Dia? dia siapa maksud kamu? tanya Lucas.


"Siapa lagi kalau bukan pujaan hati Kak Lucas, si Zoya." jawab Elena.


"Hahaha! aku bertemu orang penting tapi bukan Zoya, apa kamu cemburu jika aku bertemu denganya?" goda Lucas.


"Uhuk,uhuk! si...siapa yang cemburu aku cuma bertanya saja." ucap Elena mengelak.


Mereka berdua berbincang sampai larut malam, Lucas senang karena Elena sudah bisa sedikit tersenyum kembali. Setelah mereka berbincang cukup lama mereka kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat.


Pagi hari saat Elena dan Lucas akan berangkat berkerja.

__ADS_1


"El, aku akan mebgantarmu dulu, baru setelah itu aku akan berangkat." ucap Lucas.


"Baiklah Kak!" ucap Elena tersenyum manis.


...****...


Siang hari dikantor tempat Elena berkerja.


Elena tiba-tiba mendapat panggilan dari Yunus yang mengatakan bahwa kediaman Yustaf serta kelompok King Knight sedang diserang bahkan Yunus kehilangan tuan Yustaf.


Dengan pikiran campur aduk Elena tidak bisa berpikir jernih lagi, ia berlari keluar kantor tanpa pikir panjang, sedangkan Lucas yang juga sudah mendengar kabar berita tersebut langsung datang ketempat Elena berada.


"El tunggu, El, Elena!" teriak Lucas.



"Tenanglah sadarkan dirimu, kita tidak bisa bertindak gegabah, itu akan semakin menguntungkan lawan kita El." ucap Lucas.


"Ta...Tapi Kak, bagaimana ini Kakek menghilang bagaimana jika terjadi sesuatu pada beliau, bahkan uncle Yunus tidak menemukannya Kak, bagaimana aku bisa tenang." ucap Elena berlibang air mata.


"Tenanglah dulu, aku akan mengantarmu ketempat uncle Yunus." ucap Lucas.


Mereka berdua pun menuju ketempat persembunyian Yunus. Setelah mereka tiba ditempat Yunus, Elena bergegas mencari keberadaanya.


"Uncle, uncle, uncle Yunus!" teriak Elena mencari Yunus.


"El, uncle disini!" ucap Yunus yang terluka.


"Uncle! apa yang terjadi dimana kakek? bukankah uncle tidak pernah meninggalkan kakek sendiri." pertanyaan berturut-turut dilontarkan Elena.


"El, ada penghianat dikediaman Yustaf, saat kita semua lengah kelompok Black Devil menyerang ke kediaman Yustaf serta menyerang markas King Knight, semuanya sudah tewas El, hanya beberapa yang bisa melarikan diri, bahkan aku kehilangan kakekmu!" ucap Yunus menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Siapa? siapa penghianat itu uncle, siap yang tega melakukan itu kepada kita, bahkan kakek tidak dikehatui keadaannya." ucap Elena disela isak tangisnya.


"Uncle juga tidak tahu siapa penghianatnya, itu masih belum diketahui El!" ucap Yunus sambil menahan rasa sakitnya.


"El! kita harus membawa uncle Yunus kerumah sakit dulu, sepertinya keadaanya tidak terlihat baik." ucap Lucas.


"Ba...baiklah! kita bisa bertanya lagi setelah uncle Yunus lebih baik." ucap Elena.


Dalam perjalanan membawa Yunus kerumah sakit Elena terlihat menghubungi Sean, ia menyuruh Sean menyelidiki siapa pengianat yang menyebabkan keluarganya menjadi hancur dan juga menyuruh Sean mencari keberadaan Yustaf.


Elena sangat terpukul, kurang lebih baru satu bulan kepergian mamanya, kini ia harus menderita karena kehancuran keluarganya, bahkan anggota keluarga satu-satunya yang ia miliki tidak diketahui keberadaanya. Entah baik-baik saja atau malah sudah pergi meninggalkannya.


.


.


.


Mohon tinggalkan jejak, like,coment,vote,rate dan favoritkan juga ya

__ADS_1


Terimakasih yang sudah setia membaca Kisah Elena 😊😊😉😉


__ADS_2