KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Perjanjian Pra Nikah


__ADS_3

Tiba waktunya Elena dan Lucas bertemu untuk membicarakan perjanjian yang akan mereka sepakati baik Elena mau pun Lucas sudah siap dengan permintaan masing-masing, namun sayangnya Elena mau pun Lucas tidak mempunyai kontak satu sama lain.


" Sial, bagaimana aku bisa lupa meminta nomernya " gumam Lucas.


Pada akhirnya Lucas mencari Kristina untuk bertanya apakah mamanya mempunyai nomer Elena.


"Ma, mama " panggil Lucas.


" Mama dibawah sayang " teriak Kristina dari dapur.


Lucas pun segera mencari mamanya ke dapur,ia menuruni tangga sambil memikirkan kata yang tepat untuk bertanya kepada mamanya.


"Mmm, ma "


" Iya, sayang "


" Mau tanya dong ma "


" Iya, mau tanya apa "


" Mama...emm..."


Walaupun Lucas sudah menyusun kalimat yang akan ia tanyakan kepada mamanya, namun hasilnya Lucas masih tetap ragu dan malu-malu.


"Ada apa sih sayang, biasanya kalau kamu mau tanya mama juga langsung pada intinya kan, kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya"


"Itu ma, mama punya nomer kontak, wanita itu tidak "


" Wanita itu, siapa maksud kamu "


" Siapa lagi ma, kalau bukan wanita yang mama jodohkan sama Lucas"


" Oh, Elena maksud kamu "


"Iya, siapa lagi ma "


" Tapi sayangnya mama tidak punya tuh, nomer kontaknya, memangnya ada perlu apa kamu sama Elena"


"Ya tidak ada yang penting sih ma, cuma ingin mengenal lebih dekat saja "


"Kalau begitu kamu ke rumah Elena saja, mudah kan "


Lucas pun berpikir sebentar untuk mencerna perkataan mamanya yang menyuruh Lucas untuk pergi ke kediaman keluarga Yustaf.


Setelah beberapa saat kini Lucas sudah bersiap untuk pergi kerumah Elena. " Ma, Lucas pergi dulu ya " pamit Lucas.


" Iya, hati-hati di jalan Nak " ucap Kristina.


Saat tiba di kediaman keluarga Yustaf, Lucas pun melapor kepada salah satu penjaga, jika ia ingin bertemu Elena lalu penjaga tersebut pun menginformasika kepada tuanya.


Bukanya Elena yang keluar ternyata malah Hendri yang keluar.


" Kenapa kamu kesini " tanya Hendri ketus.


" Aku mau bertemu nona keluarga Yustaf, apakah ada masalah " jawab Lucas tak kalah ketus.


"Memang ada apa kamu ingin bertemu Elena " tanya Hendri lagi.


" Apakah itu penting untukmu, lebih baik kamu panggilkan saja dia " jawab Lucas.

__ADS_1


Elena yang baru keluar dari dalam rumahnya melihat pemandangan dengan aura yang sangat menakutkan, saat melihat Hendri dan Lucas berbicara.


"Ya ampun, ada apa dengan orang-orang ini, kemarin dengan si sialan itu, sekarang dengan bedeb*h satu ini " gumam Elena sambil memegang pelipisnya yang sedikit sakit.


"Hai Kak, tumben masih dirumah Kak Hendri tidak ke kantor " ucap Elena sambil bermanja di lengan Hendri.


"Tadi sudah berangkat, tapi ada berkas penting yang tertinggal jadi aku pulang lagi, apakah kamu mau keluar " tanya Hendri penasaran dengan lembut sambil mengusap pucuk rambut Elena.


"Huh, itukah yang disebut dengan Kakak beradik, jelas sekali mereka terlihat seperti kekasih " gumam Lucas.


"Aku ada urusan sebentar Kak sama orang itu " ucap Elena.


" Apakah mau kPKakak temani, atau di temani Vico " tawar Hendri.


"Tidak usah Kak ,aku cuma pergi sebentar saja kok " jawab Elena.


" Baiklah kamu hati-hati ya, jika ada apa-apa segera hubungi Kakak " ucap Hendri.


" Baik kak " ucap Elena.


Lucas yang melihat tingkah Elena dan Hendri menjadi sangat muak, karna baginya saudara tidak akan mempunyai tatapan seperti Hendri saat menatap Elena.


" Apakah kalian sudah selesai, bisakan kita berangkat sekarang " ucap Lucas.


" Oke, oke kita berangkat sekarang " ucap Elena sinis.


"Kak, Elena pergi dulu ya " pamit Elena.


"Kamu hati-hati dijalan ya " ucap Hendri.


" Huh, ternyata dia bisa lemah lembut juga, jika aku yang bertanya kenapa dia selalu dingin dan sinis " gumam Lucas.


Setibanya mereka di tempat tujuan, Elena terpesona akan keindahan yang ia lihat, tanpa sadar ia tersenyum bahagia, ia lupa jika sekarang ia bersama Lucas bukan Hendri.


" Kak Hendri lihatlah pemandanganya sangat indah " ucap Elena bahagia.


Elena menoleh ke arah Lucas sambil tersenyum bahagia, ia pun terkejut saat melihat Lucas dan bukanya Hendri, ia pun dengan segera mengubah espresi wajahnya menjadi dingin dan cuek kembali.


" *A****staga aku lupa jika aku keluar dengan bedeb*h ini dan bukanya sama Kak Hendri*** " batin Elena.


Lucas yang melihat wajah Elena saat tersenyum bahagia sedikit terpesona akan kecantikan Elena, ia tak menyangka jika Elena tersenyum akan terlihat sangat cantik.


Lucas pun mengalihkan pandanganya saat mata mereka saling bertemu, untung saja Lucas memakai kaca mata hitam jadi Elena tidak akan tahu jika mata mereka saling bertemu.


" *H**uff*, untung aku memakai kaca mata hitam,jadi dia tidak akan sadar jika mata kita tadi saling bertemu " batin Lucas.


" Ehem, ehem, baiklah kita langsung pada intinya saja " ucap Elena disertai deheman.


" Baiklah kita mulai pembicaraanya " ucap Lucas.


Mereka saling menyerahkan kertas putih yang mereka tulis dengan syarat-syarat dan isi perjanjian, mereka saling membaca dengan seksama dan teliti.


Syarat dari Lucas.


Pertama : Tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing.


Kedua : Tidak boleh mempunyai perasaan pribadi.


Ketiga : Tidak boleh saling melarang dalam urusan pribadi.

__ADS_1


Ke empat: Pernikahan harus tetap dirahasiakan dari orang luar.


Syarat dari Elena.


Pertama : Harus tinggal terpisah dari kedua keluarga.


Kedua : Tidak boleh melakukan kontak fisik.


Ketiga : Tidak boleh mengganggu aktifitas pribadi satu sama lain.


Ke empat : Menjadi orang asing jika hanya berdua, dan memerankan suami istri jika di depan keluarga.


" Apakah ada tambahan lain lagi " ucap Lucas.


" Entahlah, untuk sementara ini ku rasa cukup, jika ada tambahan lain lagi maka akan kita diskusikan lagi " ucap Elena.


" Baiklah berarti kita menyetujui syarat ini, kalau begitu mari saling tanda tangan " ucap Lucas.


"Baiklah mari selesaikan ini dengan cepat " ucap Elena.


Elena dan Lucas menandatangani surat perjanjian pra nikah mereka, setelah itu Elena meminta Lucas mengantarnya kesuatu tempat, karna bagi Elena ini adalah kesempatan ia bisa keluar.


" Antarkan aku kesuatu tempat " ucap Elena.


" Memangnya mau kemana " tanya Lucas.


" Aku rasa tadi kita sudah menandatangani surat perjanjian, kenapa kamu harus peduli " ucap Elena sinis.


" Aku hanya bertanya " ucap Lucas dingin.


" Lebih baik hilangkan kebiasaan bertanyamu itu " ucap Elena tak kalah dingin.


Pada akhirnya Elena diantar Lucas ke tempat tujuan yang ingin Elena kunjungi, sesampainya di depan Gang Elena menyuruh Lucas untuk pulang.


"Sekarang pulanglah, kita tidak ada urusan penting lagi jadi lebih baik berpisah disini " ucap Elena.


"Kamu mengusirku , lalu bagaimana kamu pulang nanti " tanya Lucas.


" Itu urusanku, kamu lebih baik urusi saja urusanmu sendiri " jawab Elena.


" Terserah padamu, aku tidak peduli " ucap Lucas.


"Ya sudah pergi sana " ucap Elena.


Lucas pun meninggalkan Elena di sebuah Gang sendirian,ia berpikir apa yang bisa Nona muda keluarga Yustaf dengan kepribadian manja dan lemah itu bisa lakukan paling sebentar lagi ia akan meminta bantuan kepada Kakak dan bodyguardnya.


Jadi Lucas dengan tenang meninggalkan Elena karna banyak orang yang siap kapan saja saat di panggil oleh Elena.


" Huh, dasar gadis manja, lemah, paling dirumahnya ia bertingkah seperti putri, ini tidak bisa, itu tidak bisa, lalu kenapa dia meminta tinggal terpisah dari kedua keluarga,apa jangan-jangan dia mau menjadikanku pelayannya, huh, mimpi " gumam Lucas di dalam mobilnya.


.


.


.


.


Tolong like n comentnya ya 🙏🙏😊😊

__ADS_1


terimaksih karena sudah membca novel Kisah Elena , jangan sungkan memberi kritik & saran jika ada yang kurang pas, see you 😉😉


__ADS_2