
Ke esokan paginya, Elena selalu berada didalam kamarnya, ia bahkan tidak turun untuk sarapan pagi bersama Lucas. Saat Lucas hanya makan berdua dengan Zoya bukannya senang Lucas justru merasa khawatir dengan Elena.
Zoya sangat senang kala itu bisa makan berdua dengan Lucas, tidak ada yang mengganggunya untuk mendekati Lucas. Namun Zoya merasa ada yang berbeda dengan Lucas, ia tidak seperti dulu yang selalu mengutamakan Zoya.
"Luc! setelah ini apakah kita bisa keluar bersama?" tanya Zoya.
"Em! maaf Zoy! untuk hari ini mungkin tidak bisa. Aku khawatir jika Elena sedang sakit,karena dia bahkan tidak ikut sarapan bersama." jawab Lucas.
"Dia bukan anak kecil Luc! dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri!" ucap Zoya.
"Tetap saja sudah tanggung jawabku menjaganya! karena dia istriku." ucap Lucas seraya bangkit dari duduknya.
"Apakah kamu serius?" tanya Zoya dengan tidak percaya.
Lucas bahkan tidak mau mendengarkan perkataan Zoya dan tetap pergi menemui Elena.
Tok,tok.
"El!apa kamu sudah bangun? tidakkah kamu ingin makan?" tanya Lucas khawatir.
Elena tetap diam tidak mau menjawab pertanyaan dari Lucas, Elena masih merasa kesal dengan kelakuan Lucas ditambah lagi mendengar perkataan Zoya yang mengatakan jika Lucas tidak bisa mencintai wanita lain karena Zoya adalah pemilik hati Lucas.
Lucas yang tidak mendapat jawaban dari Elena pun memutuskan untuk pergi keluar rumah, ia berpikir untuk membelikan Elena sebuah hadiahsebagai permintaan maaf.
Beberapa saat kemudian Lucas kembali kerumah dengan membawa bunga ditangannya. Ketika Lucas masuk kerumah ada Zoya yang sedang duduk santai menikmati secangkir teh kesukaannya.
"Luc! kamu sudah kembali? apakah itu bunga....! tanya Zoya yang belum sempat terselesaikan.
"Oh! iya ini untuk Elena! sebagai tanda maaf!" ucap Lucas seraya pergi.
Sesampainya Lucas didepan pintu kamar, Lucas tanpa mengetuk pintu langsung masuk kedalam.
"Ini untukmu El! maaf karena sudah lupa janjiku padamu! hem?" ucap Lucas memelas.
"Huh! Dia kira dengan memberi bunga aku akan senang? " batin Elena.
"Baiklah! kak Lucas bisa menaruhnya dimeja!" ucap Elena.
"Apakah itu artinya kamu memaafkanku?" tanya Lucas.
"Aku bukan orang yang pendendam!" jawab Elena.
Lucas belum peka, Elena menerima bunga itu tapi Elena masih sangat kesal dengan Lucas. Saat hendak berbicara denga Elena tiba-tiba Zoya datang dan mengetuk pintu yang tidak tertutup itu.
"Maaf! apa aku mengganggu? aku perlu bicara dengan Lucas!"ucap Zoya lembut.
__ADS_1
"Apa ada hal penting Zoy? apakah kamu merasa sakit?" tanya Lucas terlihat khawatir.
"Em! Tidak aku hanya ingin membicarakan sesuatu!" jawab Zoya.
Lucas pun pergi keluar dengan Zoya untuk membicarakan sesuatu.Elena yang melihat pun menjadi kesal kembali karena jelas Zoya hanya berpura-pura namun Lucas tidak bisa melihatnya dengan jelas.
"El! aku keluar sebentar ya! saat makan malam aku akan memanggilmu." ucap Lucas.
"Terserah!" jawab Elena acuh.
"Huh! apakah aku seekor kucing yang akan datang begitu saja saat dipanggil?" gumam Elena dengan kesal.
Kini Zoya dan Lucas sedang berada diruang keluarga. Zoya dengan wajah lemah lembutnya mulai berakting didepan Lucas.
"Luc! Apakah kamu benar-benar sudah melupakanku?" tanya Zoya.
"Apa maksud kamu Zoy? walaupun kita berpisah tapi kita masih bisa berteman. Dulu aku memang egois memaksa dirimu untuk menikah denganku, sekarang aku sudah menerima semua takdir!" ucap Lucas.
"Apakah kamu mencintainya?"tanya Zoya.
"Entahlah! mungkin iya! tapi aku perlu memastikan perasaanku lagi." jawab Lucas.
Disisi lain saat Lucas dan Zoya sedang berbincang, Elena merasa kesal dan masuk keruang kerja milik Lucas. Elena berniat mencari bukti jika Lucas masih menyimpan kenangannya bersama Zoya.
"Wahh! Ternyata dia menyimpan Wine yang cukup mahal disini!" gumam Elena.
Elena pun mengambil dua botol Wine milik Lucas dan membawanya kembali kekamar.
"Walaupun aku tidak menemukan bukti apapun, setidaknya aku menemukan Wine ini untuk menghilangkan kekesalanku!" gumam Elena yang masuk kekamar.
Elena dengan amarah dihatinya meminum wine tersebut, ia tidak peduli jika seandainya Lucas marah karena Elena mengambil Wine milik Lucas.
Satu botol Wine sudah dihabiskan Elena, bahkan satu botol lagi tinggal setengahnya saja. Disisi lain Lucas yang sudah selesai berbincang dengan Zoya pun berniat memanggil Elena untuk makan malam.
"El! ayo kita turun,bibi Mei sudah menyiapkan makan malam!" ucap Lucas yang membuka pintu.
Betapa terkejutnya Lucas yang melihat Elena meminum Wine bahkan sudah habis satu botol.
"El! apa yang kamu minum? kamu belum makan malam tapi sudah habis satu botol Wine?" tanya Lucas khawatir.
"Diamlah!tidak usah berpura-pura peduli padaku!" oceh Elena yang sudah tidak sadar.
"Kau! urus saja perempuanmu, dan jangan pedulikan aku. Lagi pula aku tidak penting bagimu kan!" ucap Elena tidak sadar.
"El! hentikan, jangan minum lagi. Oke!" pinta Lucas sembari mengambil botol Wine dari tangan Elena.
__ADS_1
"Sudah cukup. Oke! aku minta maaf jika aku bersalah tapi jangan seperti ini! nanti kamu bisa sakit El!" ucap Lucas lagi.
"Huh! aku ingin mandi dan beristirahat!" ucap Elena yang berdiri sempoyongan.
"Tidak usah mandi, langsung istirahat saja agar kamu tidak terkena flu!" ucap Lucas sambil membantu Elena keatas ranjang.
Saat Lucas membantu Elena berbaring, tiba-tiba Elena terbangun dan menarik tangan Lucas.
"Jangan pergi!" ucap Elena.
Dengan pose yang begitu menggoda Elena terus memengan tangan Lucas, agar tidak pergi. Lucas yang melihat penampilan Elena yang begitu mempesona pun tidak tahan jika berlama-lama dengan Elena.
"Aku hanya ingin mengambilkanmu air!" ucap Lucas.
Elena yang tidak mau ditinggalkan oleh Lucas, menarik tangan Lucas hingga tubuh Lucas terjatuh diatas ranjang. Elena tanpa kesadaran pun tiba-tiba langsung menindih tubuh kekar Lucas.
"Aku bilang jangan pergi! itu berarti kamu harus tetap disini!" ucap Elena yang masih dengan posisi menindih tubuh Lucas.
"Baiklah-baiklah! aku tidak akan pergi! kamu bisa turun sekarang." ucap Lucas berusaha menurunkan Elena dari atas tubuhnya.
Bukan masalah Lucas tidak suka terhadap Elena, yang jadi masalah adalah sesuatu yang ada didalam tubuh Lucas yang terbangun. Sedangkan Elena dengan polosnya mengalungkan kedua tangannya dileher Lucas dan mencium bi**r Lucas dengan agresif.
Lucas terkejut dengan tingkah laku Elena sampai-sampai tidak bergerak sama sekali.
"Elena hentikan! jika kamu seperti ini, aku tidak bisa menjamin selanjutnya akan seperti apa!" ucap Lucas.
"Aku tidak peduli!" ucap Elena santai.
Tanpa sadar Elena memcium bi**r Lucas lagi. Dan tanpa disadari keduaya menikmati ciuman tersebut.
"Jangan salahkan aku El! kamu yang meminta ini!" bisik Lucas tepat ditelinga Elena.
Keduanya pun bercu*bu hingga banyak meninggalkan tanda merah disetiap tubuh masing-masing. Malam panjang yang mereka berdua lalui bersama dengan penuh ga*rah seakan malam itu hanya milik mereka berdua.
Lucas sangan menyukai sisi agresif yang dimiliki Elena, setidaknya Lucas mengingat dengan jelas setiap moment malam itu, dan akhirnya Lucas bisa mengeluarkan perasaan yang ia pendam selama berbagi kamar dengan Elena.
Lucas pun tidak perlu mencuri ciuman dari Elena karena kini Lucas bisa menimati sepuasnya.
.
.
.
Jangan Lupa like,coment dan vote juga ya, mohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan. Terimakasih.
__ADS_1