KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Datangnya Sang masa lalu


__ADS_3

Setelah Elena dan Lucas meningap di kediaman orang tua Lucas, mereka pun kembali ke rumah pribadi Lucas.


Sikap Lucas kepada Elena berubah menjadi lembut dah hangat ,tidak seperti dulu yang sangat dingin dan acuh, sebaliknya Elena pun kini bisa mulai menerima Lucas sebagai temanya.


Malam hari setelah Elena dan Lucas makan malam, Lucas pamit kepada Elena akan pergi keluar sebentar menemui Gino.


"El, aku pergi sebentar ya, kamu tidur lah terlebih dulu." ucap Lucas.


"Baiklah hati-hati di jalan ya!" ucap Elena.


Lucas pun pergi mengendarai mobil sport miliknya, sedangkan Elena mengerjakan tugas dari kantor dan menghitung anggaran untuk keperluan anak-anak yang ada di rumah White Angel, yaitu rumah sosial bagi anak-anak didik Elena.


Elena pun mengambil ponsel miliknya dan berniat menghubungi Sean.


"Halo, Sean apa kamu masih memantau keadaan di sana." tanya Elena dari balik sambungan telephon.


"Iya nona, keadaan di sini masih aman." jawab Sean.


"Bagus, lanjutkan pekerjaanmu dan beristirahat lah jika memang keadaan terkendali." ucap Elena.


"Saya mengerti nona!" jawab Sean, lalu mematikan panggilan nya.


Elena masih di sibukan dengan pekerjaanya, sampai-sampai Lucas yang sudah pulang pun Elena tidak menyadarinya, bahkan Lucas yang sedari tadi naik turun tangga pun tidak mengganggu Elena yang sedang sibuk di ruang keluarga mengerjakan pekerjaan nya.


Saat memeriksa Dokumen dari kantornya tiba-tiba anak rambut milik Elena menutupi sebagian wajah cantik Elena karena terlalu fokus.


"Beristirahat lah dulu, kamu terlalu fokus dengan pekerjaan sampai tidak tau kalau waktu sudah sangat larut!" ucap Lucas sambil merapikan anak rambut Elena.


"Iya sebentar lagi, dan terimakasih." ucap Elena tersipu malu.


"Biarkan aku membantumu agar pekerjaanmu cepat selesai dan kamu bisa beristirahat " ucap Lucas sambil tersenyum manis.


"Baiklah jika kamu ingin membantuku, aku tidak akan menolak kesempatan ini " ucap Elena.


"Dengan satu syarat!" ucap Lucas.


"Syarat, syarat apa?" tanya Elena.


"Panggil aku Kak Lucas jangan kamu-kamu terus." jawab Lucas.


"Em, baiklah hanya memanggil saja apa susahnya." ucap Elena.


Mereka pun mengerjakan pekerjaan dan berbincang sambil tertawa ber dua, Lucas pun dengan setia membantu Elena sampai pekerjaan Elena selesai, tentu saja Lucas yang menyelesaikanya sedangkan Elena sudah tertidur sambil terduduk beralaskan kedua tangan di atas meja saking lelahnya.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati Lucas menggendong Elena di depannya ala Bridal Style, sedangkan kepala Elena berada tepat di dada bidang milik Lucas, karena rasa lelah yang melanda Elena, ia pun tidak bangun saat Lucas memindahkanya ke kamar tempat Elena.


"Ternyata kamu sangat manis El saat tertidur, bahkan kamu tidak bangun saat aku pindahkan karena lelah yang kamu rasakan." guman Lucas.


Pagi hari saat Elena dan Lucas bersiap pergi ke kantor, tidak lupa mereka wajib sarapan bersama karena peraturan awal dari Lucas.


"Pagi Kak Lucas." sapa Elena dengan senyum cerianya.


"Pagi El! kenapa hari ini kamu memakai baju santai, apakah hari ini kamu tidak ke kantor?" tanya Lucas yang heran melihat Elena.


"Oh, hari ini aku ada pekerjaan di luar Kak bersama Kak Hendri!" ucap Elena.


"Perlukah aku menenami mu?" ucap Lucas menawarkan diri.


"Kak Lucas kan juga harus berkerja, untuk apa menemaniku yang mendapat tugas di lapangan." ucap Elena.


"Benar juga, hari ini aku ada metting dengan klien penting." ucap Lucas pelan.


Mereka pun berangkat ke kantor setelah sarapan bersama, seperti biasa Sean yang mengantar dan menjemput Elena saat ke kantor.


"Apakah ada pergerakan terbaru dari kelompok Black Devil!" tanya Elena kepada Sean saat di dalam mobil.


"Untuk saat ini belum ada pergerakan apa pun nona!" jawab Sean.


"Baik nona!" ucap Sean.


Saat Elena tiba di kantor sudah ada Hendri yang menunggu Elena di depan kantor.


"Hai El! kamu sudah datang." ucap Hendri.


"Iya Kak, apakah kita akan berangkat sekarang?" ucap Elena.


"Baiklah, lebih cepat kita berangkat lebih baikkan." ucap Hendri sambil mengusap pucuk rambut Elena dengan lembut.


Sepasang mata terus saja mengawasi Elena dan Hendri dari jauh.


"Aku tau bahwa pria itu tidak hanya sekedar menganggap Elena sebagai adik tapi juga menganggap Elena sebagai wanita!" gumam Lucas yang terlihat kesal.


Di tempat lain di mana Gino berada, ia selalu mendapat panggilan dari nomer yang sama beberapa kali, dan benar juga kali ini Gino mendapat panggilan dari nomer yang sama untuk ke sekian kalinya.


"Hai Gi! bagaimana kabarmu?" tanya Seorang wanita dari balik sambungan telephon.


"Hai juga Zoy, kamu tidak perlu basa basi aku tau kamu menelponku untuk menanyakan kabar Lucas kan." ucap Gino kepada Zoya.

__ADS_1


"Apakah kali ini kamu juga tidak mau memberitahukan kabar nya kepadaku Gi!" ucap Zoya dengan nada memelas.


"Zoy, aku sudah bilang lupakan Lucas, semenjak kamu menolaknya satu tahun yang lalu, kalian sudah tidak ada hubungan apa pun lagi." ucap Gino dari balik sambungan telephon.


Memang tidak terasa pernikahan yang Elena dan Lucas jalani tanpa cinta bisa bertahan selama satu tahun, dan akhirnya dengan waktu yang cukup lama mereka bisa menjadi dekat.


"Hanya kali ini saja Gi, kumohon beritahu bagaimana keadaanya sekarang." ucap Zoya memohon.


"Baiklah, hanya kali ini persiapkan dirimu, dan dengarkan baik-baik!" ucap Gino.


"Aku sudah siap mendengarnya Gi!" ucap Zoya.


"Lucas sudah menikah satu tahun yang lalu, dan dia menikah dengan cucu dari sahabat kakeknya Lucas!" ucap Gino menjelaskan kepada Zoya.


"Ap... apa jadi Lucas sudah menikah dan itu satu tahun yang lalu?" ucap Zoya yang terkejut.


Tanpa sengaja ponsel yang digenggam Zoya pun terjatuh karena merasa sangat terkejut, dan pada saat itu Gino yang memanggil-manggil Zoya puntidak mendapat jawaban apapun lalu Gino pun mematikan panggilan dari Zoya.


"Jadi dia sudah berkeluarga, aku tidak percaya, semuanya bohong, aku akan memastikan kabar itu dengan mata kepalaku sendiri." gumam Zoya dengan geram.


Sedangkan Elena yang bekerja langsung di lapangan mendapat panggilan terus menerus dari Lucas.


Lucas pun tidak ada henti nya menanyakan berbagai pertanyaan kepada Elena, seperti apakah Elena sudah makan siang , apakah pekerjaanya lancar, apakah sudah selesai berkerja, sampai-sampai Elena merasa lelah dengan sikap Lucas yang terlalu berlebihan.


"Apakah dia salah minum obat, kenapa hari ini dia menjadi sangat aneh." gumam Elena sedikit kesal kepada Lucas.


Sore hari saat para pekerja bersiap pulang dari kantor, Lucas bersiap-siap untuk menjemput Elena, ia sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan Elena, dan pada saat yang bersamaan Lucas mendapat panggilan dari seseorang.


"Halo, baik aku mengerti, aku akan segera ke sana." ucap Lucas dari balik sambungan telephon dengan raut wajah yang berubah menjadi tidak senang.


Di sisi lain Zoya mumutuskan kembali ke Prancis karena ia ingin memastikan kabar bahwa Lucas sudah menikan itu benat atau cuma kebohongan Gino semata.


"Hai! kamu sudah datang?" sapa Zoya kepada seseorang.


Zoya dengan wajah gembiranya menghampiri seseorang tersebut, ia begitu bahagia bisa menemui orang itu.


.


.


.


Mohon like & coment ya🙏🙏😊 jika berkenan vote, rate n favoritkan juga, terimakasih banyak & see you 😉😉,

__ADS_1


__ADS_2