KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Kekhawatiran Elena.


__ADS_3

Setelah kepergian Elena da Ken, Lucas pun menjadi semakin marah dan kedal. Bisa-bisanya Elena lebih nyaman bersama pria lain dibanding dirinya.


"Kamu dari mana Luc?" tanya Zoya.


Lucas pun hanya diam dan bergelut dengan pemikirannya sendiri, karena Elena masih tidak mengakui kebenarannya.


"Ya-ya ampun! Luc, kamu terluka?" tanya Zoya sambil menegang tangan Lucas.


"Sudahlah! Jangan berlebihan." jawab Lucas dingin.


Lucas pun mengucapkan selamat dan berpamitan kepada tuan Simons. Lalu Lucas pun pergi meninggalkan pesta tersebut tanpa Zoya.


Ke esokan paginya Elena berusaha melupakan apa yang terjadi di pesta apa lagi perlakuan Lucas yang tiba-tiba menciumnya.


"Apa Madona belum kembali?" tanya Elena.


"Belum! Mungkin besok dia baru pulang." kata Ken.


"Oh, baiklah! Lalu Irene, bagaimana?" tanya Elena.


"Dia sudah lebih baik,kamu tenang saja!" jawab Ken.


Elena pun langsung berpamitan untuk pergi ke kantor sendiri.Namun masih ada anak buahnya yang melindunginya diam-diam.


Sesampainya di kantor Elena langsung sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Karena fokus berkerja Elena pun lupa tentang kejadiannya dengan Lucas.


Sementara di tempat Lucas, ia mulai khawatir karena Elena belum juga mengajaknya berdiskusi membahas soal Lucifer. Lucas yang tidak tahan hanya menunggu saja berpikiran untuk pergi ke kantor Elena berdalih membahas soal pekerjaannya.


Tok,tok,tok


"CEO Elsha ada tuan Lucas dari perusahaan Abellard grup." kata sekertaris Elena.


"Untuk apa dia kemari?" batin Elena.


"Baiklah! Biarkan masuk!" perintah Elena.


Setelah Laura mempersilahkan Lucas masuk,tiba-tiba ruangan kerja Elena terasa sangat dingin karena hawa perasaan dari Elena dan Lucas.


"Silahkan di minum tuan!" ucap sekertaris Elena.


"Terimakasih nona Laura!" ucap Lucas.

__ADS_1


"Sama-sama! CEO Elsha saya pamit dulu jika butuh sesuatu anda bisa memanggil saya!" pamit Laura.


Elena hanya mengangguk tanpa berkata, karena di dalam otak Elena penuh dengan rasa khawatir dan juga frustasi.


"Ada apa anda datang kemari? Di jadwal tidak ada janji temu untuk kita hari ini!" tanya Elena dingin.



"Sampai kapan kamu mau terus berpura-pura seperti ini?" tanya Lucas balik.


"Inilah diriku dan aku tidak pernah berpura-pura!" jawab Elena.


"Maksudku,sampai kapan kamu mau menyembunyikan kebenaran bahwa Lucifer adalah anakku!" kata Lucas.



Deg! Jantung Elena kembali merasa sangat sakit bercampur kecewa dan rasa takut, ia sakit hati dan kecewa karena teringat dengan mudahnya ia memilih wanita lain di banding dirinya.


Dan Elena takut jika Lucas mengambil paksa Lucifer. Dengan adanya hasil DNA yang menjadi bukti bahwa Lucas adalah ayah biologis dari Lucifer.


"Lucifer adalah putraku dan hanya aku orang tua yang sah baginya!" ucap Elena.


"Apa kamu tau bahwa Lucifer butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya? Jangan egois dan pikirkan kebahagian Lucifer!" kata Lucas sedikit berteriak.


"Kamu lebih nyaman dengan pria asing itu dari pada dengan suamimu sendiri? Apa kamu bercanda?" tanya Lucas.


"Suami? Siapa? Kamu? Jika kamu merasa menjadi suami seharusnya kamu lebih bertanggung jawab menjaga istrimu bukan wanita lain!" ucap Elena.


Laura pun merasa sedikit khawatir karena terdengan suara-suara keras dan perdebatan di dalam ruangan Elena.


"Aku menyesal El! Sungguh aku sangat menyesal jika aku bisa memutar waktu dan tau akan kehilanganmu,aku pasti tidak akan melepasmu! Ku mohon El, bari satu kesempatan untukku." ucap Lucas sedikit memohon.


"Menyesal? Jika kamu merasa menyesal, kamu tidak akan pernah mau bersama wanita lain dan menggantikan posisiku di hidupmu!" kata Elena.


"Sejujurnya aku sangat kecewa padamu, sampai-sampai aku merasa sangat sesak saat melihatmu! Laura antar tuan Lucas keluar." ucap Elena.


Laura pun terburu-buru masuk dan mempersilahkan Lucas untuk keluar ruangan bersamanya.Sebelum keluar Lucas pun mengatakan sesuatu kepada Elena.


"Pikirkanlah baik-baik, dan jangan membuatku menggunakan cara yang buruk untuk mendapatkan hak ku sebagai orang tua Lucifer!" bisik Lucas.


Seketika tubuh Elena pun menjadi terdiam membeku karena ucapan dari Lucas.Elena pun bertambah frustasi dan memijat keningnya yang sakit,ia juga tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

__ADS_1


...****...


Di sisi lain Zoya merasa bingung dengan sikap Lucas. Sebelumnya sikap Lucas sudah semakin lembut kepadanya, tapi belakangan ini sikap Lucas berubah menjadi dingin.



"Sial! Padahal tinggal sedikit lagi aku bisa bersama Lucas, tapi ada saja halangan yang datang!" gumam Zoya.


"Aku menjadi kepikiran apakah sikap Lucas ada hubungannya dengan wanita yang mirip Elena? Atau sebaiknya wanita itu aku bereskan saja!" ucap Zoya.


"Tenanglah! lebih baik kamu selidiki dulu wanita tersebut, baru setelah itu jika sudah pasti dia pengganggu kita bereskan! Bagaimana?" kata seorang wanita yang bersama Zoya.


"Apakah seperti itu? Kalau begitu aku akan menyuruh salah satu anak buahku untuk menyelidikinya." ucap Zoya.


"Bagus! Ternyata kamu sekarang menjadi lebih pintar ya!" ucap wanita tersebut.


"Aku belajar itu dari kamu, makanya aku bisa seperti ini!" ucap Zoya.


"Hahaha! Aku bangga karena bisa mengajari wanita sepertimu Zoy! Baiklah kita sudahi pertemuan ini, jika sudah pasti kamu bisa menghubungiku dan aku akan membereskan wanita itu." ucap wanita tersebut.


"Baiklah terimakasih atas bantuannya! Sampai jumpa lagi." ucap Zoya.


Sedangkan ditempat Madona,ia sedang merawat pria yang di tolongnya waktu itu, Madona sangat terampil merawat orang karena dia adalah seorang dokter.


Madona pun membersihkan tubuh pria itu dengan cara mengelapnya dengan handuk kecil.


"Cepatlah sadar agar aku bisa memulangkanmu!" ucap Madona.


Pria tersebut pun hanya berbaring tanpa merespon ucapan Madona.


"Mungkin aku menjadi gila karena merawarnya! bahkan sekarang orang yang terbaring sakit pun aku ajak bicara!" ucap Madona.


"Yah! Biarlah kalau aku mulai gila,asal dia sadar dan aku tidak perlu berbohong kepada Elena dan yang lainya." ucap Madona sambil membersihkan badan pria tersebut.


"Hei! Dengarlah, cepat sadar agar aku tidak terus menerus membohongi orang yang sudah seperti keluargaku sendiri.Taukah kamu betapa pentingnya dia untuk ku!" keluh Madona kepada pria tersebut.


Saat sedang menceritakan awal pertemuannya dengan Elena, tiba-tiba anak buah Madona memberitahukan bahwa ia mendapat panggilan telepon dari Ken.


Ken menelponnya karena di suruh Elena, ia khawatir jika sesuatu terjadi kepada Madona karena sudah 2 hari Madona belum juga kembali. Madona pun merasa terharu karena masih ada orang yang khawatir kepadanya.


Ia memberitahukan bahwa nanti malam dirinya sudah pasti akan kembali, Madona juga memberitahu Lucifer bahwa ia membeli bnyak mainan untuknya.

__ADS_1


^^^Bersambung😊^^^


__ADS_2