
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah lima belas tahun berlalu dan selama lima belas tahun itu pun Lucas belum pernah sekalipun pulang ke Prancis.
Hanya terkadang jika Kristina ada waktu senggang ia akan meluangkan waktu untuk berkunjung ke New York tempat Lucas berada.
Di sisi lain di kediaman Yustaf ,ELena tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, Elena begitu dimanja oleh orang-orang terdekatnya, namun itu tak menjadikan Elena sosok yang manja dan angkuh, karena bimbingan dari Marisha.
Menjadikan Elena pribadi yang baik hati pantang menyerah, dan sedikit tomboy.
Yustaf tak pernah mengizinkan Elena untuk mempelajari bela diri apapun, karena Yustaf menginginkan Elena tumbuh menjadi putri seperti mamanya.
Namun Elena diam-diam tanpa sepengetahuan Yustaf meminta Hendri mengajarinya bela diri dan menembak alasanya karena ingin melindungi dirinya saat diluar rumah, Hendri yang tak bisa menolak keinginan Elena pun terpaksa menyetujuinya.
Tanpa sepengetahuan Yustaf, Hendri diam-diam mengajari Elena dengan telaten dan sabar, karena Elena adalah anak yang cerdas, tak lama bagi Elena menguasai bela diri dan menembak.
"Hai Kak, sedang sibuk apa " tanya Elena yang tiba-tiba masuk ruang kerja Hendri.
"Kakak lagi mempersiapkan dokumen-dokumen yang akan dibawa ayah dan om Yunus ke Spanyol " kata Hendri menjelaskan.
"Oh, jadi kakek mau perjalan bisnis lagi kak " kata Elena senang.
"Iya, mungkin agak lama dari yang kemarin, sekitar dua minggu " ucap Hendri.
"Asyik, akhirnya datang juga kesempatan untuk melihat dunia luar"kata Elena dengan senang.
" Hemm, El bukanya saat kamu kuliah juga sudah melihat dunia luar ya, kamu home scolling kan cuma sampai kelas dua belas " kata Hendri disertai dengusan kasar.
"Kak Hendri tidak akan mengerti rasanya menjalani home scolling tanpa teman selama kurang lebih delapan belas tahun " gerutu Elena.
Hendri terdiam sejenak, ia memikirkan nasib Elena yang tak sebebas gadis muda pada umumnya, karena sejak kecil Elena tak pernah keluar rumah kalau tidak di ajak oleh tuan Yuataf menghadiri sebuah pesta atau pertemuan.
Di sisi lain Yustaf dan Yunus sudah bersiap pergi untuk melakukan perjalanan bisnis,
"Hen bagaimana dokumenya apakah sudah siap ? " tanya Yunus.
"Oh ,hai, uncle " sapa Elena.
"Hai juga sayang " jawan Yunus sambil memberi ciuman dipucuk kepala Elena.
" Jangan terus menciumi kepalanya, dia sudah dewasa Yun bukan anak kecil lagi" kata Yustaf.
"Tapi bagiku dia tepat Elena kecil Kak "
"Terserah,Yunus cepat ambil itu dan kita berangkat, Hendri seperti biasa jaga Elena dan keluarg serta Dokumen bisnis-bisnis keluarga Yustaf "
"Baik ,Yah , Hendri mengerti "
Elena dan Marisha pun ikut mengantar kepergian Yustaf sampai kedepan pintu rumahnya, saat dirasa sang kakek sudah berangkat kini giliran Elena yang bersiap-siap.
Walau pun Marisha tahu, tapi ia tidak pernah mengekang Elena untuk selalu dirumah, ia mengerti jika Elena ingin melihat dunia luar, sama seperti dirinya waktu muda.
" Sayang kali ini kamu mau pergi kemana lagi ? " tanya Marisha.
" El mau pergi ke Swiss ma, katanya disana ada danau yang sangat indah" jawab Elena.
"Baiklah hati-hati kalau begitu, apakah persiapanya susah selesai semua ? " tanya Marisha
"Sudah ma" kata Elena.
" Hati-hati di jalan ya sayang "kata Marisha.
__ADS_1
" Mari El, aku akan mengantarkan mu sampai bandara " kata Hendri.
"Emm, apakah Kak Hendri mau kekantor " tanya Elena.
"Iya, sekalian saja,karna aku juga mau kekantor " tawar Hendri.
"Oke, Kak " jawab Elena senang.
Kini Elena berangkat ke Swiss diantar oleh para bodyguard dan juga Hendri, namun tidak satupun dari para bodyguard yang mengawal Elena, Hendri tau jika Elena saat pergi tak pernah mau di ikuti oleh para bodyguardnya.
Di New York tempat Lucas.
Lucas menjalani hari-harinya dengan bahagia, banyak teman dikampusnya dan juga tidak perlu takut akan bahaya yang menanti.
Di kampus tempat Lucas belajar pun ia menjadi Mose Wanted karena ketampananya, Lucas juga mempunyai seorang teman bernama Gino Abraham,
dan juga mempunyai kekasih bernama Zoya Matthew yang ia pacari selama tiga tahun terakhir.
Kehidupan Lucas seperti para muda mudi lainya, bahkan ia lupa akan sosok yang bernama Elena.
Di kampus Lucas.
"Zoya " teriak Lucas memanggil kekasihnya.
Zoya pun menoleh mencari sumber suara tersebut.
"Hai sayang, dari mana " tanya Zoya.
"Tadi aku ke perpus sama gino " kata Lucas menjelaskan .
"Oh " jawab Zoya singkat.
"Jadikah kita pergi ketempat yang kamu inginkan " tanya Lucas.
"Tentu saja aku mengingatnya sayang, ayo aku akan mengantarmu kesana " kata Lucas.
Lucas dan Zoya pun pergi ketempat yang di inginkan Zoya.
saat tiba ditempat tersebut ponsel Lucas pun berbunyi.
"Halo ma, ada apa " sapa Lucas di sambungan telfon.
"Ini papa Luc, mama sedang sakit dan terus memanggil nama kamu, tidak bisakah kamu menjenguk mama sebentar "
" Mama sakit pa, apakah parah, sakit apa "
"Mama sepertinya terlalu merindukanmu dan sedikit kelelahan "
"Baik pa, Lucas pulang sekarang " kata Lucas sambil mengakhiri panggilan telfonya.
"Sayang maaf ya, mama sakit, sepertinya aku harus pulang, aku janji setelah kembali aku akan meluangkan waktuku satu hari untukmu"kata Lucas meminta maaf.
"Baiklah sayang lagi pula mama kamu kan sakit, lagin pula kamu bukan mau menghadiri pernikahan kan " kata Zoya sambil menggoda Lucas.
Di Swiss tempat Elena berada,satu minggu sudah Elena di Swiss, kini Elena sedang menikmati pemandangan di Swiss dengan hati yang penuh kegembiraan, namun tiba-tiba Elena mendengar suara teriakan minta tolong.
Elena mencari sumber suara tersebut, dan betapa terkejutnya saat ia melihat aksi Asusila terhadap mahasiswi setempat, Elena pun langsung berteriak menghentikan aksi dari beberapa lelaki tersebut.
"Hey, hentikan perbuatan kalian atau kalian akan menyesal " kata Elena.
__ADS_1
" Hey gadis apakah kamu juga ingin bergabung bersama kami " kata salah seorang pria tersebut.
" Huh, mimpi " gumam Elena.
Dengan cekatan Elena menghajar satu per satu para pria yang kurang ajar tersebut, dalam beberapa menit saja Elena mampu mengalahkan para pria hidung belang yang mengganggu mahasiswi tersebut.
"Apa kamu baik-baik saja, ataukah kamu terluka " tanya Elena.
"Aku baik-baik saja, terimakasih karena sudah menolongku, oh ya, nama aku Aera , Aera Kania, kalau kamu siapa " kata Aera disertai pertanyaan.
" Perkenalkan, aku Elena, senang bisa berkenalan denganmu " jawab Elena.
Mereka pun mengobrol dengan sangat asyik, namun tiba-tiba ponsel Elena berbunyi, " Halo Kak Hendri ada apa " tanya Elena dari sambungan telfon.
"El, kamu harus cepat pulang sekarang juga, aku sudah memesankan kamu satu tiket penerbangan awal, karena Ayah dan uncle Yunus akan tiba dirumah nanti malam " kata Hendri.
"Apa , kakek kenapa sudah pulang " tanya Elena bingung.
"Penjelasanya nanti saja, kamu pulang dulu sekarang "
"Baik Kak, Elena akan pulang sekarang juga " kata Elena sambil mengakhiri panggilan.
"Aera maaf ya tapi aku harus cepat pulang " pamit Elena.
"El tunggu, kita tukeran kontak dulu boleh kan " kata Aera.
"Oh, tentu saja " jawab Elena sambil memberikn ponselnya kepada Aera.
Setelah Aera dan Elena bertukan kontak, Elena segera bergegas untuk melakukan check out di hotel tempatnya tinggal selama satu minggu ini.
Selesainya Elena check out ia langsung bergegas ke bandara, karena tiket sudah dibereskan oleh Hendri kini Elena sedikit merasa tenang.
Setelah penerbangan beberapa jam dari Swiss ke Prancis, akhirnya Elena tiba dibandara International Paris Charles de Gaulle.
namun tiba-tiba seorang dengan tubuh kekarnya bak model menabrak Elena.
Tentu saja Elena terjatuh karena bergegas dan tidak fokus.
"Aaw, Shit, sakit sekali " gumam Elena
"Nona jika berjalan anda harus memakai mata, maka bukalah kaca mata anda agar bisa melihat lebih jelas " kata Lucas dengan sedikit menyindir.
"Apa, huh, seharusnya kamu yang harus diperbaiki matanya, sudah lihat ada orang jatuh karena kamu tabrak, bukanya minta maaf, tapi malah bicara yang tidak jelas " kesal Elena.
"Huh, dasar cewek gila " gumam Lucas sambil berlalu pergi.
"Ap, apa cewek gila, hey, kamu yang cowok gila tidak berperasaan " teriak Elena kepada Lucas.
Lucas yang mendapat teriakan dari Elena hanya tersenyum tipis, dia heran baru pertama ada cewek saat bertemu dengannya tidak terpesona oleh wajah Lucas, malah Lucas mendapat teriakan dari cewek tersebut.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Like, coment sangat membantu, dan vote jika ada poin lebih 😊😊🙏🙏
terimakasih banyak yang sudah setia membaca Kisah Elena, selalu ikuti part terbarunya ya 😉