
Setelah Elena melakukan pemeriksaan. Dokter menyatakan bahwa Elena memang hamil dan sudah berusia tiga minggu.Elena sangat senang mendengar bahwa dirinya benar-benar hamil.
Dengan pergi kedokter secara tergesa-gesa Elena sampai lupa tidak membawa ponselnya.
Disisi lain Lucas terus menerus menghubungi Elena namun tidak ada jawaban, Lucas lalu menghubungi bibi Mei guna menanyakan tentang Elena. Bibi Mei memberitau kalau Elena keluar menjenguk temannya yang sakit.
Saat Zoya selesai berkemas, Zoya berniat akan segera pergi namun langkahnya berhenti didepan pintu kamar Elena dan Lucas. Zoya sangat penasaran dan memutuskan untuk masuk kedalam kamar tetsebut.
"Huh! seharusnya ini menjadi kamarku dan Lucas! jika saja wanita ular itu tidak ada!" ucap Zoya sambil melihat-lihat kamar Elena dan Lucas.
Saat sudah melihat semua yang ada didalam kamar tersebut, Zoya pun melihat sesuatu diatas meja, benda itu adalah tespeck milik Elena.
"Sial! jadi wanita itu benar-benar hamil?" kesal Zoya.
"Aku harus segera menyingkirkannya!" gumam Zoya keluar dari kamar tersebut.
Saat pulang dari rumah sakit, Elena terlihat sangat bahagia, bahkan Elena menyuruh kepada Sean dan Leo agar membawa mobil dengan hati-hati.
Elena tidak mau langsung pulang ia ingin pergi bertemu dengan Aera terlebih dulu. Karena Aera sudah bekerja diperusahaan Elena jadi Aera tidak bisa keluar sesuka hati karena dia pemimpin perusahaan Elian's Company saat ini.
"Hai, Ra!" sapa Elena diruang kerja Aera.
"Hai, juga El!" jawab Aera.Mereka pun saling berpelukan.
"Tumben kamu datang kesini? apa ada sesuatu yang penting?" tanya Aera sambil memberika kopi.
"Ra! aku tidak minum kopi! bisakah beri aku jus atau susu cokla?" ucap Elena manja.
"Sajak kapan kamu jadi manja begini!" ucap Aera.
Elena hanya tertawa menanggapi ucapan sahabatnya itu. Setelah Aera memberikan jus, ia duduk diberhadapan dengan Elena, tiba-tiba Elena menyerahkan hasil pemeriksaannya dari dokter kepada Aera.
"Ini apa?" tanya Aera penasaran.
"Buka saja dulu!" jawab Elena sambil tersenyum.
"Ka...kamu hamil!" teriak Aera terkejut
"Iya!" jawab Elena bahagia.
"Selamat ya El! apakah Lucas juga sangat bahagia?" tanya Aera.
"Aku belum memberitahunya,karena aku ingin memberinya kejutan nanti malam!" ucap Elena.
Disisi lain tempat Lucas berada, ia terus menghubungi Elena namun tidak diangkat. Saat berangkat ke dokter Elena sangat terburu-buru bahkan ia lupa membawa ponselnya.
__ADS_1
Lucas berniat mengajak Elena pergi kerumah baru Zoya, karena Elena tidak menjawab ponselnya Lucas terpaksa pergi sendiri mengantar Zoya.
"Silahkan masuk Luc!" ucap Zoya.
"Terimakasih Zoy! Dan maaf Elena tidak bisa ikut karena dia ada urusan!" ucap Lucas.
"Bagus jika wanita ular itu tidak ikut! aku jadi ada kesempatan berbicara denganmu!" batin Zoya senang.
"Ah! tidak apa-apa Luc! aku mengerti." ucap Zoya.
"Disinilah aku akan tinggal kedepannya! jadi datanglah dengan istrimu kesini!" ucap Zoya.
"Tentu!" jawab Lucas sambil meminum kopi buatan Zoya.
"Luc!" panggil Zoya.
"Heem!" jawab Lucas singkat.
"Kamu masih ingat kan, pertama kita bertemu di New York?" tanya Zoya.
"Tentu saja! aku berhutang budi kepadamu karena kamu menyelamatkanku. Jika bukan karena kamu mungkin aku tidak ada disini sekarang!" jawab Lucas.
Waktu pertama kali mereka bertemu saat itu Lucas sedang terluka akibat serangan kelompok mafia lainnya.Dan saat itu ia bertemu dengan Zoya, tanpa bertanya kenapa dan bagaimana Zoya langsung merawat Lucas pria asing yang baru ia temui.
"Jika suatu saat nanti aku dalam bahaya, antara hidup dan mati! tolong selamatkan aku apapun yang terjadi, dan beri aku kesempatan hidup lagi!" ucap Zoya tiba-tiba.
"Apa yang kamu bicarakan? walaupun kita bukan lagi sepasang kekasih tapi aku akan berusaha melindungimu sebagai teman, dan lagi aku juga akan membalas budi kepadamu!" ucap Lucas.
Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Lucas mendapat panggilan telefon dari kantornya yang mengharuskan Lucas pergi dinas ke Rusia untuk mengurus beberapa bisnisnya.
Tidak hanya mengurus bisnis di Rusia tapi Lucas juga harus mengurus kelompok King Dragon yang ada disana,karena terjadi beberapa konflik kecil.
Lucas berpamitan kepada Zoya dan langsung menuju ke bandara. Saat memasuki bandara ia teringat kepada Elena, biar bagaimana pun ia perlu memberi tahu Elena.
"Halo, El! apa kamu sudah dirumah?" tanya Lucas dari balik sambungan telfon.
"Iya kak sudah! maaf tadi aku tidak menjawab panggilan dari kak Lucas." ucap Elena.
"Iya tidak apa-apa!" jawab Lucas.
"Apa kak Lucas akan segera pulang? aku punya kejutan untuk kak Lucas! kejutan spesial!" kata Elena bahagia.
__ADS_1
"Kejutan apa? Em! tapi maaf El! hari ini aku pergi dinas ke Rusia mungkin aku baru bisa pulang lusa, ada beberapa masalah pekerjaan disana!" ucap Lucas sedikit sedih.
"Oh! jadi kak Lucas langsung berangkat ke Rusia tanpa pulang dulu! padahal aku mau memberi kejutan!" ucap Elens kecewa.
"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat, aku janji! atau kamu bisa mengatakan kejutannya sekarang!" ucap Lucas.
"Tidak! aku akan memberi kejutan saat kak Lucas pulang. Jadi cepat selesaikan pekerjaan kak Lucas dan cepat pulang!" ucap Elena.
"Baiklah! kamu hati-hati ya! jangan lupa harus makan teratur, jika menginginkan sesuatu mintalah pada Sean atau Leo!" ucap Lucas.
"Iya! kak Lucas juga hati-hati dan cepat pulang!" ucap Elena lalu mematikan panggilannya dari Lucas.
"Huh! pada akhirnya kejutan untuk kak Lucas harus ditunda dulu sampai dia pulang!" gumam Elena.
...****...
Ke esokan paginya Elena melakukan rutinitas seperti biasa, ia bangun pagi dan membantu bibi Mei, hanya saja rumah menjadi sangat sepi karena Lucas tidak berada dirumah.
Tanpa disangka-sangka ternyata Hendri sudah kembali ke Prancis. Hendri begitu syok mengetahui bahwa keluarga Yustaf sudah hancur, bahkan kini tinggal Elena seorang yang bertahan sebagai keluarga Yustaf yang tersisa.
"Elena!" suara Hendri yang mengejutkan Elena.
Saat Elena menoleh kearah sumber suara terebut, air mata Elena langsung mengalir dengan deras. Tanpa berkata apapun air mata Elena terus mengalir membasahi pipinya.
"Ka...kak Hendri!" teriak Elena yang langsung berlari kepelukan Hendri.
"Iya! ini kak Hendri! maaf aku baru pulang, maaf aku tidak bisa melindungi keluarga kita,aku sangat minta maaf!" ucap Hendri penuh penyesalan.
Elena tidak bisa berkata apapun hanya isak tangisnya saja yang terdengar, bahkan bibi Mei ikut menangis melihat Elena yang menangis tersedu-sedu dipelukan Hendri.
Disisi lain ditempat Zoya, terlihat Zoya sedang berbicara serius dengan Hans.
"Kita percepat rencana kita! aku tidak mau Lucas semakin terikat dengan wanita ular itu karena kehamilannya!" ucap Zoya tegas.
"Baiklah mari kita percepat rencana kita!" ucap Hans merasa senang.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, coment dan juga vote ya. Terimakasih untuk para pembaca yang masih setia๐๐