
Elena tiba di rumah dengan selamat tapi sayang ia terlambat lima menit saat tiba di rumah.
Saat akan memasuki rumah Elena berjalan perlahan dan mengendap-endap seperti pencuri, itu ia lakukan supaya tidak membangunkan Lucas yang di kira Elena sudah tidur karena semua lampu yang ada di dalam rumah sudah dimatikan.
"Untung si monster sudah tidur." gumam Elena sambil mengelus dadanya lega.
"Dari mana kamu? apa kamu tau ini sudah pukul berapa?" tanya Lucas.
"Astaga! kamu ingin membunuhku kenapa duduk disana dengan lampu yang dimatikan." kaget Elena.
Elena sangat kaget mendengar suara Lucas yang sangat dingin di tengah kegelapan, ia mengira Lucas sudah tidur dan baru saja merasa lega, tapi kenyataanya Lucas masih terjaga menunggu Elena.
"Aku bertanya kamu dari mana? dan sekarang pukul berapa kenapa baru pulang." ucap Lucas dengan tegas.
"Aku sudah bilang kan kalau aku ada urusan, lagi pula ini baru pukul sembilang lebih lima menit." ucap Elena malas.
"Oh! jadi kamu sudah mengabaikan ucapanku, baru juga sehari tapi kamu sudah seenaknya saja." ucap Lucas dingin.
"Ya ampun! baru juga telat lima menit kenapa ceramahnya panjang sekali sih!" ucap Elena malas.
"Mulai hari ini dan seterusnya aku akan menetapkan peraturan baru dan kamu harus mematuhi semua peraturan dari ku." ucap Lucas dengan nada memerintah.
"Peraturan lagi!" ucap Elena.
"Pertama, tidak boleh pulang lebih dari pukul sembilan malam
Kedua, kita harus selalu sarapan, makan siang dan makan malam bersama." ucap Lucas.
"Kenapa harus sarapan, makan siang dan makan malam bersama, kita bisa melakukan itu sendiri-sendiri kan." ucap Elena dengan sedikit menolak.
"Tidak ada penolakan, dan lagi jangan menyela saat aku belum selesai bicara." perintah Lucas.
"Apa itu juga salah satu peraturan barunya?" tanya Elena.
"Iya itu juga termasuk! yang Ketiga kamu tidak boleh keluar jika tidak ada urusan penting, ke Empat panggil aku Lucas, atau Kak Lucas, Kakak juga boleh." ucap Lucas dingin.
"Memangnya kita bersaudara apa!" gumam Elena sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Lucas.
"Tidak, aku tidak mengatakan apa pun!" bohong Elena.
"Baiklah dan yang terakhir, kalau ada keluarga yang menginap disini, kita harus tidur satu kamar!" ucap Lucas memerintah.
"Ap...apa tidur satu kamar? apa kamu sakit kenapa kita harus satu kamar, aku tidak mau." tolak Elena tegas.
"Oh, jadi kamu mau seluruh keluarga kita tau bahwa kita menikah atas dasar perjanjian dan kepura-puraan!" ucap Lucas mengingatkan Elena.
"Benar juga apa katanya, jika keluarga tahu maka semua akan bertambah kacau." gumam Elena.
"Baiklah terserah padamu saja, aku tinggal mematuhinya kan, kalau begitu aku permisi untuk istirahat dulu." ucap Elena sambil berlalu meninggalkan Lucas.
"Tunggu dulu!" ucap Lucas.
Lucas yang melihat Elena pergi begitu saja, menjadi sedikit kesal dan tidak terima, Lucas kemudian menarik lengan Elena yang terluka, jelas saja Elena langsung meringis kesakitan.
"Aww!" teriak Elena dengan muka yang sedikit pucat.
"Apa, kenapa kamu sampai seperti itu? padahal aku tidak menarik lenganmu dengan kuat." ucap Lucas heran.
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu, dan jangan sembarangan menyentuh ku!" ucap Elena tanpa sadar karena rasa sakit, dan berlalu pergi
"Huh! dasar wanita aneh, apa memang dia sangat lemahnya sampai seperti itu." ucap Lucas mengejek.
Elena pun segera pergi ke kamarnya untuk memeriksa apakah lukanya semakin parah atau tidak, setelah tiba dikamarnya Elena langsung membuka jaket dan bajunya.
"Shit! luka ku terbuka lagi gara-gara si monster es itu." gumam Elena sambil membalut kembali luka di lenganya.
...****...
Tiga hari setelah kejadian Elena terluka, selama tiga hari pun ia mematuhi perintah Lucas dengan selalu sarapan, makan siang dan makan malam bersama Lucas, Elena juga tidak keluar rumah karena lukanya belum benar-benar sembuh .
Saat Elena dan Lucas makan siang bersama, Elena mengatakan bahwa ia tidak bisa makan siang bersama Lucas, karena sudah mulai berkerja.
"Besok aku sudah mulai berkerja jadi tidak bisa makan siang bersamamu." ucap Elena.
"Kak Lucas panggil aku dengan sebutan itu, soal makan siang jika aku tidak sibuk maka aku akan menjemputmu untuk makan siang." ucap Lucas dingin.
"Tidak bisakah kita hanya sarapan dan makan malam bersama saja?" ucap Elena berusaha menolak Lucas.
"Tidak bisa, kecuali aku sibuk!" ucap Lucas dengan tegas.
"Huff!" kesal Elena.
"*A**ku suka melihatmu menjadi kesal dan marah seperti itu, kamu seperti anak kucing liar* ." batin Lucas yang sedang memandang Elena.
Saat mereka selesai makan siang,mereka pun kembali ke kamar masing-masing dan Lucas memilih untuk tidur siang karena merasa kenyang.
Sedangkan Elena memilih berkeliling rumah di temani Bibi Mei.
"Apakah Bibi Mei sudah lama berkerja disini." tanya Elena.
"Bibi, jangan memanggilku Nyonya, cukup Elena atau Nona saja." ucap Elena.
"Baik Non El!" ucap Bibi Mei.
Bibi Mei pun mengantar Elena mengelilingi rumah pribadi Lucas, dengan sangat senang Elena pun selalu terpukau akan keindahan rumah dengan pemandangan laut tersebut, sampai saat mata Elena menatap garasi rumah Lucas.
"Bibi Mei tempat apa ini!" tanya Elena.
"Non El masuk saja, itu garasi kendaraan pribadi tuan Lucas." jawab Bibi Mei.
"Oh, benarkah!" ucap Elena sambil memasuki garasi tersebut.
Elena tertegun melihat jajaran kendaraan mewah milik Lucas,salah satunya mobil sport yang ia kendarai waktu ia menolong seseorang waktu itu.
Tiba-tiba ponsel Elena berdering dan ternyata Hendri yang menghubunginya, "Halo Kak Hendri, ada apa?" tanya Elena di balik sambungan telfon.
"El, pria yang waktu itu kamu tolong sudah sembuh dengan baik, apa kamu ingin bertanya sesuatu kepadanya." jawab Hendri dari balik telfon.
"Benarkah dia sudah membaik, kalau begitu aku akan segera kesana Kak." ucap Elena sambil mematikan panggilanya.
"Bibi Mei, sepertinya kita sudahi saja berkelilingnya, aku harus pergi karena ada beberapa masalah." ucap Elena.
"Baik, Non El kalau begitu Nona El hati-hati di jalan." ucap Bibi Mei.
Elena pun berlalu pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian, dan saat Elena selesai berganti di kamarnya , ia pun bergegas untuk turun akan tetapi ia teringat dengan apa ia akan pergi ke tempat Hendri, sedangkan kunci mobil waktu itu sudah di ambil Lucas.
Bukan Elena namanya jika ia tidak mempunyai rencana, saat akan pergi menyelinap ke kamar Lucas untuk mengambil kunci mobil tiba-tiba bel pintu berbunyi.
__ADS_1
Ting tong,ting tong
"Iya sebentar!" jawab Elena dari dalam rumah.
Saat membuka pintu ada seorang pria tampan sedang mencari Lucas.
"Maaf apa Lucasnya ada?" tanya Gino.
"Ada ,dia ada didalam, kamu masuk dulu biar aku panggilkan!" ucap Elena.
Setelah itu Elena dengan bebas bisa masuk kamar Lucas dengan dalih ada seseorang yang mencarinya, dan untuk mengambil kunci kendaraanya.
Tok,tok
Elena mengetuk pintu kamar Lucas, namun tidak ada jawaban sama sekali, alhasil Elena masuk tanpa di persilahkan.
Elena melihat Lucas sedang tidur, itu kesempatan bagus bagi Elena untuk mencari kunci kendaraan milik Lucas.
Tiba-tiba Lukas terbangun dan mengagetkan Elena.
"Kamu sedang mencari apa di kamarku?" tanya Lucas dingin.
Elena yang mendengar suara Lucas langsung terperanjat kaget.
namun Elena berusaha bersikap tenang, Elena berjalan mendekati Lucas dengan sangat anggun, saat itu Lucas sudah terduduk, Elena pun melihat banyak kunci kendaraan di nakas samping tempat tidur Lucas.
"Ada sesuatu yang aku inginkan darimu!" ucap Elena sedikit menggoda.
"Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Lucas sedikit penasaran.
"*J**angan-jangan dia menginginkan itu*!" batin Lucas.
Elena pun mendekat dan berbisik di telinga Lucas, sedangkan Lucas sudah menjadi gelisah dan menutup matanya.
"Aku, aku menginginkan kunci kendaraanmu!" ucap Elena dengan nada menggoda, dan berhasil meraih salah satu kunci milik Lucas.
"Hem, kunci kendaraan?" ucap Lucas tersadar sedikit berfikir dengan tidak fokus.
Lucas yang baru sadar bahwa ia sedang di tipu oleh Elena menjadi tertawa karena merasa menjadi orang bodoh.
"OH ya! di bawah ada yang mencarimu." ucap Elena berlalu pergi dari kamar Lucas.
"Hahaha! hey dasar wanita aneh, siapa yang mencariku?" teriak Lucas.
Elena yang sudah keluar tidak menghiraukan perkataan Lucas.
Sesampainya Elena diruang tamu, ia pun memberitahu Gino bahwa Lucas akan segera turun , Gino yang menunggu dan sudah di siapkan minum Bibi Mei hanya tersenyum mengangguk kepada Elena.
Dan akhirnya kunci yang di dapatkan Elena adalah kunci motor sport milik Lucas, karea sejatinya Elena bisa mengendaria berbagai jenis kendaraan, maka tidak sulit bagi Elena mengendarai motor sport milik Lucas, sedangkan Lucas yang bermaksud mengejar Elena hanya tersenyum kagum melihat Elena membawa motor sport miliknya.
.
.
.
.
Mohon like & coment ya jika cerita kurang pas jangan sungkan untuk memberi saran 🙏🙏😊 jika berkenan vote & rate juga ya,
__ADS_1
see you 😉😉