KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Kembali ke Prancis.


__ADS_3

Satu minggu setelah kunjungan terakhir Aera ke tempat Elena. Pada saat Aera berkunjung,Aera sempat memberitahu Elena kalau Hendri tiba-tiba menghilang dari rumah sakit dimana Hendri di rawat.


Aera juga memberitahu Elena kalau perusahaan keluarga Yustaf sekarang dibawah kendali Yunus, terlebih Yunus berserta kolega yang lainnya menyarankan agar Lucas menikah dengan Zoya karena Zoya berasal dari keluarga Matthew.


"Aku harus menyelesaikan pekerjaan disini,sebelum aku kembali ke Prancis." gumam Elena.



"Mommy!" teriak Lucifer memanggil Elena.


"Oh! sayang, kamu belum tidur?" tanya Elena.


"Belum! Lu masih menunggu mommy!" kata Lucifer.


"Baiklah! sayangnya mommy mari kita tidur sekarang." kata Elena sambil menggendong putra tercintanya.


Meski Elena menemani Lucifer tidur, namun saat putrany itu sudah terlelap Elena kembali menyelesaikan pekerjaannya sampai larut malam.


Ke esokan paginya Elena sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Lucifer, Elena sangat memperhatikan pola makan putranya, jadi ia selalu memasak untuk makanan Lucifer karena Elena melarang Lucifer memakan makanan siap saji.


Saat selesai dengan tugasnya Elena langsung menghubungi Ken untuk meminta bertemu, tak lupa ia mengantar putranya ke tempat penitipan anak terlebih dulu.


"Sayang,selamat bersenang-senang! jangan nakal ya, mommy akan menjemput Lu saat siang nanti!" ucap Elena.


"Oke! mommy hati-hati ya!" kata Lucifer.


Kini Ken dan juga Elena bertemu di sebuah cafe.



"Ken ada yang mau aku sampaikan!" ucap Elena.


"Em, apa itu? katakan saja!" kata Ken.


"Sebenarnya Lusa aku akan kembali ke Prancis!" kata Elena ragu.


"Ap...apa? kembali? ke Prancis? kamu serius?" pertanyaan dari Ken bertutut-turut untuk Elena.


"Banyak yang terjadi di Prancis, setidaknya satu atau dua masalah bisa aku selesaikan." ucap Elena.


"Jika itu yang kamu inginkan aku tidak bisa mencegahnya, tapi bagaimana dengan Lucifer?" kata Ken.


"Aku akan meninggalkan Lucifer bersama kamu, setidaknya sampai salah satu permasalahannya selesai, lalu kamu boleh membawa Lucifer menyusul aku ke Prancis.


...****...


Tidak terasa waktu cepat berlalu kini Elena sedang berada dibandara Prancis. Saat berangkat ke Prancis Elena menyewa pesawat pribadi untuk dirinya dan juga anak buahnya King Knight.


Karena raga dan batin Elena merasa lelah, ia menyerahkan semua urusan kepada Irene untuk menyelesaikan semua keperluan mereka di Prancis.

__ADS_1


"Irene, kamu bereskan masalah tempat tinggal mereka! carilah satu mension yang bisa ditinggali sekitar tiga puluh orang. Kamu tau kan kalau mereka anggota elite!?" ucap Elena.


"Tentu nona saya tau!" ucap Irene.


"Ya ampun, Irene kita sedang berdua tidak usah memanggil dengan sopan, kalau begitu aku akan mencari angin dulu sekaligus memberi kabar kepada Aera." pamit Elena.


"Elsha! segera hubungi aku jika ada sesuatu." pinta Irene.


"Baiklah." kata Elena.


Elena berpikir bahwa ia bisa menjaga dirinya sendiri, karena ia tidak membawa Lucifer. Tapi ia memilih untuk tidak membuat Irene khawatir.


Saat Elena menuruni eskalator ada dua pasang mata yang mengawasi dirinya.


"Apakah itu benar-benar Elena?" gumam Leo.


Leo sedang menjalankan perintah dari Lucas untuk menyelidiki perusahaan yang dipimpin seorang wanita bernama Ceo Elsha di New Zeland.


Tapi siapa yang menyangka dia melihat Elena dibandara. Namun salah satu pasang mata lainya adalah orang suruhan seorang yang membenci Elena.


"Kami melihat target!" ucap orang tersebut.


"Lakukan dengan rapi!" perintah orang tersebut.


Disisi lain kini Zoya dan Lucas sedang melangsungkan upacara pernikahan mereka. Acara yang sederhana namu terkesa elegan menyelimuti tempat tersebut.



Lucas yang berdiri menunggunya tiba-tiba merasakan getaran ponsel didalam saku jas nya. Lucas pun melihat dan mengangkat panggilan dari Leo tersebut.


Saat Leo berbicara betapa terkejutnya Lucas mendengar perkataan dari Leo bahwa ia melihat Elena dibandara.Lucas pun segera berlari meninggalkan tempat pernikahanya dengan Zoya.


Saat Zoya berniat menghentikan Lucas dan bertanya apa yang terjadi, dengan segera Lucas menepis tangan Zoya dan mengabaikan Zoya.


Di bandara tempat Elena berada. Saat Elena duduk beristirahat sambil menunggu mobil yang dikirim Aera datang, tiba-tiba ada beberapa orang yang menangkap Elena dari belakang.


Karena merasa sangat lelah Elena tidak bisa mengalahkan mereka apa lagi itu ditempat ramai. Terpaksa Elena mengikuti langkah mereka yang membawanya ke sebuah mobil.


Ketika Elena dibawa orang-orang tersebut meninggalkan bandara. Lucas dengan mobil sport nya tiba dibandara, ia segera mencari keberadaan Leo.


"Dimana dia? kamu tadi bilang kalau kamu melihatnya!" tanya Lucas.


"Tadi aku melihatnya disana! tapi setelah aku berpaling untuk menghubungimu tiba-tiba dia sudah tidak ada ditempat." jawab Leo.


"Sial!" geram Lucas.


"Apakah itu benar-benar dia? kamu tidak salah lihat kan?" tanya Lucas.


"Aku tidak salah lihat, lebih baik kita pergi bertanya kepada petugas bandara!" usul Leo.

__ADS_1


"Itu ide yang bagus!" ucap Lucas.


Ketika Lucas dan Leo mendatangi petugas bandara untuk bertanya, Leo berinisiatif memperlihatkan foto Elena. Pada saat mereka bertanya dengan sedikit ragu petugas itu pun memberitahu mereka jika wanita tersebut memang tadi ada dibandara dengan penerbangan pesawat pribadi.


Namun wanita itu bukan Elena, melainkan wanita tersebut bernama Elsha. Petugas tersebut pun memperlihatkan riwayat pasport yang ada dikomputernya.


"Aku tidak peduli,cari dia sampai dapat, mau dia Elena atau Elsha sekalipun! temukan dia!" perintah Lucas.


"Baik aku mengerti!" jawab Leo.


Di disi lain disebuah gudang tua, Elena disekap oleh beberapa orang.


"Dia sangat cantik!" ucap salah satu orang tersebut.


"Diamlah aku juga tau soal itu, tapi kita harus menunggu bos datan dulu!" ucap pria disebelahnya.


Beberapa saat kemudian seorang wanita paruh yang sudah berumur mendatangi dimana tempat Elena tersebut.


"Kerja bagus anak-anak!" ucap wanita tersebut.


"Terimakasih, Madam!" ucap orang-orang tersebut.


"Aku akan kembali besok untuk menyiksanya, sekarang aku harus menghadiri pernikahan wanita bernama Zoya tersebut. Walaupun pasti mereka sudah resmi menikah aku tetap harus hadir." ucap wanita tersebut.


Sebenarnya Elena sudah bangun, namum ia masih sibuk melepaskan ikatan ditangannya, jadi ia masih tetap menutup matanya. Saat semuanya lengah Elena pun mulai beraksi.


Baak, buuk, praak, klaang....suara Elena yang menghajar para orang suruhan tersebut, tidak peduli sebanyak apa orangnya, Elena tetap sanggup mengalahkan mereka.


"Huh! kalian lumayan kuat juga ya! kalau begitu mari selesaikan dengan cepat." ucap Elena.


Untuk sesaat orang-orang tersebut sempat merinding mendengar perkataan Elena yang penuh keinginan membu*uh itu.


Brak, Bruk,Praang....Elena menghajar orang-orang tersebut tanpa ampun,mereka pun tumbang dalam sekejap mata.



"Katakan siapa orang yang menyuruh kalian untuk menangkapku?" tanya Elena.


Mereka pun masih tetap diam sambil menahan takut. "Jawab!" teriak Elena.


Elena pun menghubungi Irene yang menyuruhnya untuk segera datang menjemputnya, tidak lupa Elena menyuruh Irene membawa beberapa anak buahnya.


.


.


.


Maaf karena baru bisa up lagi ๐Ÿ™๐Ÿ™teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2