
Sudah berhari-hari Lucas mengerahkan sebagian besar anak buahnya untuk mencari Elena. Bahkan Hans diam-diam juga memerintahkan anak buahnya untuk mencari Elena.
Sedangkan Zoya yang berpura-pura sakit, kini berada dirumah sakit. Zoya bahkan lupa kalau kakaknya berada dipenjara karena ulahnya. Zoya hanya fokus mendapatkan Lucas kembali.
"Dasar bod*h! ini sudah berhari-hari kamu mencari wanita tidak penting itu. Hentikan dan mari kita mulai merajai bisnis diPrancis!" ucap seorang wanita kepada Hans.
"Tapi aku masih menginginkannya!" ucap Hans.
"Huh! Apa kamu masih mau tidur dengan mayat!" ucap wanita tersebut.
"Apakah Elena benar-benar sudah mati?" tanya Hans ragu.
"Diam! jangan sebut nama wanita itu didepanku! apa kamu tidak berpikir wanita yang tertembak dan jatuh ke dalam air, apa masih bisa selamat?" ucap wanita tersebut.
Hans berpikir sejenak dan kemudian menghentikan para anak buahnya yang masih mencari Elena. Sedangkan Lucas yang merasa bersalah terus memerintahkan anak buahnya untuk mencari Elena.
"Luc! mari kita hentikan! ini sudah berhari-hari namun kita tidak menghasilkan apapun! relakanlah Elena!" ucap Leo.
Lucas hanya diam dengan tatapan kosong. Leo yang melihat menjadi sangat kasihan kepada Lucas,ia juga ikut sedih karena orang yang selama ini ia jaga sudah pergi jauh.
"Luc! kamu bahkan belum mengunjungi makam bibi Mei dan juga Sean." ucap Leo.
Lucas pada akhirnya menoleh kearah Leo dan sedikit tersadar, ia tidak hanya kehilangan Elena, namun ia juga kehilangan orang-orang yang penting lainnya seperti bibi Mei dan Sean.
Leo membawa Lucas pulang kerumah, bahkan Leo juga menarik para anak buahnya untuk kembali kemarkas.
"Aku menyesal! aku sangat menyesal! kenapa saat itu aku tidak bisa melindungi Elena?" ucap Lucas penuh penyesalan.
"Luc! itu semua sudah menjadi takdir untuk kita semua! berhentilah dan relakan Elena, agar dia tenang disana!" ucap Leo.
"Kita bahkan tidak menemukan jasadnya,bagaimana aku bisa merelakan dia, Leo!" ucap Lucas sedih.
Hendri pun masih dalam keadaan koma akibat Zoya jadi ia tidak tau keadaan Elena seperti apa sekarang, bahkan bibi Mei juga sudah meninggal dunia.
...****...
Lucas masih mengerahkan sebagian anak buahnya untuk tetap mencari keberadaa Elena, Leo dengan setia selalu membantu Lucas mengerjakan semua tugas-tugasnya.
Disisi lain Zoya selalu mendekati Lucas setiap ada sedikit saja kesempatan untuknya, karena Zoya masih menginginkan posisi sebagai Nyonya muda Abellard.
__ADS_1
Ditempat lain disebuah cafe yang masih sepi pengunjung, ada dua orang lelaki yang sedang bertemu.
"Ini kontrak kerja sama kita! semua sudah beres!" kata pria tersebut.
"Wah! Aku tidak menyangka kamu akhirnya bisa menguasai semua aset keluarga Yustaf!" ucap Hans.
"Ha,ha,ha! Itu semua berkat bantuan darimu aku mendapatkan keinginanku! Tentu saja bisnis kita akan semakin kuat dan maju." ucap pria tersebut.
"Aku tidak menyangka ternyata kamu penghianat yang kejam! bahkan kamu sampai punya rencana menyingkirkan nona muda dari keluarga Yustaf!" ucap Hans.
"Itu semua sudah menjadi takdirnya! dia pergi dengan damai kepelukan kedua orang tuanya dan juga kakeknya! aku hanya membantu prosesnya agar lebih cepat!" ucap pria tersebut disertai tawa bahagia.
Sedangkan di sisi lain, Aera yang baru mendengar kabar tentang kematian Elena menjadi sangat terkejut, padahal baru beberapa minggu yang lalu ia masih tertawa dan bercanda bersama Elena.
Aera pun langsung bergegas menuju ke kantor milik Lucas. Setibanya dikantor Lucas Aera sangat marah dan juga kesal, karena Aera berpikir Lucas tidak bisa menjaga Elena dengan baik.
"Tunggu anda tidak boleh masuk sembarangan!" ucap sekertaris Lucas.
Aera tidak peduli dan tetap masuk keruangan milik Lucas.
"Dasar pria tidak bertanggung jawab! bisa-bisanya kamu merelakan Elena demi wanita sialan itu!" teriak Aera.
"Tutup mulutmu! bagaimana bisa kau membiarkan Elena tertembak dan jatuh, disaat dia sedang ha...!" ucap Aera yang terisak belum selesai.
"Sedang ha...! apa? kenapa perkataanmu tidak kamu lanjutkan?" tanya Lucas penasaran.
"Lupakan! memang seharusnya kamu tidak mengetahuinya!" jawab Aera yang berlalu pergi.
"Tung...Tunggu!" teriak Lucas.
Aera tidak menghiraukan panggilan Lucas dan tetap pergi dari ruangan milik Lucas.
"Rahasia apa yang tidak aku ketahui tentang dirimu El!" gumam Lucas.
Aera sangat sedih dan marah mengingat keadaan Elena yang hamil dan tertembak, Aera menangis meraung-rangung di dalam mobilnya, ia menyesal karena tidak bisa melindungi sahabatnya yang sudah seperti saudara sendiri.
"Bod*hnya aku! kenapa aku menyalahkan Lucas padahal aku sendiri tidak bisa melindungi Elena? aku minta maaf! aku benar-benar menyesal El!" ucap Aera yang masih terisak tangis.
...****...
Di sisi lain seorang pemuda dan anjingnya yang berjenis Husky lewat didekat danau. anjing itu mendekat kearah danau dan terus mengonggong. Bahkan saat pemuda itu memanggilnya berkali-kali anjing yang biasanya penurut itu tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Huh! Dasar anjing nakal! biasanya kamu penurut sekali kenapa saat aku memanggilmu, kamu mengabaikanku!" ucap pemuda itu yang mendejat kearah anjing kesayangannya.
"Ma...Mayat! Hei! Timoty, cepat kemari! kamu menemukan mayat!" ucap pemuda itu setengah takut.
Anjing berjenis Husky itu menghampiri tubuh yang di kira mayat itu.Dengan terpaksa pemuda itu pun mengikuti anjingnya dan melihat kondisi orang yang dikira mayat itu.
"Ternyata dia masih hidup! Timoty ayo kita bawa dia kerumah sakit." ucap pemuda itu sambil menggendong tubuh orang tersebut.
Beberapa saat kemudia pemuda itu sampai dirumah sakit, dia dengan cepat memanggil Dokter kenalannya.
"Cepat periksa dia! sepertinya dia masih hidup. Jangan tanyakan apa pun yang terpenting dia selamat dulu baru setelah itu akan aku jelaskan semuanya." ucap pemuda itu.
"Baiklah! kamu tunggulah sebentar!" ucap Dokter tersebut.
Dokter tersebut melakukan berbagai penanganan. Bahkan melakukan oprasi juga. Setelah menunggu berjam-jam lamanya akhirnya Dokter itu pun keluar dari ruang oprasi.
"Dona! bagaimana keadaan orang tersebut?" tanya pemuda itu.
"Keadaanya cukup parah! oprasi pengambilan peluru didadanya sukses, dan juga dia masih bisa mempertahankan janin yang ada didalam perutnya." jawab Dokter Dona.
"Apakah itu artinya dia baik-baik saja?" tanya pemuda itu.
"Untuk sementara aku belum bisa memastikan! tapi malam ini kita harus memindahkannya keruman sakit kita yang ada di New Zeland!" jawab Dokter Dona.
"Baiklah! kamu persiapkan semuanya kita berangkat malam ini. Ah! Aku juga akan menceritakan semuanya dalam perjalanan." ucap pemuda tersebut.
Pemuda dan Dokter itu pun berangkat bersama pasien tersebut. Setibanya di rumah sakit New Zeland pasien tersebut mendapat perawatan khusus.
"Sekarang kamu sudah selamat! jadi cepatlah bangun!" ucap pemuda tersebut yang duduk disamping ranjang pasien.
"Biarkan dia istirahat! sebaiknya kamu juga beristirahat!" ucap Dokter Dona.
.
.
.
Jangan lupa like, coment dan juga vote ya. Maaf baru up karena author sedang sibuk bekerja 🙏🙏 Terimakasih.
__ADS_1