
Pagi hari saat Elena terbangun lebih dulu, ia mengingat setiap moment yang terjadi semalam, Elena merasa canggung dan malu menghadapi Lucas. Karena itu adalah pengalaman pertama bagi Elena.
"Aww! pinggangku sakit. Dia seperti binatang buas saat melakukannya semalam." gumam Elena sambil berjalan tertatih menuju kamar mandi.
Lucas yang terbangun, namun belum membuka mata meraba keberadaan Elena disampingnya. Namun tak kunjung ia temukan dan akhirnya Lucas membuka mata mencari sosok Elena.
"Dimana Elena? Darah!" gumam Lucas penuh pertanyaan.
"Tunggu! apakah ini pengalaman pertama Elena? Shit! aku semalam sudah sangat kasar terhadapnya, padahal itu pengalaman pertama baginya." gumam Lucas yang merasa bersalah.
Tok,tok. Suara Lucas yang mengetuk pintu kamar mandi.
"El! kamu baik-baik saja didalam?" tanya Lucas.
"I...iya Kak! aku baik-baik saja." jawab Elena.
"Bagaimana ini? aku malu menghadapi Kak Lucas. Aku harus bagaimana?" gumam Elena.
Elena pun memantapkan hatinya untuk menghadapi Lucas agar tidak terlihat canggung.
"Apa kak Lucas mau mandi?" tanya Elena basa basi.
"Oh! iya aku mau mandi." jawab Lucas.
Elena pun tersenyum dan berlalu menuju keluar dari kamar Lucas. Namun Lucas yang memperhatikan saat Elena berjalan seperti menahan sakit, Lucas pun tidak tega dan akhirnya menggendong Elena menuju kesebuah kursi didekat jendela kamarnya.
"Jika merasa sakit, seharusnya bilang jangan diam saja!" ucap Lucas.
"Si...siapa yang sakit? aku baik-baik saja!" ucap Elena dengan wajah merona karena malu.
"Iya-iya kamu wanita yang kuat jadi tidak akan sakit!" goda Lucas.
"Diam disini dulu. Oh,ya! pakai handuk ini untuk mengeringkan rambutmu." ucap Lucas sambil menyerahkan handuk kecil.
"Terimakasih!" ucap Elena.
Lucas pun tersenyum melihat tingkah Elena yang malu-malu. Ia juga merasa sangat senang saat teringat malam indah yang mereka berdua lalui bersama.
Setelah Lucas selesai membersihkan diri dan bersiap, ia pun mengantar Elena kembali kekamarnya untuk berganti pakaian dan setelah selesai pun Lucas masih setia menunggu Elena. Pada akhirnya mereka pun sarapan bersama.
Diruang makan pun keduanya terlihat diam dan canggung satu sama lain,mereka masih malu untuk berbicara meskipun hanya membahas soal makanan yang mereka makan pada saat itu.
"Em! Apa kamu baik-baik saja El?" tanya Lucas.
"Hahaha! tentu aku baik-baik saja kak, memang aku wanita yang lemah apa?" jawab Elena merasa sedikit malu.
__ADS_1
"Bu...bukan itu maksudku?" ucap Lucas.
"Ehem! tentang masalah semalam lebih baik tidak usah dipikirkan lagi. Zaman sekarang itu sudah menjadi hal yang wajar kan Kak antara para orang dewasa seperti kita! lagi pula itu juga bukan pengalaman pertama kalinya bagi masing-masing dari kita kan!" bohong Elena.
"Padahal aku tau itu pengalaman pertama kamu, tapi kamu berdalih seolah-olah kamu seorang ahli!" batin Lucas sambil tersenyum tipis.
"Baiklah jika kamu maunya seperti itu." ucap Lucas.
Waktu sudah menunjukan jika sudah saatnya Lucas kekantor. Namun Lucas masih memakai pakaian santai.
"Lho! kak Lucas bukanya mau berangkat kekantor ya?" tanya Elena.
"Hari ini aku ambil cuti, sakit!" jawab Lucas.
"Memangnya kak Lucas sakit?" tanya Elena.
"Tidak!" jawab Lucas.
"Lalu kenapa mengambil cuti sakit!" ucap Elena.
"Karena mau menemani kamu yang kurang enak badan!" jawab Lucas santai.
"Halo...!" jawab Lucas yang belum selesai, namun suara Zoya terdengar sangat panik.
"Luc...Lucas! tolong ada perampok masuk keapartemen aku!" ucap Zoya dibalik sambungan telfon.
"Ba...baik! kamu tenang dulu aku kesana sekarang!" ucap Lucas yang panik dan berlari keluar.
Walapun ada Elena disampingnya Lucas seolah-olah tidak melihat keberadaannya karena terlalu panik, sedangkan Elena hanya menghela nafas saja melihat sikap Lucas.
"Huh! bahkan saat bersamaku dia bisa-bisanya lari begitu saja tanpa menjelaskan apapun." guman Elena.
Elena pun merasa jenuh dan ingin mencari udara segar dengan berjalan-jalan disekitar pantai yang dekat dengan rumah Lucas. Tentu saja Sean selalu setia mengawal Elena kemana pun perginya.
...****...
Ditempat lain dimana Zoya berada. Kini Zoya berpura-pura sedang ada pemhunuh bayaran yang menghancurkan seisi apartemen miliknya dan itu seolah-olah ulah para pembunuh. Namun sebenarnya itu adalah ulah Zoya sendiri yang menghancurkan apartemen miliknya dan melukai dirinya sendiri.
"Zoy...Zoya! kamu dimana? teriak Lucas panik.
Saat Zoya mendengar suara Lucas, ia pun berlari memeluk tubuh kekar Lucas dan berpura-pura ketakutan.
__ADS_1
"Ak...Aku takut Luc! mereka pasti akan datang lagi." ucap Zoya yang gemetar ketakutan.
"Tenanglah aku ada disini!" ucap Lucas menenangkan.
Setelah itu Zoya mulai mengarang cerita yang berragam agar Lucas merasa kasihan padanya. Pada akhirnya Lucas yang mendengar kebohongan Zoya pun percaya dan sedikit bingung.
"Jika aku meninggalkan Zoya sendirian, takutnya para pembunuh itu akan datang lagi, kalau menyuruh Gino atau Leo pun Zoya tidak akan merasa nyaman!" batin Lucas khawatir.
Pada akhirnya Lucas membawa Zoya kerumahnya untuk tinggal sementara. Saat perjalanan Lucas menceritakan agar Zoya bisa akrab dengan Elena karena bagaimana pun Elena adalah istrinya.
"Untuk saat ini wanita itu memang istri kamu Luc! tapi sebentar lagi akan aku pastikan Nyonya muda Abellard adalah diriku." batin Zoya dengan senyum jahatnya.
Setibanya Lucas dirumah, ia merasa bingung karena rumah tampak sepi.Lucas sedang mencari keberadaan Elena yang tidak terlihat didalam rumah, akhirnya Lucas bertanya kepada bibi Mei yang berada didapur. Bibi Mei pun memberitahu Lucas jika Elena berjalan-jalan disekitar pantai.
"Minumlah dulu Zoy! agar kamu merasa sedikit lebih tenang." ucap Lucas.
"Em! Terimakasih Luc! tapi apa istrimu tidak keberatan aku tinggal disini." ucap Zoya pura-pura.
"Dia bukanlah wanita yang berpikiran sempit! tidak usah menghawatirkan itu dan tenangkan dirimu." jawab Lucas.
Zoya dan Lucas pun membicarakan masalah pembunuh yang menyerang Zoya waktu itu. Ketika mereka berdua sedang bicara serius tiba-tiba Elena masuk dan terkejut melihat ada Zoya dirumahnya.
"Kak Lucas!" panggil Elena.
"Oh! kamu sudah pulang El? maaf tapi untuk sementara Zoya akan tinggal disini bersama kita." ucap Lucas.
"Em! baiklah lalu dia akan tidur dimana?" tanya Elena berbisik ketika Lucas mendekat padanya.
"Ehem! untuk itu sementara dia akan tidur dikamar kamu, lalu kamu bisa tidur sekamar denganku apa tidak masalah? jika kamu tidak suka maka biarkan dia tidur dikamarku dan kita pindah kekamarmu bagaimna?" jawab Lucas berbisik kepada Elena.
"Baiklah! aku tidak masalah jika tidur dikamar kak Lucas." ucap Elena sambil tersenyum.
"Huh! kita lihat saja berapa lama kamu bisa tersenyum senang disamping Lucas? aku akan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku." batin Zoya kesal.
.
.
.
Jangan lupa like,coment,vote,rate dan favoritkan juga ya. Terimakasih dan sampai jumpa 😉😉
__ADS_1