KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Kebetulan


__ADS_3

Kini Nico membawa Elena ke sebuah pusat perbelanjaan.


Elena yang kesal hanya mengekor saja dibelakang Nico, Elena berpikir Nico tidak akan berbuat macam-macam karena Hendri sudah melihat wajah Nico.


Galeries Lafayette Prancis adalah mall yang sering dikunjungi Nico.


" Untuk apa kita kesini ?P " tanya Elena kesal.


" Untuk tidur, ya jelas untuk membeli bajulah memang kamu mau tidur disini " ucap Nico.


" Huh, aku kan cuma bertanya " kesal Elena.


" *D**ia sangat manis jika kesal* " batin Nico.


" Apakah kamu tidak tahu jika akan ada pesta penyambutan untuk para pebisnis muda, disana akan ada banyak relasi dan kolega bisnis dari berbagai negara, itu kesempatan bagus untuk para pemula seperti aku" ucap Nico.


" Jadi " tanya Elena acuh.


" Jadi aku akan membawamu sebagai partnerku " ucap Nico.


" Memangnya aku mau " tanya Elena ketus.


" Jelas harus mau, jika tidak bayangkan apa yang akan aku katakan kepada kakekmu tadi, kalau kamu berkelahi dengan banyak orang di Colmar " ucap Nico dengan mengancam.


" Kamu " teriak Elena kesal.


"Aku tidak bisa membiarkan lelaki busuk ini memberitahu Kakek jika waktu itu aku diserang " batin Elena.


"Hahaha " tawa Nico yang melihat wajah Elena kesal.


Dengan terpaksa Elena mengikuti Nico dengan menahan amarahnya.


" Ingat ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya aku mau berada di dekatmu, setelah pesta nanti selesai anggap saja kita tidak pernah berjumpa " ucap Elena.


" Oke,oke terserah padamu, asalkan kali ini kamu membantuku, karena biasanya ada adikku yang menjadi partnerku, tapi dia sedang tidak dirumah, jadi terpaksa aku memilih kamu " ucap Nico.


Setibanya Nico dan Elena disebuah toko gaun, Nico menyuruh Elena mencoba beberapa gaun untuk ia kenakan ke pesta nanti, namun setelah Elena mengenakan beberapa gaun selalu saja tidak cocok dari sudut pandang Nico. .


" Kalau yang ini bagaimana, apakah masih tidak cocok " tanya Elena.


"Emm, aku rasa yang itu kurang pas " ucap Nico.


"Shit ,terserah aku tidak mau mencoba gaun lagi, lebih baik kamu yang mencobanya sendiri " kata Elena berlalu pergi.


" Tolong bungkus gaun merah itu saja, aku rasa dia cocok memakainya" ucap Nico kepada salah satu pegawai ditoko tersebut.


Elena dengan kesal menuju kesebuah tempat makan yang ada di mall tersebut. " Aku harus menghubungi Kak Hendri jika aku akan pulang agak larut malam " gumam Elena.


Elena pun langsung menghuhungi Hendri memberi kabar jika ia akan pulang sedikit larut karena masih harus menyelesaikan beberapa masalah,tentu saja Elena sedikit berbohong kepada Hendri.


"Apakah kamu lapar " tanya Nico.


" Tidak " jawab Elena singkat.


"Oke,kalau begitu kita akan langsung bersiap, ada sebuah salon terkenal dilantai atas " ucap Nico.


" Ya ampun apa dikehidupan dulu aku pernah menghancurkan hidup seseorang, kenapa aku sial sekali bisa terlibat dengan pria seperti dia" gumam Elena.

__ADS_1


"Kamu sedang bicara apa " tanya Nico.


"Memangnya kamu dengar aku sedang berbicara " jawab Elena.


Saat kebersamaan Nico dan Elena tidak pernah luput dari yang namanya perdebatan, mereka berdua selalu saja berdebat didalam setiap pembicaraan apa pun.


Setelah mereka sampai di salon untuk bersiap ke pesta, Nico dan Elena pun berganti baju terlebih dahulu, baru setelah itu para pegawai salon merias Elena, Nico yang sudah selesai berganti baju pun menunggu Elena dengan sabar.


Setelah beberapa saat Elena pun selesai di make Up oleh para pegawai salon, Elena tampak sangat cantik dan anggun menggunakan gaun merah panjangnya.


"Aku sudah siap, apa kita berangkat sekarang " ucap Elena.


Nico yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya langsung tercengang melihat sosok Elena dengan tampilan yang anggun dan mempesona megenakan gaun.


" Aku bilang aku sudah siap, apa kita akan berangkat sekarang atau tidak " suara Elena menyadarkan Nico


" *S**ial, kenapa juga aku harus memilihkan baju yang seperti itu, pasti dia akan menjadi pusat perhatian saat dipesta nanti* " batin Nico.


"Emm, bagaimana jika kamu ganti gaun yang lebih formal " ucap Nico.


"Tidak, ini sudah waktunya kita pergi aku tidak mau membuang waktu lagi dan pulang terlalu malam " tolak Elena.


" Fine, kita berangkat sekarang " ucap Nico.


Kini Elena dan Nico dalam perjalanan ketempat pesta, didalam mobil Elena terus memalingkan wajahnya kearah jendela menatap jalanan, sedangkan Nico selalu curi pandang ke arah Elena.


Setibanya ditempat pesta Elena selalu mengekor dibelakang Nico, Nico yang bertemu dengan banyak para relasi bisnis menyapa dengan sangat antusias.


" Hey, aku lelah jika terus mengikutimu kesana kemari, bolehkah aku mencari tempat istirahat " ucap Elena.


" Boleh, tapi kemarikan dulu ponselmu " ucap Nico.


" Jika nanti aku sudah selesai, aku tidsk perlu repot-repot mencarimu, tinggal aku telfon saja mudah kan " ucap Nico.


Elena yang merasa sudah sangat lelah berjalan dari tadi, langsung menyerahkan ponselnya. " Ini " ucap Elena.


Nico pun mengetikan nomer telfonnya dan segera menelfon menggunakan ponsel Elena, Nico pun segera menyerahkan ponsel Elena kembali.


Setelah Elena mendapat ponselnya kembali ia segera mencari tempat untuk beristirahat.


"El, disini " teriak Aera yang melihat temanya.


" Aera kamu juga ada disini, sama siapa Ra " tanya Elena penasaran.


" Aku sama bos , yang ada tempat aku magang El " jawab Aera.


" Oh, jadi kamu jadi partner bos kamu Ra " ucap Elena


" Iya El " ucap Aera.


Akhirnya Elena merasa tidak buruk juga menghadiri sebuah pesta dengan pria busuk itu, karena ia bisa bertemu Aera secara kebetulan dipesta tersebut.


Dari sudut ruangan yang ramai, ada sepasang mata yang terus memperhatikan Elena.


" Jadi dia juga hadir dipesta ini " gumam Orang tersebut.


Elena dan Aera asyik mengobrol dan berbincang berdua, sampai suara yang agak asing mengganggu keseruan obrolan mereka.

__ADS_1


" Maaf mengganggu, tapi bolehkan aku berbicara empat mata dengan nona Elena " tanya Lucas.


Elena dan Aera pun sontak menengok kearah sumber suara tersebut.


"Kamu " ucap Elena dengan terkejut


" Kamu mengenalnya El ? " tanya Aera.


"Iya ra, maaf aku pergi sebentar ya " ucap Elena.


"Oke, santai saja El, lain waktu kita bisa mengobrol lagi kan " ucap Aera.


Elena pun kini pergi bersama Lucas untuk berbicara serius.


mereka mencari tempat yang tenang untuk berbicara.


" Kebetulan kita bertemu disini " ucap Lucas.


"Ada apa, lebih baik to the poin saja " ucap Elena ketus.


" Aku menerima perjodohan kita " ucap Lucas.


" Lalu menurut kamu, aku juga menerimanya " ucap Elena semakin ketus.


" Aku tahu kita tidak punya pilihan lain, jadi mari kita buat perjanjian dalam pernikahan " ucap Lucas dengan tegas.


"Oh my good, apa dia bisa membaca pikiran seseorang " gumam Elena pelan.


"Ehem, ehem, baiklah kita akan menulis secara detailnya, dan dalam tiga hari mari bertemu untuk membicarakan isi perjanjian tersebut " ucap Elena dengan percaya diri.


" Fine, dalam tiga hari mari bertemu lagi " ucap Lucas


Nico yang mencari keberadaan Elena tidak menemukan sosok Elena dimana pun, dan pada akhirnya ia melihat dua orang berbicara d ibalkon, Nico pun menghampiri dua orang tersebut dan benar saja itu adalah Elena.


"Ternyata kamu disini, aku sudah mencarimu dari tadi " ucap Nico sambil merangkul bahu Elena.


Elena yang kaget hanya melotot kepada Nico, Elena tidak mau berlama-lama diantara dua pria yang selalu membuatnya kesal itu.


"Baiklah, sepertinya aku harus permisi " ucap Elena kepada lucas.


" Oke, sampai jumpa lagi " ucap Lucas.


"Ternyata dia sudah mempunyai kekasih " gumam Lucas pelan.


Elena pun pergi dengan Nico meninggalkan tempat pesta, Elena yang merasa sangat lelah, meminta Nico untuk mengantarnya segera pulang.


Elena berpikir jika satu masalahnya dengan para pria sialan itu sudah selesai.


.


.


.


.


Jangan lupa like & coment ya vote jika ada poin lebih 🙏🙏😊😊

__ADS_1


Terimakasih masih setia membaca Kisah Elena 😉😉


selalu ditunggu part terbarunya ya.


__ADS_2