
Sudah satu minggu sejak pertemuan Lucas dan Lucifer.Saat Lucas sedang rapat di perusahaan Elena pun Lucas tampak tenang-tenang saja,tidak ada yang aneh dari sikap Lucas.
Namun sebenarnya Lucas dan Leo sedang merencanakan sesuatu untuk mengetahui kebenaran tentang Elena dan putranya.Melihat sikap Lucas yang biasa saja Elena pun memutuskan tidak akan menyembunyikan keberadaan Lucifer lagi.
Elena sudah mengira bahwa Lucas tidak ada mengingat masa lalu denganya.Karena Lucas sudah sepenuhnya melupakan Elena.
"Baiklah! mari hadapi kenyataan dan jangan jadi pengcut.Lagi pula kita sudah menjadi orang asing!" gumam Elena guna menyemangati diri.
Elena pun menghubungi Ken dan memberitahunya jika sewaktu-waktu Lucifer ingin menemuinya, Elena menyuruh Ken membawanya ke kantor.
"Irene! kamu siapkan makanan kesukaan Lucifer ya, nanti dia mau kesini." perintah Elena dengan senang.
"Tumben? bukanya nona melarang tuan Ken membawanya kesini ya?" tanya Irene.
"Itu dulu! sekarang tidak ada yang perlu aku khawatirkan!" jawab Elena dengan senyum lebar.
Beberapa saat kemudian Ken dan Lucifer sudah tiba di kantor Elena. Elena sangat senang karena ia tidak perlu menahan rindu jika ingin bertemu Lucifer saat masih jam kerja.
"Ken, maaf sudah merepotkanmu ya!" ucap Elena.
"Tidak apa-apa! lagi pula aku senang melakukannya." jawab Ken.
"Oh,ya! bagaimana dengan pekerjaanmu di New Zeland?" tanya Elena.
"Tenang saja, disana ada Alex dan pekerjaan masih terkendali." jawab Ken.
"Baiklah! Oh, ya apa kalian berdua sudah makan siang?" tanya Elena.
"Belum, kita mau makan siang sama mommy!" kata Lucifer.
"Kalau begitu mommy akan membelikan makanan yang sangat enak." ucap Elena.
"Aku tidak iku karena sudah ada janji! kalian selamat menikmati waktu makan siang ya!" ucap Irene.
Ken hanya tersenyum melihat Elena dan juga Lucifer yang terlihat sangat bahagia.Mereka bertiga pun tiba di restoran yang lumayan dekat dengan kantor Elena.
Saat tiba di restoran Elena pun langsung memesankan makanan yang paling enak untuk Lucifer.Siapa saja yang melihat,mereka seperti keluarga yang sangat bahagia.
"Sayang! apakah kamu sesenang itu memakan makan siangmu? sampai-sampai kamu lupa kalau mommy disini." ucap Elena.
"Bukan seperti itu mommy! Lu senang karena ini pesanan mommy dan juga kita bisa makan bersama." ucap Lucifer sambil tersenyum ceria.
Saat mereka bertiga makan dengan tenang,tiba-tiba ada suara langkan kaki yang mendekat ke arah mereka bertiga.
__ADS_1
"Selamat siang! kebetualan sekali kita bertemu disini! tuan dan nyonya Relampago!" ucap Lucas.
"Ah! selamat siang juga tuan Lucas!" sapa Ken.
"Bolehkah saya bergabung dimeja anda, karena sekertaris saya ada urusan mendadak jadi saya harus sendirian.Itu pun jika anda berdua tidak keberatan." kata Lucas.
"Silahkan! lagi pula mejanya cukup luas." ucap Ken.
Elena yang berpikir tidak akan bertemu Lucas disaat jam luar kantor menjadi sedikit tidak mood untuk makan.Namun Elena menepis dan berpikir bahwa mereka sekarang adalah orang asing.
"Putra anda sangat tampan ya! Nona Elsha." ucap Lucas.
"Benarkah?" kata Elena.
Ken yang merasa khawatir dengan Elena pun membantu mencairkan suasana saat itu.
"Lucifer tampan karena mirip mommy nya!" tambah Ken.
"Benar dia sangat mirip dengan nona Elsha." kata Lucas.
"Bukanya dia lebih mirip sama kamu di bandingkan aku? dasar!" batin Elena.
"Sayang, makannya pelan-pelan saja, mommy mau ke toilet sebentar ya!" pamit Elena.
"Saya permisi sebentar ya!" kata Ken.
"Oh,silahkan! anda tidak perlu khawatir." kata Lucas.
Entah itu anugrah atau apa pun, kesempatan seperti itu tidak akan datang untuk kedua kalinya pikir Lucas.
Lucas hanya ingin memastikan bahwa rasa penasaranya selama ini bisa terjawab dengan pasti.
"Sayang,apakah kamu mau ini?" tanya Lucas sambil menunjukan permen karet rasa buah kepada Lucifer.
"Wah! itu bubble gum. Apakah itu untuk Lu?" tanya Lucifer.
"Iya,ini untuk kamu sayang!" jawab Lucas.
"Tapi nanti mommy marah!" kata Lucifer murung.
"Emm! bagaimana kalau seperti ini? kamu bisa makan satu setelah rasa manisnya habis, uncle yang akan membuangkannya untuk kamu,jadi mommy Lucifer tidak akan tau." bujuk Lucas.
"Oke,uncle janji ya! jangan bilang mommy soal ini!" kata Lucifer sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
"Iya,uncle janji."kata Lucas sambil tersenyum.
__ADS_1
Lucifer pun memakan permen karet pemberian Lucas.Lucifer terlihat sangat senang apa lagi itu permen rasa buah,pasalnya Elena sangat melarang Lucifer terlalu sering makan makanan yang manis.
Saat mengetahui Elena kembali dari toilet, Lucifer pun buru-buru menyerahkan permen karet bekas kunyahan tersebut kepada Lucas.
"Sayang,apakah kamu sudah selesai makan?" tanya Elena.
"Sudah mommy!" jawab Lucifer.
"Tapi tumben sekali makanan Lucifer masih tersisa?" ucap Elena.
"Karena Lu....Sudah kenyang mommy!" kata Lucifer sambil tersenyum.
"Apakah Lucifer selalu menghabiskan makanannya?" tanya Lucas.
"Iya! tapi jika memakan makanan manis,pasti dia akan menyisakan makanannya." jawab Elena tanpa sadar.
Melihat wajah Elena yang kebingungan bercampur rasa canggung membuat hati Lucas semakin yakin bahwa wanita di depannya saat ini adalah Elena.
"Apakah kamu sudah selesai? jika sudah mari kita kembali!" ucap Ken sambil merangkul bahu Elena dan menggendong Lucifer.
"Iya,kami sudah selesai." jawab Elena lembut.
Lucas menjadi sangat kesal saat melihat tangan Ken merangkul Elena,perasaan yang ia rasakan saat itu bercampur aduk. Namun ia menepis perasaan itu sampai semuanya jelas bagi Lucas.
"Kalau begitu kami bertiga pamit dulu,tuan Lucas!" pamit Ken.
"Iya,hati-hati di jalan." ucap Lucas.
...****...
Di lain sisi saat Madona tiba di Bandara Prancis, ia segera bergegas menuju ke tempat tinggal Elena.Namun saat dalam perjalanan menuju rumah Elena tiba-tiba seorang pria berpakaian pasien Rumah Sakit berlari ke arah mobilnya.
Karena Madona juga seorang Dokter,ia tau bahwa laki-laki tersebut adalah seorang pasien.Madona menjadi semakin khawatir dan tanpa pikir panjang membuka pintu mobilnya untuk menolong pria tersebut.
Karena Madona tau bahwa ada segerombol mafia yang mengejar pria tersebut.Entah masalah apa yang dialami pria tersebut yang ada dipikiran Madona,yang terpenting saat itu adalah menyelamatkan pria tersebut.
"Kamu baik-baik saja? haruskan kita langsung kerumah sakit?" tanya Madona.
Pria tersebut hanya menggelengkan kepalanya dan pingsan setelah itu.Madona pun semakin panik,ia lalu memerintahkan sopirnya untuk mencari rumah yang bisa ia sewa.
"Kamu hubungi agensi perumahan.Aku akan menyewakan rumah untuknya,tidak mungkin jika aku membawanya ke tempat tinggal Elena kan!" perintah Madona.
"Baik,akan saya laksanakan,nona!" jawab supir Madona.
Madona pun menghubungi Irene guna memberitahu bahwa dirinya tidak jadi ke Prancis hari ini,karena penerbangannya di tunda akibat cuaca.Madona berbohong karena ia ingin merawat pria tersebut lebih dulu.
^^^Bersambung😊^^^
__ADS_1