
Beberapa hari pun berlalu seperti biasa.Terkadang Elena merasa khawatir tentang ucapa Lucas tempo hari.
"El! Kamu tidak kerja hari ini?" tanya Madona.
"Tidak!" jawab Elena cepat.
"Apakah ini hari libur?" tanya Madona lagi.
"Tidak!" jawab singkat Elena.
"Apakah ada masalah? coba ceritakan mungkin aku bisa membantumu." ucpa Madona.
"Aku hanya sedikit kepikiran tentang ucapan seseorang!" kata Elena.
Madona pun mengerti jika Elena belum siap untuk bercerita tentang masalahnya.
"Baiklah! Bagaimnana kalau kita menjemput Lucifer ditaman kanak-kanak?" ucap Madona.
"Itu ide yang bagus! Lagi pula hari ini aku tidak akan masuk kerja." kata Elena.
Disaat Elena dan Madona bersiap untuk menjemput Lucifer, tiba-tiba Elena mendapat telepon dari pihak taman kanak-kanak tempat Lucifer belajar bahwa Lucifer sudah dijemput daddynya.
"Ternyata Ken sudah menjemputnya!" kata Elena.
"Oh! Ya sudah kalau begitu!" ucap Madona.
"Kalian kenapa? Siapa yang menjemput siapa?" tanya Ken dari arah dapur sambil membawa secangkir kopi.
"Katanya Ken sudah menjemput Lucifer!" jawab Elena tanpa sadar.
Ken pun terdiam mendapat jawaban yang tidak ia mengerti dari Elena.Setelah beberapa saat terdiam, Elena,Madona dan Ken pun menjadi terkejut dan kalang kabut.
"Ka-kamu dirumah? Lalu yang menjemput Lucifer siapa?" tanya Elena gelisah.
"Bukannya kamu tau kalau aku dari pagi dirumah?" tanya Ken balik.
"Bukan waktunya berdebat! Kita pergi jemput Lucifer sekarang!" ucap Madona.
Mereka bertiga pun pergi bersama-sama ke taman kanak-kanak tempat Lucifer.Namun saat tiba ditempat mereka tidak menemukan Lucifer.
Disisi lain Lucas sedang menikmati waktu bersama Lucifer ditaman bermain.Lucas tampak bahagia dan terus tersenyum lebar karena melihat Lucifer yang begitu bersemangat.
Elena,Ken dan Madona pun tampak kebingungan mencari Lucifer, tak beberapa lama kemudian seorang guru yang bekerja ditempat
itu,memberi secarik kertas berisi nomer telepon seseorang.
Tanpa pikir panjang Elena langsung menelpon nomer tersebut.
"Dimana kamu? Kemana kamu membawa anakku?"tanya Elena.
"Tenanglah dia aman bersamaku! Kita sedang bersenang-senang ditaman bermain." jawab Lucas.
"Beraninya kamu membawa anakku?"teriak Elena.
__ADS_1
"Jangan lupa dia juga darah dagingku! Pikirkanlah perkataanku dengan serius selagi kamu menuju kesini!" ucap Lucas.
"Dasar bereng*ek!" ucap Elena.
"El,kamu tenang dulu! Jangan marah-marah." ucap Madona.
Elena,Madona dan Ken pun kini dalam perjalanan menuju taman bermain untuk menjemput Lucifer.Sesampainya ditaman bermain Elena langsung bergegas mencari Lucifer.
"El, pelan-pelan." kata Madona.
"Tapi aku harus segera menemukan Lucifer!" ucap Elena.
Saat Elena fokus mencari keberadaan Lucifer dan Lucas,bertepatan dengan itu Elena melihat Lucas yang sedang duduk manis sendirian disebuah cafe.
"Dimana putraku?" tanya Elena sambil mencengkeram kerah baju Lucas.
"Elena?" kata Lucas yang terkejut melihat Elena didepannya.
"Jangan membuatku mengulangi pertanyaanku untuk yang kedua kalinya!" ucap Elena tegas.
"Bsiklah-baiklah! Kamu lebih baik tenang dulu. Lucifer aman bersamaku, tidak mungkinkan aku membahayakan putraku sendiri!" ucap Lucas.
"Dia anakku!" tegas Elena.
"Dan juga anakku!" ucap Lucas.
"Kamu tetap disini! Ada yang perlu kita bicarakan!" perintah Lucas sambil menggenggam tangan Elena.
"Dasar sialan!" gumam Elena.
"Apakah kamu sudah memikirkan tawaranku?" tanya Lucas.
"Mimpi saja!" jawab Elena.
"Oh! Baiklah, mungkin hari ini aku cuma membawa Lucifer bermain. Tapi mungkin lain kali kamu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi!" ancam Lucas.
"Aku minta maaf El! Aku tidak bermaksud berkata kasar padamu. Namun aku ingin menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu, meskipun dengan cara seperti ini." batin Lucas sedih.
"Beraninya kamu berkata seperti itu!" ucap Elena sambil memukul atas meja.
"Aku sudah bilangkan! Pikirkan tawaranku dengan serius. Maka kita bisa membesarkan Lucifer bersama." ucap Lucas.
"Bersama? Kita? jangan berharap,setelah semua yang kamu lakukan kepadaku,aku tidak mungkin bersamamu!" ucap Elena tegas.
"Hanya 3 bulan! Selama 3 bulan,jika kamu tidak bisa memaafkanku aku akan membiarkanmu hidup tenang dengan Lucifer tanpa kehadiranku!" bujuk Lucas.
Elena tampak berpikir serius dengan perkataan Lucas, ia berpikir setelah 3 bulan dirinya dan juga Lucifer bisa hidup tenang seperti dulu tanpa harus mencemaskan kehilangan Lucifer.
"Apa kamu serius dengan ucapanmu?" tanya Elena sedikit ragu.
__ADS_1
"Iya, aku berjanji!" ucap Lucas.
"Baiklah,hanya 3 bulan!" ucap Elena.
Lucas pun terlihat sangat bahagia dengan jawaban yang di berikan Elena.Lucas pun mulai menjelaskan bahwa mulai besok dia akan membawa Elena dan Lucifer pindah kerumahnya.
Lagi pula Lucas sudah memberitahu Lucifer bahwa Lucas adalah daddynya yang selama ini dia rindukan.
...****...
Disisi lain tempat Zoya berada. Zoya sangat marah karena mendengar berita dari anak buahnya kalau Lucas pergi ke taman bermain dengan seorang anak kecil dan wanita cantik.
Ketika Zoya melihat foto dari anak buahnya, Zoya semakin kesal dan marah.
"Apakah dia hidup kembali?Benarkah dia Elena? Akkhh! Sial!" kesal Zoya.
"Hubungi pimpinan! Aku harus membuat rencana agar dia lenyap untuk selamanya." perintah Zoya.
"Baik, nona akan saya laksanakan!" ucap anak buah Zoya.
"Mau dulu atau sekarang, aku tidak akan tinggal diam jika kamu mendekatinya lagi!" gumam Zoya dengan sangat marah.
Setelah Zoya menghubungi pemimpin yang kini di ikutinya, mereka pun langsung bertemu disebuah cafe untuk membahas rencana yang Zoya harapkan.
"Maaf,apa aku terlambat?" tanya wanita tersebut.
"Tidak,nyonya! Aku juga baru sampai!" jawab Zoya.
"Oh,begitukah! Baiklah, aku dengar kamu sangat marah dan juga gelisah, apakah itu benar?" tanya wanita tersebut.
"Iya,nyonya! Aku merasa sangat kesal. Usaha kita menghancurkan keluarga Yustaf kini sia-sia,karena Elena keturunan darah Yustaf masih hidup! Setelah kita susah payah menyingkirkannya." kesal Zoya.
"Ah! Jadi kabar kalau dia masih hidup ternyata benar! Aku sudah mulai curiga ketika Hans bersikeras ingin berinvestasi ke perusahaan Elian's Company." ucap wanita tersebut.
"Apakah lelaki itu masih tidak bisa melupakan si jala*g Elena?" ucap Zoya.
"Sepertinya begitu!" jawab wanita tersebut.
"Lalu kita harus bagaimana? Sedangkan Hendri belum kita temukan!" ucap Zoya.
"Kita hanya perlu mengamati keadaan wanita itu terlebih dulu, lalu kita bergerak perlahan dan santai, kita usahakan kali ini tidak ada kegagalan." ucap wanita tersebut.
"Apa kita hanya mengamatinya saja?" tanya Zoya.
"Benar, kamu harus mengamati setiap gerak gerik wanita itu! Apa lagi jika kamu di dekat Lucas maka akan semakin mudah mencari kelemahannya." ucap wanita tersebut.
"Baiklah,akan saya jalankan perintah anda! Asal kali ini dia benar-benar lenyap untuk selamanya." ucap Zoya.
Disatu sisi kini Madona mendapat panggilan telepon dari bawahannya yang mengatakan bahwa pria yang ia temukan sudah sadar. Namun ada sesuatu yang penting mengenai pria tersebut.
^^^Bersambung😊^^^
__ADS_1