
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat. 4 Tahun telah berlalu kini Elena sudah terbiasa hidup di negara New Zeland tersebut, Aera yang menjadi sahabat Elena harus bolak balik antara Prancis dan juga New Zeland.
Di kantor milik Elena, semua pekerja yang ada di bawah Elena merasa sangat senang di bawah pimpinan wanita seperti Elena. Elena menjadi sosok yang tegas, berani, cerdas dan adil dalam mengambil dan membuat keputusan dalam bisnis.
"Maaf! CEO Elsha tidak ada ditempat! harap kembali saat beliau sudah berada di ruangannya." ucap Rena sekertaris Elena kepada salah satu klien bianis Elena.
"Baik! tolong buatkan janji dengan CEO Elsha secepatnya!" ucap klien tersebut.
Karena menjadi single mom Elena harus extra membagi waktu antara pekerjaan dan juga anak tercintanya, tapi terkadang Lucifer juga di asuh oleh Dona dan juga Ken tentunya.
Di rumah tempat tinggal Elena dan Lucifer.
"Sayang! cepat bangun, bukankah hari ini kamu akan pergi jalan-jalan dengan ayah angkat!" ucap Elena kepada putra tercintanya.
"Lu! masih mengantuk mom! sebentar lagi ya!" ucap Lucifer dengan suara khas anak berusia 4 tahun.
"Tapi ayah angkat sudah menunggu di bawah! bukannya Lu dan ayah mau ke taman bermain ya!" ucap Elena dengan penuh sayang.
Lucifer pun menuruti perkataan mommy nya, ia bangun dan besiap menemui Ken.
"Hai, sayang!" sapa Ken kepada Lucifer.
"Foster father! Lu rindu sekali." ucap Lucifer khas anak kecilnya.
"Benarkah sayangnya ayah rindu? ayah juga rindu sekali dengan Lu!" ucap Ken penuh sayang.
Lucifer hanya tertawa menanggapi perkataan Ken.
"Kalian bersenang-senanglah! Oke! Ken aku titip Lucifer ya!" ucap Elena.
"Kamu tenang saja El! aku akan menjaga Lucifer dengan sepenuh hati!" ucap Ken.
"Iya-iya aku percaya! cepat sana berangkat!" ucap Elena.
"Oke! mari kita berangkat, sayang!" ucap Ken kepada Lucifer.
Tidak lama kemudian Irene datang menjemput Elena karena ada metting dengan klien penting.Irene yang menjadi orang kepercayaan Elena selalu berada didekat Elena.
"Maaf membuatmu menunggu Irene!" ucap Elena sambil masuk ke mobil.
__ADS_1
"Tidak apa-apa! aku mengerti kamu harus membagi waktu dengan tuan muda Lu!" kata Irene.
Irene yang sudah bersama dengan Elena selama 3 tahun lebih sudah mengenal Elena dengan cukup baik, Irene yang sebelumnya pembunuh bayaran menjadi tangan kanan Elena yang dapat diandalkan.
...****...
Di sisi lain, di negara Prancis temat tinggal Lucas.
"Luc! apa kamu ada didalam!" tanya Leo.
Namun tidak ada sepatah kata pun yang terdengar di dalam ruangan Lucas, Leo pun memutuskan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Ternyata benar! kamu sedang apa disini sendirian? bukankah calon pengantin seharusnya bahagia!" ucap Leo sedikit menggoda.
"Apa menurutmu aku bisa bahagia? selama 4 tahun terakhir aku sudah tidak merasakan yang namanya kebahagiaan!" ucap Lucas.
"Lalu apa yang kamu inginkan? seharusnya jika kamu tau akan menyesal kenapa dulu kamu tidak memilih menyelamatkan Elena?" tanya Leo.
"Bukankah kamu sudah tau, jika aku memiliki hutang budi kepada Zoya!sehari sebelum kejadian Zoya meminta jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, dia meminta untuk hidupnya diselamatkan!" ucap Lucas penuh emosi.
"Sepertinya ada yang aneh! sehari sebelym kejadian Zoya meminta hal seperti itu? ke esokannya kejadian yang mengerikan itu terjadi! apakah ini sudah direncanakan?" kata Leo penuh keraguan.
"Baik! Oh, ya! kamu ingatkan seorang wanita, teman Elena satu-satunya diam-diam aku mencari tau tentang dirinya. Dan ternyata selama 4 tahun terakhir dia sering pulang pergi antara negara Prancis dan New Zeland!" ucap Leo serius.
"Lalu apa yang aneh? mungkin dia sedang melakukan dinas atau ada keluarganya yang berada disana!" ucap Lucas acuh.
"Dia yatim piatu sejak 3 tahun yang lalu! dia tidak punya sanak saudara. Terlebih jika benar sedang melakukan dinas, kenapa harus sering membeli mainan anak kecil!" ucap Leo heran.
"Ap...apa? mainan anak kecil!" kata Lucas yang terkejut seraya menghentikan pekerjaannya.
Leo hanya mengangguk tanda membenarkan. Lucas dan Leo pun berpikir dengan serius tentang masalah Aera.
"Selidiki lebih lanjut, dengan siapa dia bertemu dan memberikan hadiahnya!" perintah Lucas.
"Sudah! ini laporannya. Dia sering mengunjungi seorang wanita bernama Elsha, yang aku tau Elsha ini juga seorang Business Woman yang sukses di negara New Zeland. Tapi belum ada yang tau dia seperti apa!" ucap Leo.
"Maksudnya?" tanya Lucas.
"Tidak ada yang tau dia wanita seperti apa, wajah, penampilan dan lain sebagainya belum ada yang tau! dia belum menunjukan wajahnya secara terbuka! jika mengharuskan tampil di publik dia menyuruh asistenya yang bernama Irene. Aku sudah menyelidikinya bahkan aku pun tidak berhasil bertemu dengan CEO wanita tersebut." ucap Leo.
" Sudahlah! mungkin itu hanya rekan bisnis Aera!" ucap Lucas.
__ADS_1
Setelah pembicaraan panjang lebar antara Lucas dan Leo, kini Lucas pergi menemui Zoya karena mereka harus mencoba dan mencocokan baju pernikahan mereka.
Zoya terlihat sangat bahagia karena akhirnya ia bisa memiliki Lucas kembali, namun disatu sisi Lucas terus teringat perkataan Leo, apa mungkin benar kejadian yang menimpa Elena sudah ada yang merencanakan semua itu?
Lucas masih mencoba menyingkirkan pemikiran yang menurutnya tidak akan mungkin Zoya melakukan perbuatan jahat seperti itu,karena Lucas merasa sangat mengenal Zoya.
...****...
New Zeland , tempat Elena tinggal.
"Kamu kapan sampai Ra?" tanya Elena.
"Sekitar tiga jam yang lalu! dimana Lu tercintaku? aku mencarinya disetiap sudut rumah tapi tidak ada!" kata Aera kecewa.
"Ah! Lucifer tadi pagi pergi ketaman hiburan bersama Ken! mungkin sekarang ada dirumah Ken!" jawab Elena santai.
"Apa! dirumah lelaki yang dingin itu? kamu kenapa menitipkan Lu kepada pria itu! ayo kita harus menjemputnya sekarang." kata Aera.
"Tapi Ra! sebentar lagi mereka semua pasti kesini, kita tunggu saja!" ucap Elena.
Aera merasa kesal karena saat Aera tiba ia tidak bisa langsung bertemu dengan Lucifer.Padahal ia jauh-jauh datang karena merindukan Lucifer.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Aera pun mendengar suara mobil di luar rumah, itu menandakan bahwa Lucifer sudah pulang. Aera pun langsung berlari keluar menjemput Lucifer.
Dona, Ken dan Lucifer berjalan beriringan, Irene yang berada didalam punya firasat akan ada pertarungan sengit dalam memperebutkan Lucifer.
"Wah-wah! kalian seperti keluarga yang harmonis ya!" goda Aera.
"Urus saja urusanmu sendiri!" kata Ken.
"Huh! Lu sayangku! cepat kemari aku sudah membelikan mainan untukmu! mari kita lihat." ucap Aera mengabaikan perkataan Ken.
Lucifer pun berlari kearah Aera, Elena, Irene dan Dona yang melihat pertengkaran antara Ken dan Aera pun hanya tersenyum karena sudah terbiasa bagi mereka.
Lucifer Sha Yustaf (3) pintar,imut dan menggemaskan selalu menuruti perkataan mommy nya yaitu Elena.
.
.
.
__ADS_1
Maaf jika cerita kurang menarik, karena masih pemula,selalu dukung ya like,coment dan vote juga, Terimakasih.