
Dua minggu telah berlalu Elena yang memimpin perusahaan peninggalan mamanya menjadi semakin sukses, Aera pun masih setia menjadi tangan kanan Elena di perusahaan.
"Maaf nona, ada tawaran bisnis lagi dari perusahaan milik tuan Lucas!" ucap sarah sekertaris Elena.
"Lagi?" ucap Elena.
"Iya, mereka sudah lebih dari lima kali mengirim tawaran bisnis kepada Ceo Elsha!" ucap sarah.
"Baiklah kamu segera urus berkas-berkas kerja samanya." ucap Elena.
"Baik nona." jawab sarah.
Elena nampak begitu stres karena pekerjaannya semakin banyak dan di tambah masalah Lucas yang ingin berkerja sama dengannya.
"El! lebih baik kamu istirahat dulu deh. Kamu tau tidak kalau muka kamu itu seperti kain cucian!" ucap Irene.
"Huh! memang kenapa muka ku?" tanya Elena.
"Kusut!" jawab Irene tegas.
"Ap-Apa! kusut? sialan muka ku cantik begini di bilang kusut bilang saja kalau kamu bosan dan ingen keluar!" teriak Elena.
"Haha! perkataanmu Itu tidak salah juga sih." jawab Irene terus terang.
"Baiklah kita keluar sekarang lagi pula ini sudah waktunya istirahat siang." ucap Elena.
"Ah!apa kita kita mengajak Aera?" tanya Irene.
"Kita tanya Aera dulu." jawab Elena.
Setelah mereka menemui Aera ternyata Aera sudah pergi makan siang dengan temannya, jadi Elena memutuskan untuk pergi berdua dengan Irene saja.
Saat dimobil Elena nampak banyak memikirkan sesuatu, jelas itu membuat Irene bertanya-tanya apa yang dipikirkan Elena sampai seserius itu.
"El! harap mukanya dikondisikan ya! sekarang terlihat semakin kusut muka kamu." goda Irene.
"Sialan!" jawab Elena sambil sedikit tersenyum.
Di saat Elena mengemudikan mobilnya dia melihat Lucas sedang berjalan bersama Zoya. Elena memang tau kalau Lucas dan Zoya berencana menikah tapi karena alasan yang tidak diketahui Elena pernikahan mereka tertunda.
"Huh! sungguh pasangan yang sangat serasi." gumam Elena.
Irene yang sibuk bermain ponselnya tidak mengetahui jika Elena bergumam karena melihat Lucas dan Zoya.
Di sisi lain Lucas sedang memenuhi keinginan Zoya sebagai tanda permintaan maafnya karena pernikahan mereka batal gara-gara Lucas.
Lucas pun sempat melihat Elena walau pun dia tidak yakin dengan penglihatanya sendiri, dia mengira itu hanya khayalannya saja.
"Apakah itu Elena? Ah, apa yang aku pikirkan tidak mungkin itu Elena." gumam Lucas.
"Luc, kenapa berhenti? ayo nanti kita terlambat." ucap Zoya.
"Baiklah." jawab Lucas singkat.
...****...
Kini Elena dan Irene tiba di sebuah restoran untuk makan siang, tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk dari nomer asing.
__ADS_1
"Kenapa tidak kamu angkat El?"tanya Irene.
"Dari nomer asing apakah aku harus mengangkatnya?" tanya Elena balik.
"Angkat saja El, siapa tau itu penting!" ucap irene.
"Baiklah!" jawab Elena."
Saat Elena menerima panggilan tersebut, betapa terkejutnya dia bahwa Ken yang menghubungi dirinya dan berkata dia dan Lucifer sudah berada di Prancis.
"Iren, ayo kita cepat bergegas ke Bandara!" ucap Elena.
"Memangnya ada apa El?" tanya Irene.
"Aku akan menjelaskannya dalam perjalanan." jawab Elena.
Irene pun hanya menuruti permintaan Elena tanpa bertanya lagi. dalam perjalanan Elena memberitahu Irene bahwa Ken sudah ada di Prancis.Setelah tiba di Bandara Elena segera mencari keberadaan Ken dan Lucifer.
"Mommy!" teriak Lucifer.
Elena pun mencari sumber suara tersebut dan akhirnya Elena menemukan Lucifer dan berlari ke arahnya.
"Sayang! mommy rindu!" ucap Elena sambil memeluk erat Lucifer.
"Lu juga rindu mommy!" ucap Lucifer.
"Maaf! Lucifer terus meminta bertemu denganmu jadi aku terpaksa membawanya kesini!" ucap Ken.
"Huft! Tidak apa-apa lagi pula disini ada Irena dan bawahan yang sudah terlatih jadi pasti bisa menjaga Lucifer dengan baik." ucap Elena lembut.
Ken dan Elena pun tertawa karena mereka tau jika pulang Irene bisa tidur saat pulang kerumah,karena kebiasaan Irene adalah bermalas-malasan saat tidak ada pekerjaan.
Setelah beberapa saat mereka tiba di kediaman di mana Elena dan Irene tinggal. Saat di perjalanan pulang Elena meminta agar Ken tinggal bersama mereka agar mudah bagi para bodyguard menjaga mereka semua.
"Oh, ya! apa Madona tidak iku?"tanya Elena.
"Dia akan menyusul sekitar dua hari lagi,karena dia masih ada beberapa urusan di rumah sakit." jawab Ken.
"Em, baiklah! aku harap dia cepat kesini!" ucap Elena.
...****...
Pagi hari ketika Elena akan berangkat ke kantor,Lucifer seperti tidak mau ditinggal oleh Elena karena beralasan masih rindu dengan mommy nya.
"Sayang, mommy harus berangkat ke kantor dulu ya! besok mommy janji akan mengajak Lu jalan-jalan!" bujuk Elena.
"Tapi Lu masih rindu mommy!" rengek Lucifer.
"Tapi mommy juga harus berkerja kan! kasihan orang-orang yang kerja sama mommy jika mommy bermalas-malasan!" bujuk Elena lagi.
"Baiklah! tapi mommy janji ya besok jalan-jalan." ucap Lucifer.
"Iya,mommy janji!" ucap Elena.
Akhirnya Elena pun berangkat ke kantor bersama Irene, sedangkan Ken menjaga Lucifer di rumah.
"Father! bisakah kita membeli ice cream?" tanya Lucifer.
"Bisa! tapi nanti ya, sekarang masih pagi." jawab Ken.
__ADS_1
"Baiklah!" ucap Lucifer.
Karena sudah sejak bayi Lucifer dekat dengan Ken jadi panggilan pun Ken sudah terbiasa dengan panggilan Ayah dari Lucifer. Elena dan Ken pun tidak mempermasalahkan panggilan mereka.
Namun Lucifer juga faham kalau Ken hanya ayah angkatnya bukan ayah biologisnya,karena kecerdasan yang dimiliki Lucifer jadi mudah baginya memahami situasi di sekitarnya.
Pada saat siang hari, waktu sudah menunjukan kalau saatnya waktu makan siang Ken pun mengajak Lucifer pergi untuk mencari makan siang sekaligus membeli ice cream.
"Sayang, ayo! katanya minta dibelikan ice cream?" tanya Ken.
"Tapi Lu minta ice cream yang banyak!" kata Lucifer.
"Ingat! jangan makan ice cream banyak-banyak itu tidak baik untuk perut Lucifer!" ucap Ken sambil menggendong Lucifer.
"Baik-baik!" kata Lucifer sedikit cemberut.
Ken hanya tertawa melihat espresi wajah Lucifer yang cemberut. Dari kecil Lucifer sudah sangat penurut dengan perkataan dari Elena dan Ken.
Saat tiba di sebuah restoran Ken dan Lucifer memesan makan siang terlebih dulu,tak lupa Lucifer mengingatkan jika Ken tidak boleh sampai lupa menesan ice cream.
Lucifer terlihat makan dengan sangat lahap.Pada saat itu pelayan tidak sengaja menumpahkan minuman di lengan baju Ken,dengan kepribadian Ken,ia memaaf kan pelayan tersebut .
"Sayang! Father ke toilet sebentar ya! Father mau membersihkan noda ini dulu,kamu tetap disini ya,sampai Father datang lagi!" ucap Ken.
Lucifer yang asik memakan ice creamnya hanya mengangguk tanda mengerti. Setelah beberapa saat tiba-tiba Lucifer juga ingin pergi ke toilet untuj buang air kecil,namun Ken belum juga kembali.
Lucifer pun turun dari tempat duduknya dan ingin pergi ke toilet sendiri.Namun saat mencari-cari toiletnya Lucifer tidak menemukan tempatnya.
"Uncle! bisa tolong antarkan Lu ke toilet?" kata Lucifer kepada seorang laki-laki.
"Oh,apakah kamu sendirian?" tanya orang itu.
"Tidak! Lu bersama dengan Father tapi dia ke toilet lebih dulu untuk membersihkan baju." jawab Lucifer dengan nada khas anak kecilnya.
Pria itu pun mengantar Lucifer dengan senang hati, karena baru pertsma kali ia menemui anak kecil semenggemaskan itu.Saat Ken kembali ia panik karena Lucifer tidak ada ditempat. Ken pun bertanya kesana kemari dengan gelisah.
Pria yang mengantar Lucifer pun menggendong Lucifer dengan penuh perasaan sayang,ia juga merasa heran baru pertama kali ia rasakan perasaan yang begitu nyata untuk seorang anak kecil yang asing baginya.
"Father!" teriak Lucifer yang melihat Ken.
"Sayang,apa kamu baik-baik saja? tau kah aku mencarimu kemana-mana?" ucap Ken sambil memeluk Lucifer.
Ken pun melihat dua orang pria yang membawa Lucifer tadi dengan tatapan penuh tanya, jelas saja dua orang itu langsung menjelaskan dengan sangat rinci karena tidak mau dianggap menculik anak orang.
"Saya minta maaf karena sudah merepotkan anda berdua!" ucap Ken merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa! lagi pula dia anak yang sangat pandai dan penurut." ucap pria tersebut.
"Sekali lagi terima kasih! Oh, ya perkenalkan saya Ken Relampago!" ucap Ken.
"Perkenalkan juga saya Lucas Abellard dan ini Leo!" ucap Lucas.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi! maag kami harus pamit." ucap Ken.
"Baiklah sampai jumpa." ucap Lucas.
Ternyata orang yang membantu Lucifer adalah Lucas dan juga Leo, kebetulan pada saat itu mereka baru bertemu dengan kkien bisnis mereka.
"Lihatlah! jika orang yang tidak tau melihatmu dengan anak kecil tadi akan mengira bahwa kalian adalah ayah dan anak biologis." ucap Leo sambil memberikan foto Lucas saat menggendong Lucifer.
"Dari mana kamu mendapaf foto ini?" tanya Lucas sambil tersenyum.
"Oh,aku mengambilnya pada saat kamu keluar menggendong anak kecil tadi." jawab Leo santai.
__ADS_1
^^^Bersambung😊^^^