
Tiga hari pun sudah berlalu sejak kejadian itu.Kini Elena menjalani hari seperti biasa apa lagi Madona sudah berada di rumahnya.
"Bagaimana keadaan Irene?" tanya Elena.
"Dia baik-baik saja,cuma butuh istirahat beberapa hari!" ucap Madona.
"Apakah akan lama?" tanya Elena lagi.
"Sekitar 4 sampai 5 hari!" jawab Madona.
"Lalu aku harus bagaimana! Dua hari lagi akan ada pesta peresmian perusahaan tuan Simons!" ucap Elena.
"Kamu bisa pergi denganku kan! Aku akan menjadi partnermu menggantikan Irene." ucap Madona.
"Tidak bisa! Bukankah kamu sudah bilang kalau dua hari lagi kamu ada urusan penting." ucap Elena sambil cemberut.
Dibalik sifat Elena yang ganas,bengis dan tak kenal ampun saat bertarung ada juga sifanya yang manja dan kekanakan saat bersama orang-orang yang di sayangi Elena.
"Iya-iya maaf! Bsgaimana kalau pergi dengan Ken?" tanya Madona.
"Entahlah aku belum bertanya kepada Ken! Tapi kalau Ken jadi partnerku siapa yang menjaga Lucifer?" kata Elena terlihat bingung.
Madona pun hanya tertawa saat melihat Elena yang sedang gelisah.
"Sudahlah aku ke kantor dulu ya!" pamit Elena.
Saat Elena pergi ke kantor Madona pun dengan sangat cepat menghubungi anak buahnya untuk menanyakan kondisi pria yang ia selamatkan.
Anak buah Madona pun memberitahu kalau kondisi pria tersebut masih sama dan belum ada tanda-tanda sadarkan diri.
Di tempat lain kini Lucas sedang sibuk berkerja.Namun tiba-tiba sekertarisnya memberitahukan bahwa Dokter Diego datang. Lucas pun mempersilahkan Dokter Diego untuk masuk.
"Apakah saya mengganggu?" tanya Diego.
"Tidak! Justru aku senang kamu bisa datang kemari." ucap Lucas.
"Benarkah! Sepertinya anda sangat menunggu kabar dariku ya!" goda Diego.
"Benar, karena aku perlu memastikannya." kata Lucas.
"Baiklah, ini hasilnya tes DNA nya sudah keluar anda bisa membacanya sendiri." ucap Diego.
Lucas pun membuka amplop yang berisi hasil tes DNA nya dengan Lucifer.Lucas pun membaca sangat teliti dan pada akhirnya ia mengetahui bahwa hasil tes 99,99% menyatakan dirinya dan Lucifer adalah ayah dan anak.
"Ap-apakah,ini nyata? apakah kamu sudah memastikan tidak ada kekeliruan?" tanya Lucas.
"Iya,itu hasil yang keluar cocok, aku bahkan mengujinya dua kali." ucap Dokter Diego.
Lucas pun sangat senang dan tidak bisa berkata-kata lagi.Karena terlalu senang ia sampai lupa dan ingin langsung berlari menemui Elena.
"Anda mau kemana?" tanya Diego.
"Aku ingin menemui Elena!" ucap Lucas sambil tertawa bahagia.
__ADS_1
"Maksud anda CEO Elsha? apa anda lupa kenapa dia tidak memberitahu anda soal putra kalian, lalu apa anda juga lupa bahwa dia bukan nona Elena yang dulu sebagai istri anda?" ucap Diego.
Lucas pun terlihat menyadari sesuatu dan tampak sangat kecewa, ia lupa bahwa semua yang terjadi karena kesalahanya yang kurang mampu melindungi Elena.
"Kamu benar! Ini semua karena kesalahanku.Gara-gara kebodohanku Elena terluka dan merubah jati dirinya." ucap Lucas.
"Anda sudah sadar ternyata!" ucap Diego.
"Tapi aku tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Lucifer juga darah dagingku!" tegas Lucas.
"Lalu anda mau merebut tuan muda dan menyakiti hati nona Elena lagi?" tanya Diego.
"Tidak seperti itu! Ah,sial!" ucap Lucas yang sedang bingung.
...****...
Hari-hari pun berlalu seperti biasa dan Lucas hanya bisa mengawasi Elena dan Lucifer dari jauh.Terkadang dirinya merasa, marah,kesal dan juga emosi sendiri ketika melihat ada Ken disamping Elena.
Waktu berlalu begitu cepat,hari pesta di tempat tuan Simons pun datang. Kini Elena masih bingung mencari partner untuk pesta tersebut.
Elena pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Ken.Saat Ken di tanya oleh Elena dengan senang hati Ken pun bersedia menemani Elena pergi ke pesta.
"Baiklah mari kita pergi! Aku akan siap dalam beberapa menit,jadi kamu juga bersiaplah." kata Lucas.
"Benarkah! Kalau begitu tunggu sebentar aku akan bersiap dengan cepat." kata Elena senang.
Mereka pun mulai bersiap-siap,dan tak lama kemudian Ken sudah turun untuk menunggu Elena.
"Aku dari dulu memang tampan! Jadi apakah kamu mulai menyukaiku."goda Ken ke Madona.
"Jangan bermimpi!" kata Madona.
"Aku tidak tidur, jadi tidak mungkin bermimpi!" ucap Ken sambil tertawa.
Beberapa saat kemudian Elena pun turun dari lantai atas dan akan segera berangkat.Namun Ken dan Madona terpana melihat Elena.
"Aku sudah siap, mari berangkat!" kata Elena yang bingung karena dua orang itu terdiam.
"Kamu cantik sekali, seperti peri bunga!" kata Madona.
"Jangan berlebihan! mari berangkat atau kita akan terlambat." kata Elena.
Akhirnya Ken dan Elena pun berangkat menuju ke hoten di mana tempat pesta tuan Simons di adakan.Dalam perjalanan sesekali Ken melirik ke arah Elena.
"Kamu,apa tidak masalah memakai gaun seperti itu?" tanya Ken.
"Apakan terlihat aneh?" tanya Elena balik.
"Bukan aneh, justru semakin cantik.Tapi agak terbuka!" jawab Ken.
"Oh! Aku kira apa.Kalau ini masih normal menurut aku." kata Elena.
__ADS_1
Setelah perjalanan akhirnya mereka pun sampai di tempat acara. Ken dan Elena pun masuk dengan bergandengan, semua mata pun takjub melihat Ken dan Elena karena dianggap pasangan yang sangat serasi.
Mereka berdua pun mulai memberi ucapan selamat kepada tuan Simons, lalu berganti ke klien dan partner bisnis Elena yang hadir di acara tersebut.
"Halo! Perkenalkan nama saya Zoya Matthew dan calon istri Lucas Abellard rekan bisnis anda." sapa Zoya.
"Saya Elsha Relampago. CEO dari perusahaan Elian's Company." jawab Elena.
"Senang bisa berjumpa dengan anda! Apakah dia partner anda?" tanya Zoya.
"Perkenalkan saya Kennet Relampago,anda bisa memanggil saya Ken." sapa Ken kepada Zoya.
Semua orang yang berada di tempat tersebut langsung menoleh ke arah Ken dan Elena, karena menggunakan nama belakang yang sama bisa di pastika bahwa mereka berdua adalah pasangan suami istri,begitu pikir orang-orang termasuk Zoya.
"Aku kira dia benar-benar Elena yang bangkit dari kematian. Tapi ternyata hanya orang yang mirip saja." batin Zoya sambil tertawa.
Pesta semakin meriah. Namun Elena merasa sesak dan ingin mencarj udara segar sebentar, ia pun berpamitan kepada Ken kalau dirinya ingin pergi keluar sebentar.
"Akhirnya kamu keluar juga!" kata Lucas.
"Apakah anda ada perlu dengan saya?" tanya Elena dingin.
Lucas pun tidak tahan dengan sikap Elena yang dingin dan terus menjauh darinya. Lalu Lucas mendorong tubuh Elena ke dinding dan menguncinya dengan ke dua tangan kekar Lucas.
"Apa yang anda lakukan? anda sudah bersikap tidak sopan, tolong minggirlah!" kata Elena khawatir.
"Hentikan kebohonganmu! Aku tau bahwa kamu adalah Elena Sha Yustaf dan Lucifer adalah putraku." kata Lucas
Deg, jantung Elena pun serasa berdetak dengan sangat cepat, perasaan gelisah, khawatir dan takut bercampur jadi satu, membuat hati Elena berasa tak di tempatnya.
"Omong kosong apa yang anda bicarakan? Hentikan omong kosong anda dan menyingkirlah!" ucap Elena.
"Hah! Bahkan sampai akhir pun kamu tetap berpura-pura bahwa kamu bukan Elena. Kalau begitu bagaimana dengan ini?" kata Lucas sambil menunjukan hasil tes DNA nya dengan Lucifer.
Elena pun syok karena Lucas menunjukan bukti yang pasti kepadanya. Elena menjadi bingun dan salah tingkah, ia masih berusaha mengelak bahwa dirinya dan putranya tidak ada hubungan apa pun dengan Lucas.
Lucas marah dan terbawa emosi karena jelas-jelas ada bukti tapi Elena masih saja terus mengelak bahwa Lucas sudah salah menilai. Perkataan Elena membuat hati Lucas berkecamuk tanpa sadar Lucas pun mencium bibir indah milik Elena.
Elena pun berusaha melepaskan diri dengam sekuat tenaga namun Lucas semakin memperdalam ciumannya,hingga akhirnya Elena menggigit bibir Lucas dan menamparnya.
"Kamu sudah gila!" ucap Elena yang berlari pergi meninggalkan Lucas.
"El, kamu dari mana sa...!" tanya Ken.
"Mari kita pulang!" ucap Elena yang memotong ucapan Ken.
Saat bertemu Ken Elena sudah berderai air mata, Ken pun memeluk dan menenangkan Elena. Namun Lucas yang melihat itu pun menjadi marah dan memukul dinding hingga tangannya terluka.
__ADS_1
^^^Bersambung😊^^^