KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Berniat Menjelaskan.


__ADS_3

Pagi hari saat Elena dan Lucas sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor, tidak ada percakapan apa pun diantara mereka, ke duanya saling diam tanpa bicara.


Elena tiba-tiba berdiri dan meninggalkan Lucas di ruang makan sendirian, Elena hanya berpamitan kepada Bibi Mei jika ia akan berangkat ke kantor.


"Bibi Mei, aku sudah selesai sarapan dan akan berangkat ke kantor." ucap Elena.


"Non El, tidak berangkat dengan tuan Lucas?"tanya Bibi Mei.


"Tidak Bi, ada supir pribadi yang akan menjemput ku."ucap Elena.


Elena pun menghubungi Sean untuk menjemputnya, sedangkan Lucas yang semakin bingun bertanya kepada Bibi Mei.


"Bibi Mei, aku ingin bertanya beberapa pertanyaan kepada Bibi."ucap Lucas.


"Iya ada apa tuan." ucap Bibi Mei.


" Em, apakah menurut Bibi ada yang aneh dengan Elena?" tanya Lucas.


" Aneh apanya tuan " tanya Bibi Mei.


"Mulai dari sikap, nada bicara dan dia juga lebih pendiam " ucap Lucas.


"Entahlah tuan, memang sedikit aneh, dan beberapa hari yang lalu saat tuan tidak pulang dan menyuruh Bibi menginap, Nona Elena pulang dengan wajah penuh luka, seperti habis berkelahi,dan dia menanyakan keberadaan tuan Lucas."ucap Bibi Mei.


"Penuh luka, berkelahi, apakah dia terluka dan mencari ku, sedangkan aku sedang ketiduran di tempat Zoya."gumam Lucas.


"Baiklah Bi, aku berangkat ke kantor dulu."ucap Lucas.


"Baik tuan, hati-hati di jalan."ucap Bibi Mei.


Lucas pun mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi Gino, ia meminta Gino mencari apa saja aktivitas Elena selama ini.


"Gi, bantu aku mencari tau semua tentang Elena."ucap Lucas di sambungan telepon.


Di kantor, tempat Elena berkerja.


Karena Elena tidak masuk beberapa hari, kini Elena di sibuk kan dengan banyak berkas pekerjaan yang harus ia selesaikan.


"Huuff, apakah aku salah karena mengambil cuti, seharusnya pekerjaan ku di alihkan dulu ke menejer lainya agar tidak menumpuk seperti gunung."ucap Elena sedikit mengeluh.


Di tempat lain di kantor Lucas.


Tok,tok,tok


Sekertaris Lucas yang sedang mengetuk pintu.


"Tuan Luc, ini saya sekertaris Mila!"ucap Mila.


"Iya, masuklah!"ucap Lucas.

__ADS_1


"Ada apa, apakah ada sesuatu yang penting?"ucap Lucas.


"Em, itu tuan, ada seorang wanita yang mencari anda!"ucap Mila.


"Wanita, apakah Elena datang ke sini."gumam Lucas.


"Suruh dia masuk."ucap Lucas dengan senyum yang mengembang di bibirnya, karena ia mengira Elena sedang mencarinya dengan datang ke kantor milik Lucas.


Setelah beberapa saat, Sekertaris Lucas menyuruh wanita tersebut masuk karena sudah mendapat izin dari Lucas, tidak lama kemudian wanita itu pun masuk ke ruangan milik Lucas.


"Hai Luc, apa kabar!"ucap Zoya menyapa.


"Aku kira Elena yang datang, kenapa jadi Zoya."batin Lucas.


"Hai juga Zoy, ada apa"tanya Lucas.


"Kamu kok seperti itu Luc, apakah kamu tidak senang aku di sini."ucap Zoya.


"Bukan seperti itu Zoy, aku sedang ada banyak pekerjaan."ucap Lucas.


"Lanjutkan pekerjaanmu nanti ,setelah aku selesai mentraktirmu, itu sebagai tanda terimakasih ku."ucap Zoya.


"Terimakasih untuk apa Zoy...."ucap Lucas yang belum selesai.


"Sudah-sudah ayo cepat kita berangkat, lagi pula ini sudah waktunya makan siang." ucap Zoya.


"Apakah aku jelaskan saja kepada Zoya bahwa aku sudah menikah."batin Lucas.


Akhirnya Lucas menuruti permintaan dari Zoya yang mengajak nya untuk makan siang.


Sementara itu Elene dan Hendri serta Sean juga sudah pergi untuk makan siang, dengan susah payah Hendri membujuk agar Elena ikut makan siang dengan nya.


Di sebuah Restoran yang cukup terkenal bagi anak muda di Prancis, Elena, Hendri dan Sean mereka bertiga duduk di sebuah meja di dekat jendela, mata Elena terus saja memandang ke arah luar jendela.


Tiba-tiba Elena melihat seseorang yang tak asing baginya, dia adalah Lucas.


"Apakah itu Ka Lucas, tapi dengan siapa dia, tidak mungkin kan sekertarisnya bertingkah seakrab itu dengan atasanya."batin Elena penuh pertanyaan.


Elena melihat Lucas dan Zoya memasuki Restoran yang sama denganya, berbagai pertanyaan memenuhi kepala Elena, namun ia menepis semua pertanyaan itu dengan tidak memperdulikan kegiatan Lucas di luar rumah.


****


Malam hari di rumah milik Lucas,saat Elena dan Lucas akan makan malam bersama meraka masih saling diam tanpa kata, dan akhirnya Lucas memulai pembicaraan lebih dulu.


"Em, El, bagaimana pekerjaanmu ,apakah semua lancar."tanya Lucas basa basi.


"Iya, semua lancar."jawab Elena singkat.


"Oh, ya besok akhir pekan apakah kamu ada waktu luang?"tanya Lucas.

__ADS_1


"Ada, memangnya kenapa Kak." jawab Elena.


"Mau kah kamu pergi jalan-jalan dengan ku, jika ada tempat yang ingin kamu kunjungi aku akan membawamu ke sana."ucap Lucas lembut.


Mendengar kata jalan-jalan hati Elena sedikit merasa senang, ia melupakan ke kesalan yang ia rasakan terhadap Lucas tanpa tau sebabnya.


"Baiklah, apa Kak Lucas berjanji akan membawaku jalan-jalan akhir pekan ini."ucap Elena.


"Iya aku berjanji."ucap Lucas sambil tersenyum senang melihat Elena yang sedikit berubah menjadi ceria kembali.


Setelah mereka selesai makan malam,Elena dan Lucas mengobrol sambil membahas tempat-tempat yang akan mereka kunjungi besok, dengan sangat bersemangat Elena, menyarankan beberapa tempat yang harus mereka datangi.


Saat Elena bercerita dengan wajah cerianya, Lucas terus memandang ke arah Elena dengan selalu tersenyum, bagi Lucas melihat keceriaan Elena adalah suatu kesenangan tersendiri.


"Kak Lucas, apakah ada yang aneh dengan wajah ku kenapa kamu selalu tersenyum dan tidak berkata apa pun."ucap Elena sedikit heran.


"Tidak, tidak ada yang aneh, aku hanya senang kamu kembali seperti dulu lagi,"ucap Lucas.


"Memangnya aku kembali seperti apa Kak?"tanya Elena.


"Em, kembali menjadi wanita yang cerewet."jawab Lucas di sertai godaan.


"Oh, jadi menurut Kak Lucas aku wanita yang cerewet ya, baiklah aku akan diam biar Kak Lucas tidak mengatakan aku cerewet lagi."kesal Elena dan berniat pergi dari tempat duduknya.


Namun dengan sangat cepat Lucas menarik tangan Elena agar Elena kembali duduk di tempatnya.


"Bukan begitu, tadi kan aku bilang kalau aku senang."ucap Lucas dengan lembut.


"Benarkah, Kak Lucas senang karena aku wanita yang cerewet."tanya Elena.


"Sebenarnya bukan cerewet sih, hanya banyak bicara saja."goda Lucas lagi.


"Tuh kan Kak Lucas mulai lagi."ucap Elena sambil cemberut.


"Baiklah, baiklah aku minta maaf, aku hanya terlalu senang karena kamu sudah ceria kembali , beberapa hari yang lalu aku melihat mu selalu murung dan jarang bicara, bahkan wajahmu juga seperti banyak memar."ucap Lucas sedikit serius.


"Oh, waktu itu aku memang sedikit ada masalah di kantor, dan soal wajah ku yang memar itu karena aku tidak hati-hati saja."ucap Elena berbohong.


"Jadi seperti itu,"ucap Lucas ragu.


"Iya seperti itu, Em, seperti nya sudah larut, aku ke atas dulu ya Kak, selamat istirahat dan jangan lupa bangun yang pagi."ucap Elena.


"Baiklah selamat malam dan selamat beristirahat."ucap Lucas lembut.


Elena mau pun Lucas kembali ke kamar mereka masing-masing, untuk beristirahat.


.


.

__ADS_1


.


Mohon like & coment ya 🙏🙏😊 jangan sungkan memberi kritik dan saran jika cerita kurang pas, terimakasih 😉😉


__ADS_2