
Pagi hari saat Elena akan berangkat ke kantor , ia merasa aneh karena Lucas tidak ada di meja makan untuk sarapan, Elena pun bertanya kepada Bibi Mei.
" Em, Bibi Mei apakah hari ini Luc, em maksud aku Kak Lucas sudah berangkat berkerja " tanya Elena sedikit ragu.
" Iya Non El, hari ini tuan Lucas sudah berangkat sejak pagi tadi " jawab Bibi Mei.
"Oh, baiklah " ucap Elena.
Elena pun menyelesaikan sarapanya lalu berniat langsung berangkat ke kantor.
" Apakah si Sean sudah diberi tau oleh Kak Hendri dimana tempat tinggal ku " gumam Elena.
Elena pun berniat mencari taksi untuk berangkat ke kantor, karena dia berpikir Sean belum tau tempat tinggalnya, saat Rlena berjalan cukup jauh tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.
" Elena " panggil Lucas .
Seketika Elena pun menoleh ke arah suara tersebut.
" Ada apa, aku kira kamu sudah berangkat ke kantor, kata Bibi Mei kamu berangkat pagi-pagi sekali " ucap Elena berdiri di samping mobil Lucas.
" Masuklah aku akan mengantarmu ke kantor " tawar Lucas.
Elena pun berpikir sejenak, untuk menerima atau menolak tawaran Lucas, pada akhirnya Elena pun menerimanya karena ia tidak mau terlambat di hari pertama berkerja.
" Baiklah, tapi aku tidak akan berterimakasih, ini aku lakukan juga terpaksa karena orang yang menjemputku terlambat " uca Elena.
" Fine, terserah padamu saja " ucap Lucas sambil tersenyum tipis melihat kelakuan Elena.
"Ternyata kamu bisa tampil seperti perempun juga ya " sambung Lucas.
" Apa kamu lupa kalau aku memang perempuan, tidak mungkin jika aku seorang pria bisa menikah denganmu " ucap Elena disertai nada kesal.
" *A**pa selama ini dia buta, mengira diriku seorang pria, ya walaupun aku jarang sekali memakai pakaian feminim, tapi aku masih tetap cantik* "
batin Elena dalam hati.
"Selama ini pakaianmu selalu seperti itu, bahkan bisa dihitung dengan jari kamu memakai pakaian feminim berapa kali " ucap Lucas.
" Memang apa salahnya pakaianku selama ini, dan tidak mungkin juga kan aku ke kantor memakai jeans dan jaket " ucap Elena kesal.
" Benar juga sih, lagi pula seingatku ini ketiga kalinya kamu memakai pakaian feminim, pertama saat pertemuan keluarga, kedua saat pernikahan dan ini yang ketiga " goda Lucas.
"Ya,ya,ya terserah padamu saja " ucap Elena yang memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.
"*S**eharusnya tadi aku menolak tawaran si monster es ini* ,memang apa salahnya memakai jeans setiap hari, itu aku lakukan jika ada bahaya tidak perlu repot untuk berkelahi,kamu tidak akan mengerti itu " batin Elena.
__ADS_1
" *S**eharusnya inilah penampilanmu yang sebenarnya, seorang putri yang dibesarkan tanpa kekerasan,walau pun terlahir ditengah keluarga Mafia, jika aku melihatmu dengan penampilan seperti ini, kamu seperti bunga kaca yang jika terjatuh akan langsung pecah, mungkin kamu menutupi itu dengan penampilanmu sehari-hari yang seperti pria agar kamu terlihat kuat*" batin Lucas sambil sesekali mencuri pandang dari Elena.
Setelah perdebatan itu,Elena dan Lucas pun diam tanpa kata sampai mereka tiba dikantor tempat Elena berkerja, yaitu kantor tuan Yustaf yang di jalankan Hendri.
Kini Lucas pun melajukan mobilnya menuju ke kantor dimana ia berkerja, sesampainya dikantor Gino sudah memberinya banyak tumpukan berkas yang harus ia kerjakan.
Sedangkan di tempat lain dimana Elena berkerja kini ia mendapatkan posisi Menejer Pemasaran, setelah tuan Yustaf ,Hendri dan Marisha berunding mereka memutuskan posisi yang tepat untuk Elena saat ini adalah Menejer Pemasara, Marisha berharap Elena berkerja dengan rajin.
Setelah Hendri mengumumkan bahwa Elena adalah menejer yang baru, Hendri pun menunjukan ruang kerja Elena.
" Kak apa posisi Menejer tidak terlalu tinggi untuk ku, seharusnya aku di berikan posisi yang lebih standar saja dulu, biarkan aku belajar lagi" ucap Elena merasa tidak enak.
" Posisi ini cocok untukmu, sekalian bisa untuk belajar juga " ucap Hendri menenangkan Elena.
Setelah itu pun Hendri kembali keruanganya untuk berkerja, mereka semua berkerja dengan sangat sungguh-sungguh termasuk Elena.
Hari pertama berkerja Elena lancar tanpa ada kendala apa pun, kini waktu sudah menunjukan saatnya pulang dari kantor, semua pegawai dan karyawan sedang bersiap-siap untuk pulang termasuk Elena.
Sedangkan di kantor milik Lucas ia mendapat banyak pekerjaan hingga akhirnya Gino masuk ke ruang kerja Lucas,
Tok,tok,tok
Gino yang mengetuk pintu ruangan milik Lucas.
"Apakah kamu sangat sibuk sampai-sampai aku mengetuk pintu pun kamu tidak mendengar " ucap Gino sertai godaan kepada Lucas.
Gino pun berjalan ke sofa milik Lucas yang ada di ruangannya, Gino pun duduk sambil sesekali berpikir untuk mengerjai temannya itu.
"Oh, baiklah teruskan pekerjaanmu, sayang sekali padahal tadi aku mau memberi informasi soal nona Elena " ucap Gino.
"Soal Elena, apa maksudmu " tanya Lucas sedikit penasaran.
"Tidak, tidak ada apa pun lanjutkan saja pekeejaanmu " ucap Gino sambil tertawa kecil.
Lucas yang menjadi penasaran pun akhirnya menghentikan pekerjaanya dan datang menghampiri Gino yang masih duduk di sofa dengan tenangnya.
"Cepat katakan kepadaku ada informasi apa tentang Elena " tanya Lucas penasaran.
" Oh,jadi kamu mulai penasaran ya " goda Gino.
"Cepat katakan" ucap Lucas memaksa.
"Oke,oke kamu tau tidak kalau nona Elena mu itu pulang dengan seorang pria asing dan lebih tampan darimu " ucap Gino menggoda Lucas.
" *S**ial, apakah ada pria baru lagi yang masuk dalam kehidupan gadis lemah itu, apakah dia terlalu polos sampai tidak bisa membedakan pria yang baik dan buruk* " batin Lucas dalam hati.
__ADS_1
Lucas pun menjadi semakin penasaran ia pun bergegas pergi meninggalkan ruang kerja miliknya, ia pun sempat berteriak kepada Gino saat masih di depan pintu.
Sedangkan Gino yang melihat raut wajah Lucas menjadi gelisah dan bercampur aduk hanya bisa tertawa, terpingkal-pingkal, ia belum pernah melihat perasaan Lucas menjadi seburuk itu bahkan saat bersama Zoya sekali pun .
"Aku serahkan semua pekerjaanku padamu, selesaikan dan setelah itu kamu baru boleh pulang " perintah Lucas.
"Hey,hey tunggu kenapa harus aku yang mengerjakannya, lagi pula aku hanya berbohong kepadamu, hey tunggu aku " teriak Gino yang sudah tidak di dengar oleh Lucas.
"Sial, aku hanya bercanda kenapa aku yang harus menanggung semua ini, jika tau begini aku tidak akan pernah menggoda manusia itu " gumam Gino yang kesal.
Di dalam perjalanan menuju ke tempat kerja Elena, pikiran Lucas menjadi sangat gelisah.
Sedangkan Elena yang sudah keluar dari kantor pun menunggu seseorang menjemputnya.
"Nona Elena " sapa Sean.
"Akhirnya kamu sampai juga, aku mengira kamu akan terlambat seperti tadi pagi " ucap Elena.
"Maafkan saya yang tadi pagi terlambat menjemput Non Elena, karena ada beberapa masalah " ucap Sean.
" Baiklah, lain kali jangan terlambat lagi, oh apakah kamu memotong rambut " tanya Elena.
"Iya Non, kata tuan Hendri saya harus berpenampilan lebih rapi " jawab Sean.
"Oke, itu cocok untukmu, dan lagi berbicara santai saja denganku tidak perlu menggunakan bahasa formal, terlebih lagi panggil saja Elena " perintah Elena.
" Maaf saya bisa berbicara dengan bahasa informal tapi saya tidak bisa memanggil anda hanya dengan nama anda saja "ucap Sean.
" Baiklah, senyaman kamu saja "ucap Elena.
Sepasang mata dari dalam mobil hitam terus saja memperhatikan Elena yang masuk ke dalam mobil saat Sean sedang membuka dan menutupkan pintu untuk Elena.
" Benar-benar, wanita itu sangat buruk dalam menilai seorang lelaki, apa dia tidak takut berdua saja didalam mobil dengan pria asing " gumam Lucas.
.
.
.
.
Mohon like & coment ya tamanπππ jika berkenan vote, rate & favoritkan juga
maafkan jika ada salah kata dalam penulisan
__ADS_1
terimakasih & see you ππ