KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Pemimpin Iblis.


__ADS_3

Dua hari sudah di lewati Madona untuk mengobati pria tersebut, tidak mungkin jika Madona tetap disana karena ia juga harus bertemu dengan Elena. Madona pun menghubungi beberapa bawahannya untuk menjaga pria tersebut.


"Kamu jaga dia! Dan laporkan semua perkembangan yang terjadi disini." perintah Madona.


"Baik,kami mengerti nona!" jawab bawahan Madona tersebut.


Setelah memberi perintah,Madona pun segera bergegas pergi ke tempat tinggal Elena. Sebenarnya Madona mempunyai urusan penting dengan Ken.


...****...


Di sisi lain,di tempat Lucas berada kini dia pergi menemui seorang dokter kenalannya di rumah sakit.Lucas berniat untuk tes DNA dengan Lucifer.


Mungkin terlihat atau terdengar gila, tapi sejak Lucas mendengar dia mirip dengan Lucifer,dia pun mempunyai harapan yang besar bahwa mereka berdua ayah dan anak.


Dengan begitu harapannya bahwa Elena masih hidup itu menjadi nyata.


"Hai, Luc! Tumben sekali kamu menghubungiku?" tanya Dokter tersebut.


"Maaf! Itu karena aku berpikir kamu sibuk, jadi tidak mungkin aku terus mengganggumu." jawab Lucas.


"Tapi bisakah aku meminta tolong padamu?" tanya Lucas.


"Meminta tolong? jika itu masih bisa aku lakukan kenapa tidak! Ada apa?" tanya sang Dokter.


"Aku ingin melakukan tes DNA!" ucap Lucas sambil menyerahkan permen karet dan sedikit rambutnya.


"Apakah ini....?" tanya sang Dokter.


"Lakukan saja!" kata Lucas.


Sang Dokter pun melakukan apa yang di minta oleh Lucas.Dan setelah itu Lucas pun kembali ke kantornya.Setelah perjalanan beberapa saat Lucas pun tiba di kantornya.


Namun betapa terkejutnya Lucas saat tiba di kantornya, karena Zoya sudah duduk menunggunya di sana.


"Luc, kamu dari mana saja?" tanya Zoya.


"Aku ada urusan di luar! Kenapa kamu kesini?" tanya Lucas balik.


"Aku merindukanmu,jadi aku datang kesini!" jawab Zoya.


"Zoy,aku kan sudah pernah bilang hatiku sudah bukan milikmu lagi! Pernikahan kita yang tertunda itu pun karena paksaan,kamu tau sendiri kan." jelas Lucas.


"Luc! Kenapa kamu seperti itu? bukankah kamu tau jiwa dan ragaku masih untukmu." kata Zoya sambil mendekat ke arah Lucas.



"Kamu sudah gila! Cepat pakai kembali baju kamu!" ucap Lucas marah dan meninggalkan Zoya.


"Dasar wanita tidak tau diri! Dikasih hati jadi semakin menjadi!" batin Lucas yang keluar dari ruangannya.


Di sisi lain Irene berhasil melacak dan menangkap salah satu anak buah Hans dari Black Devil's. Irene menangkapnya hidup-hidup karena perintah dari Elena.

__ADS_1


"El! Aku sudah menangkap salah satu anak buah Black Devil's!" kata Irene dalam sambungan telfon.


"Bagus! Sekarang ada di mana orang itu?" tanya Elena yang masih mengerjakan pekerjaan kantornya.


"Dia aku bawa ke markas agar lebih mudah saat di introgasi!" jawab Irene.


"Baiklah aku segera kesana." kata Elena lalu menutup telfonnya.


Saat Elena akan menuju ke markasnya,tiba-tiba wakil sekertarisnya memberitahukan bahwa sebentar lagi Elena harus menghadiri rapat penting.


Elena terpaksa menunda kepergianya ke markas, karena dirinya adalah seorang wanita yang profesional dalam segala hal.Dirinya tidak mementingkan masalah pribadi saat masih dalam jam kerja.


"Baiklah mari kita mulai rapatnya!" ucap Elena.


"Baik! Akan saya jelaskan secara rinci!" ucap klien Elena tersebut.


Elena pun menjalani rapat dengan serius,ia bahkan tidak memikirkan masalah anak buah Black Devil's lagi karena fokus pada pekerjaannya.


Saat rapat selesai,Elena pun terburu-buru ingin secepatnya pergi ke markas untuk mengintrogasi tahanan yang di bawa Irene. Sebelum Elena sampai markas ternyata sudah di serbu para bawahan Black Devil's.


Karena sebagaian besar anggota King Knight ditugaskan di luar oleh Elena maka, anggota yang tersisa di markas tidak terlalu banyak, apa lagi yang di tangkap Irene adalah salah satu tangan kanan Hans.


"Sial! Kenapa mereka tiba-tiba menyerang seperti ini? apa lagi saat markas hanya ada sedikit anggota!" gumam Irene saat menghadapi anak buah Black Devil's.


"Sepertinya orang yang nona Irene tangkap itu adalah orang yang cukup penting bagi Black Devil's." ucap orang kepercayaan Irene.


"Sial!" ucap Irene.


"Nona kita butuh bala bantuan lagi, terlalu banyak penyerang." ucap angota lainnya.


Saat anggota King Knight yang ada di markas tumbang termasuk Irene karena luka yang cukup parah. Tangan kanan Black Devil's tersebut di bebaskan oleh anak buahnya.


" Aku bilang juga apa! tidak akan mudah bagimu untuk menggali informasi dari ku." ucap orang tersebut.


Saat tangan kanan Black Devil's tersebut ingin memukul kepala Irene dengan sebuah kayu,tiba-tiba ada kursi yang mendarat ditubuh orng tersebut.


Braak....


Buugk...


Pranggk...


Duakkk...


"Haizz!" geram Elena.


Anggota Black Devil's yang ada di tempat itu pun ternganga melihat Elena yang mampu mengalahkan sebagian anggota Black Devil's saat itu.


"Si-sial! Siapa kamu?" tanya orang penting tersebut.


"Ah! Kamu bertanya karena tidak tau? atau itu hanya basa basi semata." ucap Elena bengis.

__ADS_1


"Da-dasar! Wanita sialan!" ucap orang tersebut.


"Huh! kamu takut sampai bicaramu terbata-bata seperti itu?" kata Elena yang mengeluarkan aura membunuhnya.


Pasalnya semua anggota yang berada di bawah naungan Elena, selalu mendapat perlindungan dan pelatihan dari Elena.Jadi jika anggota Elena terluka seakan dirinya tidak terima.


"Ce-cepat! Kalian habisi wanita itu." ucap orang tersebut.


"Maju!" kata Elena garang.



Duak...


Bruukk...


Pyarr...


Prangg...


Dalam sekejap Elena sudah mengalahkan anggota Black Devil's yang ada saat itu.Kini tinggal pemimpin atau lebih tepatnya tangan kanan Hans yang tersisa.


Bertepatan saat itu anggota King Knight kembali ke markas dan betapa terkejutnya mereka melihat sang pemimpin atau Elena berlumuran darah.


"No-nona!" teriak anggota yang khawatir.


"Tenang! Ini bukan darahku!" kata Elena.


"Singkirkan semua sampah yang ada, dan juga panggilkan Dokter pribadi untuk mengobati anggota kita yang terluka." perintah Elena.


Anggota yang baru datang pun sibuk menyingkirkan mayat-mayat anggota Black Devil's.Kini Elena di temani tiga anggota Elit kembali mengintrogasi tangan kanan Hans.


"Jawab pertanyaanku dan jangan buat aku mengulangi perranyaanku lagi." ucap Elana.


"Dimana Hans menyembunyi kan Hendri?" tanya Elena.


"Saya tidak tau nona! Tolong ampuni saya!" ucap orang tersebut sambil memohon.


"Jadi kamu tetap tidak mau bicara ya?" ucap Elena.


"Sungguh nona saya tidak tau,dan mungkin juga itu bukan perbuatan tuan Hans!" kata orang tersebut.


"Kamu pikir aku bodoh!" ucpa Elena lantang.


Para anggota King Knight yang melihat pun ikut takut melihat Elena yang seperti itu.


"Paksa dia sampai mau bicara! Dan setiap dia mengelak atau tak menjawab pertanyaan potong satu jarinya smpai habis." perintah Elena dingin.


"Ap-apa? dia mau memotong jariku! lebih baik dia langsung membunuhku,dari pada harus menyiksaku seperti itu.Dasar pemimpin iblis,sepertinya aku akan mati disini." batin orang tersebut


"Baik nona!" jawab anak buah Elena.

__ADS_1


"Tu-tunggu nona! Tolong dengarkan saya.Itu bukan perbuatan tuan Hans.Ada orang lain dibelakangn tuan Hans.Tapi saya tidak tau siapa dia." ucpa orang tersebut.


^^^Bersambung😊^^^


__ADS_2