
Aku yang mendengar perkataan Astrid langsung ingin mengerjai nya.
"Baiklah aku ikuti permainan mu Astrid, liat saja nanti siapa yang akan minta maaf" ucap ku dalam hati.
Aku langsung pura-pura belajar dan tidak melihat ke arah Astrid supaya lebih meyakinkan akting ku.
"Antonius, kok kamu malah diem.
Kamu marah ya sama aku.
Aku minta maaf ya" ucap Astrid kepada ku.
"Segitu mudah nya kamu minta maaf. Kamu pikir aku ini apaan. Setelah apa yang kamu lakukan kepada ku. Dan kamu dengan santainya meminta maaf. Wahh benar-benar luar biasa kamu Ast" ucapku dengan bercanda namun bagi Astrid seperti nya ini sangat serius.
"A..a..aku minta maaf Antonius. A..a..aku pikir kamu tadi nga akan marah jadi aku ngajak kamu bercanda. Maafin aku ya, aku janji nga akan ngulang ini lagi" ucap Astrid kepada ku dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Aku yang tidak tega melihat nya seperti itu langsung saja tersenyum.
"Kamu kok malah jadi senyum-senyum gitu, apa kamu memang benar-benar nga mau maafin aku terus nanti kamu nga akan mau lagi nganggap kami sebagai keluarga mu. Apa kamu begitu marah karena aku bercanda.
__ADS_1
Aku mohon maafkan aku Antonius. Aku nga tau nanti bagaimana mama sama papa kalau tau aku membuat mu marah, mereka pasti akan sangat sedih. Aku mohon maafkan aku ya" ucap Astrid yang sudah berkaca-kaca dan hampir meneteskan air mata nya.
"Kamu kok ber pikiran seperti itu.
Siapa yang marah coba.
Aku tadi cuma pura-pura marah sama kamu.
Dan ternyata rencana ku berhasil.
Kamu malah nangis.
Hahaha" ucap ku kepada Astrid.
Aku nga tau harus bilang apa nanti sama mama papa kalau tau kamu nga mau menganggap kami lagi sebagai keluarga kalian.
Hiks hiks hiks" ucap Astrid kepada ku yang sudah menangis.
Aku yang tadinya mau tertawa karena berhasil mengerjai Astrid tidak jadi tertawa karena Astrid malah nangis. Seketika aku pun meminta maaf kepada nya.
__ADS_1
"Astrid, maafin aku, aku tadi nga ber maksud mau membentak mu dengan keras.
Maafin aku ya" ucapku merasa bersalah kepada Astrid.
"Hiks hiks hiks hiks".
"Astrid, jangan nangis lagi.
Antonius minta maaf.
Antonius nga akan ngulang lagi"
Karena Astrid masih belum bisa diam aku pun dengan spontan memeluknya.
"Jangan marah lagi ya. Antonius nga akan buat Astrid nangis lagi. Antonius janji. Astrid masih marah sama Antonius?" ucap ku kepada Astrid.
"Tidak apa-apa, Astrid nga marah kok sama Antonius. Astrid terharu aja jadi seperti ini rasanya punya saudara, kalau misalnya kita punya salah langsung di bentak. Astrid tau Antonius marah sama Astrid karena Antonius nga mau Astrid jadi cewek nakal. Hehehe Antonius jangan merasa bersalah ya. Jadi gini juga ya rasanya punya saudara bisa di peluk" ucap Astrid kepada ku sambil masih terisak.
Antonius juga minta maaf karena udah memarahi Astrid. Antonius janji nga akan memarahi Astrid lagi. Astrid nga marah lagi kan sama Antonius ucap ku kepada Astrid.
__ADS_1
"Apa sih, mana mungkin aku marah sama adik sendiri. Kamu kan adik kesayanganku. Nanti kalau misalnya aku marah mama pasti akan langsung merepet ucap Astrid kepada ku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...