
Antonius terduduk di kursi. Tangannya menggenggam handphone nya. Dia sepertinya bimbang, menimbang-nimbang akan menolak atau mengangkat teleponnya sambil memperhitungkan baik buruknya. "Apakah aku harus ngangkat telpon nya lagi?" jari-jarinya menekan tombol. Tombol hijau pun di geser ke atas.
"Halo?" terdengar jawaban dari seberang.
"Halo, kenapa kamu nelpon lagi Sar?" jawab Antonius.
Ternyata yang menelepon Antonius adalah Sarah, mantan pacarnya itu.
"Hai, Antonius, ini aku. Kamu lagi ngapain?" tanya Sarah.
"Lagi nafas, aku juga mau tidur nih, jadi nggak bisa lama-lama neleponnya. Kamu tau kan, kebiasaan ku harus cepat tidur karena besok aku harus membantu ibuku untuk jualan. Karena kami keluarga miskin yang tidak bisa menghambur-hamburkan waktu. Lain kali saja kita bicara," sahut Antonius yang kembali mengingat masa lalunya. Dia benar-benar sudah kecewa.
"Iya, aku tau. Aku cuma mau ngomong bentar kok. Cuma mau bilang kayaknya mulai hari Senin aku pindah ke sekolah kamu. Dan aku belum tau nanti kelas ku yang mana. Apa boleh nggak kamu yang nunjukin kelas ku nanti?" tanya Sarah dengan suara lembut.
"Maaf nggak bisa," sahut Antonius.
"Tapi aku pengennya kamu! aku mohon ya Antonius," seru Sarah masih membujuk Antonius.
"Nggak bisa. Kalau kamu memang kayak gini nggak usah nelpon aku lagi".
Tut Antonius langsung mematikan teleponnya secara sepihak tanpa menunggu jawaban Sarah.
"Kenapa dia maksa sekali! Huh," Antonius menghela nafas panjang.
__ADS_1
Sarah POV
"Dia makin dingin aja. Padahal dulu banyak banget ngomongnya. Liat aja nanti Antonius, kamu pasti akan jatuh lagi ke dalam pelukanku".
Antonius POV
"Ini langit malam nya bagus banget. Sayang banget kalau nggak di nikmatin kayak gini. Huh! apa iya aku harus temani Sarah buat nunjukin kelasnya dimana? tapi aku nggak mau lagi berhubungan dengan dia. Ahhh ya sudahlah gara-gara dia aku jadi banyak pikiran," seru Antonius berbicara sendiri. Dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke kamar Kevin dan sesekali dia membalas pesan dari teman-temannya.
Setelah masuk ke kamar Kevin Antonius langsung duduk di kasur Kevin. Dan mereka melanjutkan menonton film Marvel Avengers.
Tidak lupa mereka juga makan cemilan yang mereka beli tadi.
"Tadi siapa yang nelpon Antonius?" tanya Kevin sambil melihat Antonius karena film mereka sudah the end.
"Sarah siapa? Di sekolah kita nggak ada kayaknya nama siswa Sarah!" Tanya Kevin.
"Dan ya nggak boleh bohong, harus jujur," lanjutnya lagi.
"Jadi gini bang Kevin. Sebenarnya Sarah itu adalah masa lalu ku. Masa lalu dalam arti kami pernah pacaran tapi dia ninggalin aku dan lebih memilih laki-laki yang lebih kaya bang," jelas Antonius.
"Iya dek. Saran dari Abang sendiri kamu nggak usah berhubungan lagi dengan dia. Masih banyak cewek yang lebih baik dari pada dia, masih banyak cewek yang mencintai kamu. Asal kamu tahu dek, di sekolah kita banyak teman-teman Abang yang bisa di bilang lebih kaya dari Abang. Apa kamu tau apa yang mereka bilang?" tanya Kevin.
Antonius karena tidak tahu malah di balas dengan gelengan kepala.
__ADS_1
"Mereka mau pacaran sama kamu. Menerima kamu apa adanya. Mereka melihat kamu itu bukan karena hanya wajah yang tampan tapi dari ketulusan hati mu, karena kamu baik, jadi nggak usah pikirin mantan kamu itu lagi. Dia itu udah masa lalu" ucap Kevin menyemangati Antonius.
"Iya bang Kevin. Makasih atas sarannya. Hehehe aku jadi lebih baik sekarang. Nggak kepikiran lagi," sahut Antonius.
Dan di balas dengan senyuman dari Kevin.
......................
Pukul sebelas malam Antonius di bangunkan Kevin. Karena dia sudah harus mengantar dia pulang.
"Antonius....! bangun dek! yuk bang Kevin antar pulang, katanya besok mau bantu ibu di rumah" ucap Kevin membangunkan Antonius.
"Haaa...ah! Astrid udah dimana bang?" tanya Antonius sambil mengucek matanya dengan suara khas bangun tidur.
"Astrid udah Abang antar dari tadi. Abang tadi mau bangunin kamu, tapi kamu nyenyak banget tidurnya," sahut Kevin.
"Ya udah bang. Antar Antonius pulang ya".
"Iyaa. Yuk sekarang kita berangkat".
Mereka pun keluar rumah dan menuju mobil. Dan Kevin pun mengantar Antonius pulang sampai kerumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.