
"Antonius... ngomong dek. Kakak mohon... kalau ada apa-apa cerita sama kakak, sama bang Kevin. Jangan gini dek. Kalau kamunya kayak gini ayah sama ibu pasti menangis melihat kamu. Kamu mau ayah sama ibu menderita di sana?" tanya Astrid. Dia tidak mau melihat Antonius semenderita ini. Jujur saja, Astrid sangat sedih melihat keadaan Antonius.
"...."
Antonius beranjak duduk, Kevin dan Astrid sangat senang melihatnya. Namun Antonius masih mengabaikannya.
"Ini makanannya," ujar Kevin.
Antonius tak menggubrisnya, ia berjalan mengambil handuk lalu keluar kamar dan pergi menuju kamar mandi tanpa melihat Kevin. Kevin menghela nafasnya, ia bingung dengan semua ini.
"Antonius.... kapan kamu mau buka mata dan lihat semua kenyataan ini," gumam Kevin.
...***...
Di kamar mandi
Antonius belum melepaskan pakaiannya, tapi dia sudah membasahi tubuhnya dengan air.
"Ayah... Ibu... Adek... Antonius pengen nyusul kalian," gumam Antonius.
Antonius melepas semua pakaiannya, lalu segera membersihkan diri. Biasanya Antonius selalu memanggil ibunya untuk mengambilkan pakaiannya, yang membuat ibunya selalu menjitak kepalanya padahal udah besar tapi selalu lupa membawa pakainya. Namun saat ini hatinya seperti benar-benar kosong tanpa perasaan.
"Kenapa nggak nafsu makan? Nggak merasa lapar sama sekali, dan aku tidak bisa senang. Pengen teriak tapi nggak ada suara," gumam Antonius sambil menyabuni badannya.
Merasa mulai dingin, Antonius segera menyudahi acara mandinya. Dan segera memakai pakaiannya keluar. Baru membuka pintu, Antonius memegangi kepalanya.
"Ahh...."
Brukk....
Antonius jatuh pingsan, teman-temannya yang sedang duduk di depan langsung panik. Mereka langsung berlari untuk menolong Antonius.
"Bang Kevin... Kak Astrid.... Antonius pingsan lagi," teriak Bella.
"Apa... Astaga Tuhan Antonius kenapa lagi dek," panik Kevin keluar dari kamar.
Kevin pun segera membopong Antonius kembali ke kamarnya dan segera memanggil dokter keluarga mereka.
...***...
Setelah dokter datang, ia memeriksa keadaan Antonius lalu memasang infus ke tangannya.
"Om... Antonius kenapa lagi? kok pingsan lagi?" tanya Kevin.
"Dari kapan belum makan?"
__ADS_1
"Dari kemarin cuma makan 1 pisang doang om!" jawab Kevin.
"Astaga Kevin... orang nggak makan satu hari aja bisa pingsan, dan ini dari kemarin cuma makan 1 pisang doang? pantes aja kondisinya langsung drop!"
"Tapi om bilang nggak boleh maksa, ya udah kami cuma siapin makanannya doang,"
"Ya nggak kayak gitu juga Kevin. Walaupun orang itu sedang tertekan, ia tetap butuh makanan, Antonius beruntung banget nggak kenapa-napa. Kalau satu hari lagi aja Antonius nggak makan. Bisa-bisa kena kanker lambung nanti dia. Jadi tolong Antonius lebih di jaga lagi, jangan ceroboh lagi. Perkataan om ini berlaku juga untuk kalian semua. Paham?"
"Iya om. Paham!"
"Udah... Om pergi dulu ya. Kalau infusnya sudah mau habis langsung kabari om,"
...***...
Malam hari
Saat Kevin sedang tertidur, Antonius terbangun. Ia melihat wajah Kevin yang sedang tengah terlelap dan sepertinya sedang kelelahan.
Pagi hari sekolah. Sore hari mesti latihan basket di tambah mengurus HUT sekolah, dan malam hari masih harus mengurusnya. Antonius tak bisa bayangkan betapa lelahnya Kevin melakukan itu setiap hari.
Antonius melihat botol infus di sampingnya dan segera mengambilnya dan pergi ke kamar orangtuanya.
Pada saat membuka pintu, Antonius melihat di ruang depan Astrid, mama papanya dan bahkan ada orangtuanya Kevin juga. Mereka tidur hanya beralaskan tikar dan selimut seadanya. Betapa sayangnya mereka terhadap Antonius.
...***...
Antonius melihat setiap sudut ruangan yang penuh kenangan itu. Hingga pandangannya tertuju pada meja dengan beberapa bingkai foto di sana. Antonius mengambil salah satu foto, dimana dia sedang di peluk oleh ayah dan juga ibunya.
Antonius memeluk foto itu dan tertidur semalaman di sana.
...***...
Pagi hari
Kevin terkejut setengah mati saat melihat kasur di sampingnya telah kosong, lantas kemana Antonius? Kevin panik dan langsung berlari ke ruang depan dan memanggil mereka yang ada di sana.
"Papa... Mama... Astrid... Om Tante....!" panggil Kevin panik.
"Iya kenapa teriak-teriak Vin?" tanya mamanya terkejut.
"Antonius hilang ma," ujar Kevin.
"Hah? yang benar kamu?" tanya mamanya tak percaya.
"Iya ma! tadi malam ada di samping Kevin. Tapi pagi-pagi tadi udah nggak ada di kasur," ujar Kevin panik.
__ADS_1
"Siapa yang nggak ada Vin?" tanya papanya baru bangun.
"Antonius pa,"
"Apa? ya udah buruan kita cari. Papa takut Antonius buat hal yang aneh-aneh," ujar papanya Kevin.
"Iya pa,"
Mereka semua langsung bangun dan mencari keberadaan Antonius, dan berkeliling di sekitar rumah. Mereka juga menelpon teman-temannya untuk menanyakan keberadaan Antonius. Namun nihil tidak ada yang tau dimana dia saat ini.
Kevin dan Astrid mencari ke setiap sudut ruangan, tak ada tanda-tanda Antonius. Hingga tiba-tiba Kevin teringat dengan kamar almarhum ayah dan ibunya. Ia langsung pergi ke sana.
"Astaga dek... ternyata kamu di sini!" ucap Kevin lega.
"Astrid panggil papa sama mama. Bilang kalau Antonius udah ketemu," pinta Kevin.
"Iya Vin!"
Kevin duduk di samping Antonius. Menatap wajahnya dengan sendu.
"Tolong jangan berubah jauh lagi ya dek. Cukup yang pertama saja yang merubah kamu, yang kali ini jangan...," gumam Kevin sambil mengelus rambut Antonius.
Antonius terbangun karena merasa ada yang mengganggu tidurnya, ia melihat ada Kevin di sampingnya.
"Bang Kevin...," panggil Antonius lembut.
"Iya kenapa? kamu butuh sesuatu? ngomong sama bang Kevin!" ucap Kevin bersemangat saat Antonius mulai memanggilnya.
"Pengen nasi goreng sama bakso yang di gerbang sekolah...."
"Oke tunggu! Lima menit lagi bakal ada. Kamu jangan kemana-mana ok? bang Kevin segera balik. Nanti biar mama sama papa yang nemenin kamu," ucap Kevin buru-buru.
Kevin langsung mengambil kunci motornya dan sesegera mungkin melajukan motornya untuk membeli pesanan Antonius. Bahkan panggilan papanya dia hiraukan. Tapi melihat senyum di wajah Kevin, mereka mengerti kalau Antonius sudah mau bicara.
...***...
10 menit kemudian
Ceklek
"Huh... maaf... aku terlambat 5 menit! Huh ini nasi goreng sama baksonya dek! Huh... bentar aku ambil piring sama mangkok dulu," ucap Kevin sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Antonius sedikit tersenyum melihat Kevin yang sedang menyiapkan makanan untuknya. Padahal dia sudah menyuruh mamanya Kevin untuk masak nasi goreng karena Kevin yang sedikit terlambat tadi. Astrid dan juga papanya sedang keluar membeli buah-buahan yang dia minta tadi.
"Terimakasih Tuhan... engkau masih memberikan orang-orang yang baik disekitar ku..." gumam Antonius sedikit tersenyum.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.