
"Kamu kok langsung to the point aja sih Antonius. Kita nga ke kantin dulu nih. Ayo aku yang traktir deh nanti" ajak Widia kepada ku.
"Maaf tapi saya buru-buru, saya harus ke toilet udah kebelet pipis. Kalau memang nga ada yang penting permisi saya mau lewat" sahut Antonius sambil berjalan melewati Widia.
Hap.
"Tunggu jangan pergi dulu Antonius, aku belum siap bicara. Apakah kamu tidak bisa memberikan aku waktu sebentar saja untuk berbicara langsung di depan kamu?" tanya Widia kepada ku sambil memeluk ku dari belakang.
Aku yang belum pernah di peluk seorang perempuan seperti ini merasa terkejut dan langsung berhenti bergerak.
"Ba..ba.. baiklah saya akan mendengarkan mu. Tapi bisakah kamu melepaskan pelukan mu dulu dari tubuh ku. Aku tidak nyaman seperti ini" ucap ku dengan terbata-bata.
"Oke oke, baiklah aku akan melepaskan tangan ku" sahut Widia.
Tanpa aba-aba Antonius langsung melepaskan pelukan dari Widia.
__ADS_1
"Wahh ternyata pinggang Antonius kecil juga ya, tapi di bagian perut terasa kotak-kotak. Jadi pengen peluk terus" kata Widia kepada ku.
Aku yang sudah tidak tahan dan sedikit malu akan ocehan dari Widia langsung angkat bicara.
"Kamu sebenarnya mau bicara atau hanya mau bercanda di sini. Saya sudah bilang kalau saya harus ke kamar mandi. Kalau memang tidak ada yang ingin kamu katakan lebih baik saya pergi dulu. Permisi" sahut ku tegas kepada Widia.
"Tunggu-tunggu, baiklah aku akan mengatakan apa yang ingin aku sampaikan. Jadi tujuan ku kesini itu karena... karena".
"Karena apa Widia. kamu mau ngomong atau cuma bermain-main dengan ku" jawab ku memotong perkataan Widia.
"Sebenarnya aku itu sudah lama suka sama Antonius. Tapi karena aku belum siap mengutarakan isi hatiku jadi aku hanya bisa memendam rasa cinta ini Antonius. Jadi apa Antonius mau jadi pacar Widia?" ucap Widia mengutarakan maksud dan tujuan nya.
Hiks hiks hiks.
"Apa tidak ada kesempatan buat aku untuk menjadi seorang pacar kamu Antonius?" tanya Widia kepada ku.
__ADS_1
"Maaf tidak bisa Widia. Aku harap kamu bisa mengerti perasaanku juga. Dan semoga kamu menemukan yang lebih baik dari pada aku" jawab ku kepada Widia.
Aku hanya bisa diam melihat Widia menangis. Toh aku sudah menjelaskan semua kepada nya.
"Antonius... benar-benar kamu ya. Aku sudah bilang jangan pernah nyakitin hati perempuan apalagi sampai buat dia nangis. Tapi apa ini kamu malah buat seorang perempuan menangis. Awas kamu ya" teriak Astrid kepada ku.
"Aaa..aaa..aaa sakit sakit kak Astrid. Jangan tarik rambut Antonius. Kakak salah sangka, Antonius nga salah apa-apa." ucapku sambil memegangi kepalaku yang ditarik Astrid.
Masih mau ngeles juga. Ini hukuman biar kamu kapok nanti. Dan kamu anak gadis lebih baik kamu kembali ke kelas mu. Biar kakak yang menghajar Antonius ini kata Astrid kepada Widia.
"Ba...ba..baik kak" jawab Widia kepada Astrid.
Flashback off.
"Hahaha. Ya kan aku udah minta maaf waktu itu sama Antonius. Tapi seru sih pas narik rambut Antonius itu" sahut Astrid kepada ku.
__ADS_1
Wahh, malah ketawa. Lihat saja nanti aku akan membalas perbuatan Astrid waktu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...