Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
34 Nggak Peka


__ADS_3

Di perjalanan Antonius selalu saja menggoda Kevin dan juga Astrid.


"Bang Kevin! Abang udah punya pacar belum?" tanya Antonius sambil melirik Astrid.


"Gimana ya mau di jawab. Soalnya cewek yang Abang suka itu nggak peka. Padahal Abang itu udah deketin terus, tapi kayaknya dia nggak suka deh sama Abang," sahut Kevin.


"Jadi gimana bang. Apa masih mau di lanjut?" tanya Antonius.


"Ya pasti dong dek. Harus semangat 45 kalau yang itu mah," jawab Kevin sambil melirik kaca depan mobil yang menunjukkan Astrid yang tersenyum.


"Wah, semangat bang kalau gitu".


"Siap dek".


"Vin, nanti jangan lupa singgah dulu di supermarket. Kita beli cemilan sama minuman dulu ya," ucap Astrid.


"Iya Ast"


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, mereka akhirnya berhenti di supermarket untuk beli cemilan.


"Yuk, kita turun dulu. Astrid disini aja. Aku sama Antonius yang masuk ke dalam," seru Kevin.


Kevin melihat gerombolan laki-laki sedang nongkrong di depan supermarket. Dia tidak mau kalau Astrid nanti di goda-goda.

__ADS_1


"Tapi Vin, aku juga pengen ikut!" seru Astrid yang langsung cemberut.


"Nggak boleh. Kamu di sini saja jaga mobil. Ayo dek, kita masuk," seru Kevin sambil keluar dari mobil.


"Udah, Astrid di dalam mobil saja ya. Astrid nggak lihat itu ada gerombolan laki-laki. Bang Kevin nggak mau kalau Astrid di goda nanti. Pantesan aja bang Kevin bilang cewek yang dia suka nggak peka. Ternyata memang benar. Astrid harus ngerti perasaannya bang Kevin, mulai dari sekarang," ucap Antonius sambil keluar dari mobil.


Astrid pun melihat gerombolan laki-laki yang di bilang Antonius. Ternyata memang benar.


Di dalam supermarket.


"Dek, kamu mau beli yang mana?" tanya Kevin kepada Antonius.


" Terserah bang Kevin lah, nanti kalau aku yang milih, nanti bang Kevin malah rugi," sahut Antonius.


"Jadi beneran bang Kevin?" tanya Antonius sekali lagi.


"Iya dek. Pilih aja yang mana. Yang kamu suka" seru Kevin yang mengacak-acak rambut Antonius.


Antonius tertawa seperti anak kecil. Dan dia langsung pergi ke tempat berisi makanan ringan. Kevin hanya bisa tersenyum melihat tingkah Antonius. "Memang benar kata ibu. Antonius seperti anak kecil. Dia menunjukkan sisi sifatnya hanya untuk orang-orang tertentu saja," ucap Kevin sambil melihat Antonius dan segera mengikutinya.


"Bang Kevin, ini aku ambil ya!" ucap Antonius sambil menunjukkan sebuah keripik.


"Iya, ambil sepuasnya ya. Abang kesana dulu beli minuman untuk kita nanti. Abang tunggu di kasir ya," sahut Kevin.

__ADS_1


"Iya bang".


Setelah cukup lama mereka membeli makanan, akhirnya mereka segera membayar di kasir.


"Total seluruh belanjaan nya 250.000 ya kak!" ucap penjaga kasirnya.


"Iya mbak, ini uangnya," seru Kevin sambil memberikan uang pas.


Setelah di masukkan kedalam kantongan plastik. Kevin terkejut melihat penjaga kasir yang selalu memandangi Antonius.


"Hhmm, dek ayo pulang. Nanti pacar kita marah-marah lagi," seru Kevin.


"Ohh iya bang, yuk pulang" sahut Antonius yang mengerti ucapan dari Kevin. Dan mereka pun keluar dari supermarket.


"Gila, ganteng banget tadi cowok yang baju putih. Pengen aku jadiin pacar," seru salah satu penjaga kasir.


"Apaan sih. Lo nggak denger tadi kata mereka, kalau mereka udah punya pacar. Nggak usah banyak berharap loo," sahut temannya.


"Dihh, bilang aja Lo iri. Pacar Lo aja nggak seganteng cowok yang tadi".


Mereka berdua malah berdebat tentang Antonius dan juga Kevin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2