
Antonius menyuruh Sarah untuk mengerjakan tugas matematikanya. Sementara dia sendiri asik bermain handphone.
"Sarah kerjain yang bener ya! awas kalau salah" seru Antonius bercanda.
"Iya tapi bantu juga dong. Masa iya cuma aku yang ngerjain. Biar cepat siap juga, nanti kalau ayah sama ibu datang apa yang harus kubilang? pastinya beliau pasti sudah kecewa!" sahut Sarah mulai murung.
"Nggak usah khawatir. Nanti biar aku yang jelasin sama ayah sama ibu. Kalau jelasinnya baik-baik pasti mereka nggak akan marah. Tenang aja," sahut Antonius menenangkan Sarah.
"Iya tapikan....?" ucapan Sarah terpotong oleh ucapan ayah Antonius yang tiba-tiba sudah muncul di depan rumah.
"Tapi apa? kamu yang selalu menghina anak saya? kami tau kami ini keluarga miskin nak, tapi nggak bisa gitu juga sifatnya. Kalau dulu sebenarnya kamu memang ingin menghina anak saya, sebaiknya dulu kamu nggak usah dekati anak saya. Teman macam apa yang nggak ada di saat temannya butuh? lalu kenapa dulu kamu menghilang? kali ini mau bilang apa lagi? Lebih baik kamu sekarang pulang dari rumah kami," potong ayah Antonius yang sudah berdiri tepat di depan Antonius dan juga Sarah.
"Ayah, maaf atas kesalahan yang aku perbuat di masa lalu!" seru Sarah yang sudah mulai meneteskan air mata lagi.
"Hahaha, lalu setelah kami memaafkan mu, dan kamu malah bisa menghina kami? Ternyata memang benar kata orang-orang bahwa semua akan asing pada waktunya" ucap ayah.
__ADS_1
"Bukan gitu yah. Tolong dengerin penjelasan ku yah!" ucap Sarah memohon kepada ayah Antonius.
Bukannya di jawab ayah langsung masuk kedalam rumah tanpa mengajak mereka semua masuk.
"Nak, maaf atas sikap suami ibu ya. Ayah memang begitu kalau capek," seru ibu Antonius.
"Iya Sar. Maaf atas sikap ayahku"
"Ibu tolong dengerin penjelasan Sarah Bu!" ucap Sarah yang langsung berdiri sambil memegang tangan ibu Antonius dan masih menangis.
"Iya nak, ibu dengerin kok. Tapi duduk dulu. Jangan nangis lagi, kalau nangis gimana mau jelasinnya sama ibu!" sahut ibu Antonius dengan lembut sambil menuntun Sarah untuk duduk di karpet.
"Iya Bu. Jadi dulu itu kenapa aku........" Sarah menjelaskan semuanya kepada ibu Antonius. Mulai dia di ancam Dido sampai kejadian kecelakaan adiknya Antonius. Ibu Antonius yang hanya mendengar semua penjelasan Sarah ikut menangis. "Jadi dulu yang membuat putriku kecelakaan adalah keluarganya?" tanya ibu yang sudah ikut menangis.
"Maaf baru bisa menjelaskan semuanya Bu. Sarah benar-benar minta maaf," seru Sarah.
__ADS_1
"Iya nak, tidak apa-apa. Ibu juga minta maaf selama ini udah menduga bahwa kamu adalah orang yang jahat."
Ibu menangis mendengar semua penjelasan Sarah. Sementara ayah juga sebenarnya beliau mendengarkan semua penjelasan Sarah. Namun, beliau berada di balik pintu. Bahkan sekarang beliau telah menangis dan segera keluar untuk menemui Sarah.
"Nak, Sarah, tunggu sebentar" ucap ayah yang keluar dari rumah sudah menangis.
"Ayah minta maaf atas sikap ayah selama ini. Selama ini ayah selalu berpikir bahwa kamu adalah orang yang jahat. Apakah ada kata maaf untuk ayah?" tanya ayah.
Sarah mengangguk. "Aku juga minta maaf ya yah, ibu Maaf dulu kata-kata Sarah telah menyakiti hati kalian,".
Akhirnya semua permasalahan di masa lalu terpecahkan dan terselesaikan dengan baik.
"Akhir dari sebuah kesalahan adalah dengan meminta maaf."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Author: Menemaninya dari bawah tak menjamin di genggamnya saat dia di atas.
Jangan lupa tersenyum dan bahagia.