Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 5 Harus Kuat


__ADS_3

Mendengar perkataan ku. Astrid jadi merasa bersalah.


''Maafkan aku Anto, harusnya aku tidak menanyakan hal itu kepada mu'' ucapnya merasa bersalah.


Aku tersenyum kepadanya dan berkata ''tidak apa-apa Ast, kamu kan belum tau masa laluku, jadi kenapa aku harus marah''.


Astrid tersenyum mendengar perkataan ku.


...****************...


...----------------...


......................


Seminggu kemudian.


Sudah satu Minggu aku bersekolah disini.


Aku suka di sekolah ini karena sangat nyaman.


Namun satu hal yang harus aku hindari kakak kelas yang hampir setiap hari datang ke kelas ku hanya untuk memberikan hadiah dan juga surat cinta.


Oh iya untuk pertandingan kedua, pada saat penjelajahan sekolah di tunda, karena di sekolah ada pembangunan ruangan lagi, jadinya pertandingan kedua di tunda.


Hari Minggu tiba.


Aku, ayah dan ibu bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan bahan jualan kami.


Ya aku setiap hari Minggu pagi selalu berdagang menemani ibuku.


Kami menjual gorengan, dan kata orang-orang gorengan kami yang paling enak.


Nak, kamu tidur saja, biar ibu sama ayah yang membuatnya, kamu kan juga capek harus perlu istirahat juga.


''Tidak ibu, aku malahan senang bisa membantu ayah sama ibu'' udah ya Bu, ini tinggal dikit lagi, kita harus semangat ucapku menyemangati ayah dan ibu.


Anak ayah memang yang terbaik, ucap ayah sambil mengusap rambutku.


Hehehe anak siapa dulu dong!!!

__ADS_1


Anaknya pak Harto Situmorang ''ucapku sambil tertawa''.


Kami mulai menyiapkan bahan-bahan gorengan kami.


Setelah cukup lama kami berkutat di dapur, akhirnya kami selesai mengerjakan semua tugas kami.


Setelah itu aku bersiap-siap untuk menemani ibuku berdagang.


''Ayo Bu waktunya berangkat ucapku memanggil ibuku''.


Iya nak sebentar lagi ibu sudah siap.


Setelah semua sudah siap kami berangkat.


Semoga hari ini laku semua ya Bu.


Amin nak semoga laku semua.


Di perjalanan aku tidak lupa menggunakan slogan terbaik ku.


''Goreng- goreng, goreng keluarga Situmorang yang paling the best, kalau di makan langsung kenyang'' ucapku dengan semangat.


"Bu Ani, gorengnya Bu" ucap salah satu dari mereka.


Ayo Bu kita di panggil.


Kami pun berjalan ke arah mereka.


setelah sampai, kami langsung menunjukkan goreng-gorengan kami.


Bu Ani, bungkus gorengannya Rp 10.000 ya Bu kata Bu Ijah.


"Iya Bu".


Sini Bu biar Anto saja yang bungkus.


"Iya nak jawab ibu".


Wahh Bu Ani, ibu beruntung sekali punya anak seperti Antonius ini.

__ADS_1


Sudah ganteng, pintar, rajin pula.


Beda sama anak saya kerjaannya cuma main hp terus.


Bu Ani, apa Bu Ani mau kita jadi berbesan?


Biar anak saya bisa di ajari sama Antonius, bisa di tuntun ke arah yang baik, biar nga main hp terus.


"Maaf Bu, bukannya saya tidak mau.


Tapi itu tergantung Antonius sendiri Bu.


Kalo memang pas saya tinggal merestuinya Bu".


Iya kan nak?


"Ehh iya Bu.


Kalo menurut Antonius, kalo kami memang berjodoh, Tuhan pasti tunjukkin jalannya.


Tinggal di jalani saja bagaimana prosesnya" jawabku dengan sopan.


Tuh kan, cara bicaranya saja bisa dewasa banget. Apalagi nanti kalau sudah menikah keluarganya pasti harmonis banget.


Amin terimakasih Bu.


Di doakan saja Antonius nya biar bisa sukses jawab ibuku.


Ya udah Bu ini gorengannya.


"Makasih ya Bu Ani.


Semoga jadi berkah".


Amin terimakasih Bu Ijah.


Kami permisi dulu ya, mau lanjut jualannya kata ibuku.


Iya Bu Ani, hati-hati ya Bu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2