
Kamis pagi jam setengah tujuh, seluruh pemain inti dan beberapa suporter berkumpul di dekat gerbang sekolah. Pertandingannya sih mulainya jam sembilan, tapi setengah jam sebelumnya mereka sudah harus ada di sekolah Sutomo. Sekarang mereka semua tinggal menunggu Antonius yang masih di jalan, dan akan berangkat jam delapan teng.
"Kok Antonius lama banget ya datangnya?" gerutu Kevin. "Di bilang kumpul di sekolah paling telat Kam delapan!" Kevin menoleh ke arah Astrid yang memegang handphone. "Ast, coba telponin Antonius! ada dimana posisinya sekarang!"
"Oke!" jawab Astrid. Sesaat kemudian, "Bentar lagi katanya sampai, dia udah dekat gerbang. Katanya bareng teman-teman sekelasnya Vin," jawab Astrid.
"Nah, itu dia!" tunjuk Astrid melihat ke arah gerbang sekolah dan segera melambaikan tangannya.
"Kenapa lama banget tadi Antonius?" seru Kevin agak kesal. "Kemarin nggak ngomong apa-apa! coba kemarin bilang biar di jemput!"
"Maaf bang. Kemarin teman-teman ku bilang biar berangkat bareng. Mereka mau nonton katanya," sahut Antonius dengan nada kecil karena baru kali ini Kevin marah padanya.
Flash back on
Antonius sedang membaca buku. Tiba-tiba handphonenya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.
Grup Calon Penerus Bangsa
Daniel
"Teman-teman di informasikan bahwa kita semua akan berangkat pagi-pagi untuk menonton pertandingan bola basket adek kita. Mohon supaya mempersiapkan diri masing-masing. Dan kita akan menjemput adek kita ke rumahnya, supaya lebih aman. Sekian dan terima kasih"
Bella
"Buset dah! kayak ibu-ibu yang mau nawarin dagangannya sama pembeli aja".
😂
Daniel
"Wahh, sembarangan Lo kalau ngomong Bel. Masa iya Abang Daniel di samain kayak ibu-ibu di pasar"
__ADS_1
Ronni
"Emang mirip sih Dan. Mirip banget malah.
Antonius
"Jadi besok pagi, kalian semua masih ke rumahku?"
Daniel
"Iyaa masih ke rumah mu. Jadi sekarang istirahat jangan main hp lagi"
Ronni
"Iya sekarang kamu istirahat dulu. Besok biar nggak mudah capek"
Antonius
Antonius meletakkan handphonenya di meja. Di saat dia mau tidur tiba-tiba handphonenya berbunyi lagi. "Drrrttt"
"Siapa lagi yang nge chat?" Huh" gerutu Antonius.
Saat membuka pesannya ternyata Sarah.
Sarah
"Cepat tidur"
"Besok kau mau berangkat bareng aku ke sekolah?"
Antonius
__ADS_1
"Tapi besok aku mau berangkat bareng teman-teman sekelas ku"
Sarah
"Ohh, ya udah deh kalau gitu. Aku tidur duluan ya"
"Selamat malam Antonius"
Flash back off
"Ya udah deh. Yuk, kita berangkat. Nggak usah minta maaf lagi!"
Antonius pun segera mengangguk.
Mereka berangkat. Sesampainya mereka di sekolah Sutomo, ternyata siswa-siswi dari sekolah mereka sudah banyak di sana. Di saat mereka sudah keluar dari mobil, beberapa siswa sekolah mereka langsung menghampiri mereka.
"Terimakasih ya teman-teman, karena kalian mau jadi suporter kita" ucap Kevin selaku kapten tim dan juga ketua OSIS.
"Iya sama-sama bro" sahut teman-temannya.
Namun tiba-tiba aja ada 2 orang pria yang menghampiri mereka.
"Wah! kalian sudah sampai ternyata. Ayo silahkan masuk, kami akan menunjukkan dimana ruangan khusus untuk kalian berganti pakaian" ucap salah satu pria.
"Oh iya. Perkenalkan saya adalah pelatih bola basket di sekolah ini. Nama saya Andi" sahut pak Andi memperkenalkan dirinya.
"Iya pak. Salam kenal juga" sahut pak Tantri selaku guru olahraga sekaligus guru pelatih bola basket di sekolah Antonius.
"Mari pak, anak-anak semua. Saya akan menunjukkan ruangan untuk kalian!" seru pak Andi sambil berjalan dan kami pun mengikutinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.