Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 30 Malam Minggu


__ADS_3

Malamnya, Antonius dan Astrid menonton TV di rumah Astrid.


"Ast, ganti filmnya dong, masa iya dari tadi nonton film Korea Mulu!" seru Antonius yang sudah bosan.


"Eh,kamu nga suka nonton film Korea ya? Ya udah kita ganti channel TV nya saja. Antonius sukanya apa?" tanya Astrid.


"Kita nonton film Marvel Avengers gimana?" seru Antonius.


"Ya udah. Sebentar aku cari dulu. Biasanya malam-malam begini banyak film Marvel."


Tiba-tiba, ada yang menelepon Antonius. Kebetulan handphonenya ada di samping Astrid dan langsung melihat siapa yang menelepon.


"Ini ada yang nelpon, angkat gih!"seru Astrid.


"Halo, ini siapa ya?" sapa Antonius.


"Halo Antonius, ini Sarah. Kamu apa kabar?"


Deg! Antonius tertegun. Dia masih kenal banget suara Sarah. Ya Sarah adalah perempuan yang memutuskan Antonius tahun lalu.


"Eh, halo. Ada apa? Antonius lagi sibuk, nggak bisa di ganggu!" seru Antonius.

__ADS_1


Bukannya langsung di jawab, Sarah malah diam.


"Apa Antonius udah lupa ya samaku" ucap Sarah dalam hati.


Kalau memang tidak ada yang mau di sampaikan Antonius tutup sekarang seru Antonius.


"Eh, tunggu dulu Antonius, Sebentar saja. Aku mau ngajak kamu ketemu boleh nggak?" tanya Sarah.


"Nggak ada waktu" sahut Antonius sambil menutup telponnya dengan cepat tanpa menunggu jawaban Sarah. Tak di sangkal, Antonius sebenarnya tidak mau lagi berhubungan dengan Sarah. "Dia pikir cuma dia yang bisa berbuat seperti itu" ucap Antonius dengan nada pelan namun masih bisa di dengar oleh Astrid.


Astrid terdiam, dia tak percaya Antonius bisa berbicara seperti itu. "Antonius kenapa? kalau ada yang mau di ceritain cerita saja sama Astrid. Tadi siapa yang nelpon Antonius" tanya Astrid dengan nada lembut.


"Sarah?" tanya Astrid yang memang sudah mengetahui karna Antonius pernah menceritakannya.


"Iya, masa di bilangnya gini! Aku mau ngajak kamu ketemu boleh nggak? Antonius kan nggak suka lagi sama dia. Malah ngajak ajak" seru Antonius yang mulai kesal dan membuat bibir manyun.


Astrid tersenyum melihat Antonius. "Jadi kamu mau ketemu sama dia?" tanya Astrid.


"Enggak lah, mana mau. Mending tidur" ujar Antonius.


"Iya kalau memang seperti itu. Nggak apa-apa kalau memang dia ngajak ketemu. Tapi kalau memang Antonius nggak mau tidak apa-apa.

__ADS_1


Tapi setidaknya Antonius dengerin dulu apa yang mau dia bilang. Kalau dia nge chat atau telpon jawab baik-baik. Di jawab nanti dalam arti hanya sebatas teman doang, nga lebih" ucap Astrid memberikan penjelasan kepada Antonius.


"Jadi walaupun udah putus masih bisa berhubungan gitu?" tanya Antonius.


Itu sih tergantung Antonius nya. Kalau Antonius mau ya bisa jawab Astrid.


"Tapi Antonius nga mau lagi berhubungan dengan dia. Salah dia sendiri."


"Ya udah kalau memang seperti itu. Sekarang masih mau lanjut nonton filmnya nggak nih?" tanya Astrid.


"Nga lagi deh Ast. Mending tidur" jawab Antonius.


"Tapi ini masih jam 7 loh. Kita keluar yuk beli jajan. Papa sama ayah kan ke rumah sakit. Nanti kita kabari kalau kita keluar. Siapa tau mama sama ibu pulang," seru Astrid.


"Iya Ast. Aku ngikut aja" sahut Antonius.


Usai mengabari orang tua mereka. Antonius dan juga Astrid pergi keluar untuk membeli jajan. Mumpung malam Minggu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2