Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 46 Bau Acemm


__ADS_3

Antonius dan juga teman-teman satu timnya keluar. Mereka segera menuju teman-temannya. Antonius berlari ke arah teman-teman satu kelasnya yang sedang berkumpul.


"Wah! nggak sia-sia kita dukung Lo ya," ujar Daniel bersemangat.


"Iya benar banget. Jangan lupa traktir makan bakso di kantin sekolah ya," seru Ronni.


"Hahaha iya, kalau uangnya cukup!" sahut Antonius.


"Dihh pelit banget" jawab Daniel pura-pura cemberut.


"Ututu! aku cuma bercanda kok Dan. Janji deh bakalan traktir kalian," seru Antonius.


"Nggak kok Antonius. Kita cuma bercanda kok. Uangnya di simpan aja. Siapa tau kan nanti tiba-tiba penting gitu," jawab Daniel.


"Iyaa. Aku juga serius kok. Nggak apa-apa" jawab Antonius.


"Nihh! minum dulu. Pasti haus kan?" ucap Sarah tiba-tiba datang membawa botol minuman.


"Eh, makasih ya Sar. Haus banget ini," sahut Antonius menerima pemberian Sarah dan segera meminumnya.


"Buat kami nggak ada nih Sar?" tanya Ronni.


"Oh iya hampir aja lupa. Ini ada kok" seru Sarah dan segera membagikan minum tersebut ke teman-temannya.


...***...

__ADS_1


Di rumah Antonius


"Ayah, ibu. Antonius pulang," ucap Antonius berlari masuk ke dalam rumah.


"Iya nak. Jangan lari-lari nanti jatuh lagi" sahut ibu dari arah dapur.


"Ayah, ibu liat! sekolah Antonius juara satu. Dan katanya bakalan melaju ke tingkat nasional yah!"


"Aku senang banget" ucap Antonius bersemangat memberitahukan kemenangannya kepada ayah dan juga ibunya.


"Puji Tuhan nak. Ini semua berkat dari yang di atas. Jangan langsung?..." tanya ayah Antonius menggantung.


"Sombong!" sahut Antonius memeluk ayahnya.


"Pintar anak ayah" jawab ayah sambil mengusap-usap kepala Antonius.


"Iya nak. Sekarang mandi dulu ya. Soalnya anak ayah yang tampan ini bau acemm. Jadi harus mandi dulu ya," ucap ayah Antonius melonggarkan pelukannya.


Antonius mencium kedua ketiaknya. "Hihihi ternyata memang benar. Kalau gitu aku mandi dulu ya" seru Antonius cengengesan.


"Iyaaa"


"Oh iya yah, Bu. Nanti malam Antonius di ajak main sama teman-teman satu tim yah. Boleh kan?" tanya Antonius.


"Tentu bisa dong nak. Nggak usah pikirin belanjaan ibu. Nanti biar ayah yang ngangkat," sahut ayah.

__ADS_1


"Tapi yah. Nanti belanjanya ibu itu berat lho. Emang ayah kuat? ayah belum sembuh total," seru Antonius lagi.


"Sekarang anak ayah ini meragukan kekuatan ayah nya ya?" tanya ayah.


"Hehehe nggak ngeraguin kok yah. Berarti aku bisa kan keluar nanti malam?" tanya Antonius sekali lagi.


"Iya nak. Tapi ingat selalu pesan ayah. Apa coba?" tanya ayah.


"Jangan ngerepotin orang lain. Lebih baik tidak membeli apa-apa karena tidak punya uang. Daripada membeli barang dengan gaya bak orang kaya!" sahut Antonius.


"Iya nak. Ingat selalu pesan ayah itu ya. Jangan sampai lupa. Sekarang kamu mandi sana" seru ayah Antonius.


"Siap bos!" jawab Antonius sambil berjalan ke kamar mandi.


...***...


Malam-malam sekitar jam 19.00 WIB. Antonius sudah di jemput oleh teman-temannya. Antonius sebenarnya berat hati untuk pergi. Dia merasa seperti ada yang mengganjal di hatinya. Namun, karena paksaan dari ayah dan juga ibunya, akhirnya dia ikut juga.


"Kevin. Anak ayah di jaga ya. Jangan biarin keluyuran sendiri,"


"Siap yah. Kalau gitu kami berangkat dulu ya yah, ibu" sahut Kevin sambil mencium tangan ayah dan ibu Antonius, dan di ikuti semua teman-temannya.


"Hati-hati ya. Jangan ngebut-ngebut. Keselamatan lebih penting" nasehat ayah.


"Iya yah. Kami berangkat ya," sahut mereka semua dan tidak lupa mereka membunyikan klakson.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2