Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 58 Luka


__ADS_3

Semua anak-anak mulai mencibir Antonius, apalagi saat tau kalau Antonius tidak menangis sama sekali saat kepergian orangtuanya. Tapi Antonius tidak tinggal diam, kemarahannya tidak bisa ditahan lagi saat mendengar kata-kata Boy.


Antonius berdiri dan menggulung lengan bajunya. Menatap Boy dengan penuh kebencian, Daniel bahkan tidak bisa membaca apa selanjutnya langkah Antonius.


Buagg...


Pukulan keras melayang di pipi Boy. Antonius tidak bisa menahan amarahnya lagi. Tidak hanya sekali Boy mencari masalah dengannya. Dan kata-katanya kali ini tidak bisa di toleransi lagi oleh Antonius.


"Antonius...?" teriak Bella dan Sarah.


Bukannya melerai, anak-anak lain justru mem-vidiokan perkelahian ini. Daniel dan lainnya kesulitan melerai Antonius, pasalnya Antonius belum pernah terlihat semarah ini sebelumnya.


"Antonius, udah!" teriak Daniel.


Buagg...


Antonius kembali melayangkan pukulannya ke wajah Boy. Ilmu beladiri yang di ajarkan oleh ayahnya dulu waktu kecil akhirnya berguna juga saat ini.


Boy berusaha melawan, Boy juga melayangkan pukulannya ke wajah Antonius dan memecahkan bibirnya. Antonius tidak diam, dia menendang Boy sampai terpental dan batuk-batuk.


"Sialan Lo, maju sini Lo kurang ajar!" bentak Antonius penuh amarah.


"Dasar cabe!"


Kata-kata Boy barusan menambah kemarahan Antonius, tak ada kata ampun lagi. Antonius menarik kerah baju Boy sampai robek, lalu melayangkan pukulannya tepat berada di dagunya.


"Lo nggak punya hak buat nge-hakimin hidup gue!" bentak Antonius


"Ahh... Lepasin ******! Siapa aja tolong Lepasin gue dari dia! Antonius gila!" teriak Boy meminta tolong. Pasalnya Antonius menarik tangan Boy dan memutarnya kebelakang badannya dan itu membuat tangan Boy sungguh kesakitan.


Tidak ada toleransi lagi, Antonius semakin kencang memutar tangan Boy. Boy semakin kesakitan dan menendang kaki kering Antonius.

__ADS_1


"Sshhh..." Antonius mendesis kala sakit di bagian kakinya.


Antonius melepaskan tangan Boy. Dan Boy langsung lari dengan tangan yang di pijit-pijit sangking sakitnya putaran Antonius. Antonius hendak mengejar Boy, namun ia di hentikan teman-temannya.


"Antonius udah, biarin aja ya,!" cegah Bella.


"Dasar cowok sialan! Lepasin gue!" bentak Antonius yang penuh dengan amarah.


"Antonius... Jangan gegabah! Ini masih di sekolah!" peringat Sarah yang menarik tangan Antonius agar tidak mengejar Boy lagi.


"Lepasin gue!" bentak Antonius.


"Antonius udah! Lo mau ngapain lagi sih? Biarin aja udah!" ujar Daniel.


"Nggak rugi gue kalau dikeluarin dari sekolah ini! Lepasin" teriak Antonius.


"Antonius udah! Lo mau apa lagi ha? Mau jadi sok jagoan? Mau berantem kayak gitu lagi? Lo itu anak yang terhormat, Lo nggak ingat apa pesan ayah sama ibu? Kalau mereka lihat Lo kayak gini, mereka nggak akan bahagia di sana.!" bentak Kevin yang baru datang bersama dengan Astrid.


"Sialan... Lepasin gue!" bentak Antonius yang masih lepas kendali.


"Tatap mata bang Kevin!" pinta Kevin.


Antonius memberontak, "Lepasin!"


"Tatap mata gue Antonius!" bentak Kevin.


Antonius menatap mata Kevin dengan nafas memburu. Matanya memerah dan hampir meneteskan air matanya.


"Udah... Udah, semua ini nggak ada gunanya! Berhenti ya! Bang Kevin mohon!" pinta Kevin.


"Gue nggak terima dikatain kayak gitu ya!" bentak Antonius.

__ADS_1


"Iya bang Kevin tau! Trus kamu mau apa ? Berantem sampai puas, masuk penjara, dikeluarin dari sekolah? Inget apa tujuan ayah sama ibu nyekolahin kamu disini!" tegas Kevin.


Antonius semakin tenang. Tapi siswa-siswa yang ada di kantin menyoraki tidak suka. Apalagi saat Kevin datang untuk menenangkan Antonius.


"Huuuu..."


"Ngapain sih mau melihara anak kayak dia?"


"Antonius itu nggak penting"


"Diem Lo pada!" bentak Astrid.


Kevin buka suara, "Kenapa? Emangnya kenapa? Kalian nggak terima? Antonius itu adek gue emang kenapa? Kalian mau apa? Sini maju!" tantang Kevin.


Semua mata membelalak mendengar penjelasan Kevin. Antonius tidak fokus tendangan di kakinya semakin sakit dan darah dari bibirnya semakin keluar.


"Kalau kalian berani buat masalah sama Antonius, berarti kalian juga buat masalah sama gue!" tegas Kevin.


Antonius menepis kedua tangan Kevin yang ada di pundaknya ia berbalik dan berjalan menuju kelas dengan langkah cepat.


"Antonius... Mau kemana?" tanya Daniel dengan sedikit berteriak.


"Bang Kevin... Kak Astrid... Mending kalian susul Antonius deh, kasihan tadi tangan sama bibir Antonius terluka," ujar Sarah.


"Iya bang Kevin, emosinya juga kayaknya nggak stabil itu!" ucap Bella.


Kevin dan Astrid mengangguk dan berlari mengejar Antonius yang sudah jauh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.

__ADS_1


Jangan lupa di like and vote juga ya.


Terimakasih.


__ADS_2