Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 31 Final Basket


__ADS_3

We all hate Monday, so do Antonius and friend's. Hari Senin yang indah dan dingin itu di lewatkan murid-murid tanpa upacara bendera. Menyenangkan memang. Lapangan yang basah oleh sisa-sisa air semalam sudah menjadi ciri khas dari sekolah mereka sampai sekarang. Tapi kemudian matahari pagi menyengat panas. Menembus pepohonan rimbun sekeliling lapangan utama tempat murid-murid biasa berolahraga.


Hari ini adalah kelas Antonius untuk pelajaran olahraga. Kemudia murid-murid mengeluh akan panas matahari saat ini.


"Pak! apa kita harus praktek sekarang di lapangan. Cuaca panas lohh pak," seru Nurul.


"Iya pak benar sahut murid yang lain".


"Kalian kok banyak mengeluh. Pahlawan dulu saja berperang siang dan malam. Panas dingin cuaca mereka tahan demi kemerdekaan Indonesia. Ini cuma olahraga doang udah banyak ngeluh, gimana kalau nanti perang terjadi" sahut pak Surya selaku guru olahraga.


"Cepat sana ganti bajunya. Saya tunggu di lapangan 15 menit lagi" lanjut pak Surya.


Seketika para siswa kalang kabut untuk pergi berganti pakaian.


Antonius berdiri di depan kelasnya sembari menunggu teman-temannya yang lain keluar. Tepat saat itu kelas XII IPA 1 pergi keluar untuk menuju ruang lab IPA. Karin yang salah satu siswa kelas XII IPA 1 kelasnya Astrid mulai memperhatikan Antonius beberapa hari ini.


"Eh, ada Antonius. Kamu kenapa ada di sini?" tanya Karin pada Antonius yang masih berdiri di depan pintu kelasnya.


"Lagi nunggu teman-teman Antonius yang lagi ganti baju kak," jawab Antonius.


"Ohh, ini ada minuman. Tadi aku beli di kantin sekolah. Ini buat kamu aja," seru Karin.


"Nggak usah kak. Nanti aku beli sendiri saja nanti di kantin."


"Oh...... jadi kamu nga mau.....! ya udah lah" ucap Karin yang membuat wajah seolah-olah kecewa.


Antonius yang tidak tahu harus berbuat apa lagi langsung menerima pemberian Karin.

__ADS_1


"Ya udah kak. Minumannya sama Antonius saja. Makasih ya kak," seru Antonius sambil mengambil minumannya.


"Iyaa. Semangat buat olahraganya ya" sahut Karin yang senang.


Astrid yang melihat kejadian itu. Merasa lucu karena memang dia sudah tau kalau Karin sangat menyukai Antonius. "Karin... Karin! kamu jangan sampai suka terlalu dalam," ucap Astrid dalam hati.


Astrid hanya bisa tersenyum kecil. Sebenarnya dia sudah memberi minuman tadi untuk Antonius, karna Antonius selalu lupa membawa botol minumnya. Tapi dia hanya bisa memandangi dan tidak ingin ikut campur dalam hal ini. Biarlah Antonius yang memutuskan bagaimana selanjutnya.


...****************...


Sepulang sekolah, Astrid mengajak Antonius nonton pertandingan final basket antar kelas di lapangan sekolah. Walaupun kelas Antonius sudah kalah Minggu lalu, Antonius tetap semangat menonton pertandingan nanti. Alasannya apa lagi kalau bukan karena Astrid, dan ya Astrid memang juga suka sama Kevin. Antonius sangat memaklumi bahwa mereka sama-sama suka, namun tidak ada yang berani untuk mengungkapkan perasaan nya masing-masing.


Di lapangan, kedua kelas yang akan bertanding sudah berkumpul. Tidak hanya pemainnya, tapi juga para suporternya. Kelas Kevin, XII IPS 1, melawan kelas Astrid, XII IPA 1.


"Kevin!" panggil Astrid.


"Wahh pede banget Lo. Tapi kami memang mau nonton kelas kamu main kok," lanjut Astrid. "Bang Kevin udah di panggil tuh, disuruh kumpul kayaknya bang.".


"Oh ya, Abang ke sana dulu ya," ujar Kevin sambil berlari kecil memasuki lapangan.


Antonius dan juga Astrid mengambil tempat ternyaman di pinggir lapangan. Setelah peluit ditiup, pertandingan pun di mulai. Tim basket kelas yang semuanya cowok itu sibuk berebut bola untuk mencetak skor terbanyak. Suasana lapangan saat itu cukup ramai.


"Ast, gimana hubungannya sama bang Kevin?" tanya Antonius.


"Gimana ya mau di bilang. Astrid juga bingung mau gimana. Liat Kevin nya saja lah. Masa iya jadi Astrid yang nembak" sahut Astrid.


Antonius hanya mengiyakan perkataan Astrid.

__ADS_1


Pertandingan basket memasuki babak kedua. Skor sementara masih dipimpin kelas XII IPS 1, kelasnya Kevin. Kevin beberapa kali bertemu memperebutkan bola dengan cowok kelasnya Astrid. Gerakan lincah Kevin membuat lawannya kewalahan dan kehilangan bola. Keahlian Kevin bermain basket dan tubuhnya yang atletis benar-benar menarik perhatian Astrid. Lebih dari itu, Kevin memang orang yang menyenangkan dan juga sikapnya dewasa.


Pertandingan dimenangi kelas XII IPS 1, kelasnya Kevin. Anak-anak kelas XII IPS 1 berseru ramai dan bertepuk tangan. Astrid segera menghampiri kelasnya. "Kalian hebat, nggak apa-apa kalau belum bisa juara," seru Astrid kepada temannya kelas XII IPA 1.


"Yahh maaf ya untuk semuanya, kita belum bisa juara nih" ucap salah satu teman kelasnya Astrid.


"Iya tidak apa-apa kok. Astrid ke sana dulu ya" ucap Astrid sambil berjalan ke arah Kevin.


"Bang Kevin, selamat ya!" seru Antonius di ikuti Astrid di belakangnya.


"Yap, Antonius dan juga Astrid. Nanti kalian aku traktir deh. Hadiahnya lumayan.... bisa makan di kantin sekolah nanti! Hehehe," jawab Kevin.


"Serius bang? gaya banget deh, tapi boleh juga sih kalau Abang mau traktir kita. Hadiah uangnya lumayan kan bang?" canda Antonius.


"Dapet sekian puluh ribu gitu dek. Dibagi anak-anak tim, paling per orangnya dapet sekian belas ribu. Nggak banyak lah."


"Kami cuma bercanda kok, nggak beneran minta traktir," seru Astrid.


"Iya, nggak apa-apa kok. Eh, aku ganti baju dulu ya. Bau nih, ntar Astrid nggak mau deket-deket aku, lagi. Hahaha" ujar Kevin sambil mengibaskan kausnya yang penuh keringat.


"Ya udah, kami pulang dulu ya Vin. Daaah," Astrid melambaikan tangan sambil berjalan bersama Antonius. Antonius yang tadi mendengar ucapan Kevin malah menggoda Astrid.


"Kayaknya ada yang bentar lagi jadian nih".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2