Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 25 City That Never Sleeps


__ADS_3

"Astrid...! cepetan nak!" teriak papa Yanto pada Putri semata wayangnya. Ya pagi ini adalah hari Senin dimana mereka harus menjemput Antonius kerumahnya.


Astrid berlari-lari kecil menuju mobil sambil menggenggam buku bank soal Persiapan masuk perguruan tinggi. Astrid masuk dan duduk di belakang. "Yuk pah" ajak Astrid.


Setelah berangkat, mereka pun menuju ke rumah Antonius. Jaraknya tidak jauh dari rumah, cuma butuh waktu kurang lebih setengah jam.


Sampai rumah Antonius. Ternyata dia sudah berdiri di sana.


"Ayok nak, maaf papa lama" ajak papa Yanto.


Iya pa. Ayah ibu, Antonius berangkat dulu ya.


"Iya nak. Hati-hati".


Perlahan mobil mereka menyusuri jalan. Medan di kala pagi, selalu ramai dengan penduduk yang beraktivitas sejak matahari masih malu menunjukkan sinarnya. Sebagian besar adalah kaum pendatang, baik dari dalam ataupun luar pulau. Ada yang sukses, ada juga yang langsung pergi menuju rumah sakit, dan ada juga yang mengantar anak-anaknya ke sekolah.


Terlepas dari semua itu, Medan kota yang cukup indah. Kota persaingan hidup sangat menentukan jalan nasib seseorang.


It is the city that never sleeps.


Di tengah perjalanan, Astrid memulai pembicaraan. "Antonius kenapa tadi pagi lama banget balas pesan Astrid. Bukannya di jawab malah di read doang" ucap Astrid.

__ADS_1


"Ya maaf. Kan Antonius sama Astrid kan jumpa. Jadi kenapa harus balas-balas pesan." jawab Antonius.


Ya tapikan setidaknya di balas dong dekkk. Jangan di biarin gitu aja sahut Astrid.


Iya iya. Lain kali pasti di balas kok jawab Antonius.


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di sekolah. Sebelum mereka keluar papa Yanto memberi pesan.


"Nanti di sekolah jangan nakal. Belajar baik-baik. Dan yang paling penting harus saling menjaga" pesan papa Yanto.


Iya pa balas mereka berdua.


Ini ada uang jajan untuk Antonius dan juga Astrid. Harus di terima, nga boleh nolak sambil mengambil uang dari dompetnya. Dan memberikan uang kepada Antonius dan juga Astrid.


Iyaa. Belajar rajin-rajin. Jangan nakal, okey?


Hehehe siap pa jawab Antonius sambil tertawa.


"Ya udah sekarang masuk. Bentar lagi bel" ucap papa Yanto.


Iya pa. Kami berangkat ya pa sahut Astrid keluar dari mobil dan di ikuti oleh Antonius dan tak lupa mereka berdua mencium tangan papa Yanto.

__ADS_1


"Papa berangkat sekarang. Nanti pulangnya bareng juga ya. Papa nga bisa jemput" ucap papa Yanto sambil menjalankan mobilnya.


Setelah mobil mereka tidak terlihat lagi. Antonius dan juga Astrid memasuki gerbang sekolah.


Banyak pasang mata yang melihat mereka. Banyak yang menganggap bahwa mereka pacaran namun anehnya lagi ada yang malah benci sama Astrid karena cuma dia yang bisa dekat-dekat dengan Antonius.


Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Dan akhirnya mereka pisah.


"Nanti kalau udah istirahat Astrid datang ke kelas kamu. Tunggu di sana" ucap Astrid dengan nada tegas.


Iya iya kakak Astrid. Nga usah marah-marah lagi jawab Antonius sambil mengacak-acak rambut Astrid yang mana membuat banyak pasang mata langsung menatap tajam ke arah Astrid.


"Apaan sih. Kamu mau aku jadi santapan macan-macan itu ucap Astrid sambil menunjuk ke arah kumpulan siswa perempuan.


Biarin aja. Kan Astrid kakaknya Antonius. Jadi Antonius bebas lah buat ngacak-acak rambut Astrid jawab Antonius.


Ya udah terserah kamu lah. Tapi tanggung jawab kalau Astrid kenapa-kenapa.


Iyaa. Antonius duluan dulu ya.


Akhirnya mereka langsung bergegas masuk ke kelas masing-masing dan memulai sekolah dengan semangat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2