
Aku dan ibu lanjut berkeliling untuk menjual gorengan kami. Setelah cukup lama kami berkeliling, kami memutuskan untuk istirahat.
"Nak ayo kita istirahat dulu, ibu sudah capek".
Iya Bu kita istirahat dulu.
Kita istirahat di bangku kosong itu saja Bu di bawah pohon, biar lebih sejuk.
Aku membawa dagangan kami, setelah sampai aku permisi kepada ibu untuk membeli air mineral.
"Bu, Anto beli air mineral dulu ya"
Iya nak jawab ibuku yang sepertinya sudah kelelahan.
Aku pun berjalan menuju kedai itu
"Permisi Bu saya mau beli air mineralnya 2 botol".
Iya sebentar ya nak jawab ibu penjual kedai itu.
Setelah ibu itu memberikan air mineralnya, aku pun langsung membayar dan langsung pergi menuju ibuku.
"Ini Bu, diminum dulu air mineralnya, ibu pasti sudah haus".
Iya nak.
Wahh Bu gorengan kita sudah hampir habis.
Hari ini laku banyak Bu ucapku sambil tersenyum melihat ibu.
"Puji Tuhan nak, ini semua karena Tuhan telah membantu kita hari ini.
Semoga kedepannya Tuhan memberikan kita rejeki yang berlimpah ya nak".
Amin Bu. Kita harus tetap semangat dan jangan lupa untuk bersyukur.
Iya nak jawab ibu.
__ADS_1
15 menit kemudian.
Permisi Bu, mau beli gorengannya masih ada nggak Bu?
Masih nak masih ada kok jawab ibuku.
Aku yang seperti mengenal suara perempuan itu langsung melihatnya.
"Eh Astrid"?? ucapku terkejut.
Iya ini aku Anto, kamu nga usah terkejut banget ucap Astrid sambil terkekeh.
Ohh kalian sudah kenal rupanya ya nak? tanya ibuku.
Iya Bu kami sudah kenal pada saat pertama masuk sekolah kemarin, saya sudah kelas XII Bu, dan kemarin kita ketemunya pas MOS Bu, ucap Astrid kepada ibuku.
Aku yang masih melamun tiba-tiba di kejutkan oleh suara ibu.
"Anto kenapa malah bengong, ayo bungkus gorengannya nak Astrid".
Ehh maaf Bu, Anto malah melamun.
Nak Astrid, anak ibu ini seperti apa di sekolah, nakal nga nak? tanya ibuku kepada Astrid.
"Iya Bu, Antonius nya nakal banget.
Suka mempermainkan hati perempuan Bu".
Apa?
Kamu ya Anto, sudah berapa kali ibu pesankan jangan sakiti hati perempuan.
Ibu kecewa sama kamu.
Tidak Bu, Antonius nga pernah sakiti hati perempuan.
Benar kan Astrid? jawabku menyangkal kata ibuku.
__ADS_1
Iya Bu, tadi Astrid cuma bercanda kok Bu,
Antonius nga pernah nyakitin hati perempuan.
Cuma, setiap hari ada saja yang menembak Antonius Bu, selalu ada yang ngasih surat cinta.
Tapi Antonius nga pernah sekalipun menerima cinta mereka.
Maaf ya Bu.
Syukurlah kalau seperti itu.
Tadi ibu sudah hampir mau marah sama Antonius.
Maafin ibu ya nak.
Iya Bu tidak apa-apa.
Anto juga minta maaf.
"Emm Bu Ani, apa boleh satu hari ini aku sama Antonius jalan-jalan.
Aku mau ajak Antonius main ke rumah Bu.
Boleh ya?" bujuk Astrid kepada ibuku.
Aku bukannya tidak mau Astrid, tapi nanti aku masih ada beberapa pekerjaan,
Oh iya aku baru ingat kalo aku masih punya tugas geografi sama sejarah.
Iya kan Bu?
Ehh kok tanya sama ibu.
Ibu mana tau tugas kamu nak, ibu saja tamat SMP.
Mana ibu tau tugas kamu.
__ADS_1
Begini nak Astrid, kalo kamu memang mau ajak Antonius jalan-jalan boleh saja, tapi itu tergantung Antonius nya sendiri mau atau tidak?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...