
Antonius Raply Situmorang, yang biasa di panggil Antonius dulunya merupakan laki-laki yang sangat terbuka kepada siapa pun. Baik teman-temannya di sekolah maupun yang di luar sekolah. Namun sikapnya itu langsung sirna ketika adiknya telah berpulang kepada Tuhan. Dia dan adiknya dulu sangatlah akrab dan juga saling menyayangi dan menjaga. Di luar rumah, orang-orang memanggil mereka bagaikan sejoli di mabuk cinta karena kemana-mana harus berdua dan juga saling pegangan tangan. Namun, ketika mereka di tanya Antonius selalu menjawab jujur dan mereka langsung mengerti.
Sang adik, yang bernama Aneisha, adalah sosok yang sangat baik dan juga murah senyum. Aneisha adalah anak yang selalu perhitungan dalam melakukan sesuatu. Tapi ketika Antonius ingin curhat kepadanya, Aneisha selalu siap untuk mendengarkan apa yang Antonius katakan. Itulah mengapa Antonius yang sekarang sudah berbeda dengan Antonius yang dulu. Hanya untuk orang-orang tertentu dia banyak bicara.
Tapi di balik pendiam nya Antonius. Dia adalah anak yang cerdas dan pintar di sekolahnya. Banyak pertandingan yang selalu dia ikuti dan hampir semua pertandingan dia menangkan. Tidak heran di kamarnya banyak piagam dan juga piala yang di susun dengan rapi olehnya.
Tahun lalu Antonius pacaran dengan seorang perempuan. Saat itulah Antonius mulai berubah lagi menjadi sosok yang hangat. Namun, baru jalan dua bulan. Perempuan tersebut memutuskan hubungan mereka sepihak, dikarenakan Antonius adalah anak dari keluarga miskin dan tidak terpandang. Dia lebih memilih laki-laki yang lebih kaya. Dan pada saat itulah Antonius kembali menjadi laki-laki yang dingin.
Setelah kejadian itu, belum ada cewek lain yang dapat menggantikan tempat perempuan itu. Ya walaupun mereka sudah putus dan Antonius juga sudah melupakan dia.
Soal kedekatan Astrid dengan Antonius. Mereka sudah menganggap kedekatan mereka adalah keluarga. Kedekatan antara kakak dan adik yang saling menjaga satu sama lain. Namun, teman-teman di sekolah mereka berpikir bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.
...****************...
Sabtu siang itu Antonius menemani Astrid ke toko buku. Astrid ingin membeli buku-buku persiapan SBMPTN dan juga UTBK.
"Eh, Astrid, kita beli es krim yuk! Astrid mau ngak? ajak Antonius kepada Astrid sambil menunjuk toko es krim karena cuaca memang sangat panas.
__ADS_1
"Es krim? Ohh ayo-ayo. Kenapa harus tanya Astrid?" jawab Astrid sambil tertawa kecil melihat tingkah Antonius.
"Nggak apa-apa. Kan ngak salah kalau nanya sama kakak sendiri. Astrid mau kan?" tanya Antonius. Antonius berjalan sambil menarik tangan Astrid ke toko es krim. Menurut Astrid, Antonius sudah mulai banyak bicara dan sifatnya sudah mulai terbuka sama orang.
Antonius yang tadi berjalan di depan dan tiba-tiba melihat Astrid yang selalu menatapnya merasa mau menjahilinya.
"Oh, kamu yang dari tadi ngeliatin aku? Antonius kira cewek keren yang manaaa........ gitu. Yahhh...... ngak jadi deh," ujar Antonius tiba-tiba membuat Astrid tersadar dari lamunannya.
"Nggak jadi apa?" tanya Astrid, merasa di pergoki.
"Ah.... kamu mah!" Astrid mendorong Antonius. Hampir saja dia terjatuh dan menabrak seorang perempuan. Untung Antonius sempat mengelak tadi.
Ya udah sekarang kita beli es krimnya ya! ajak Antonius.
"Iya deh. Astrid mau yang rasa stroberi ya." seru Astrid.
"Iya. Tunggu disini, jangan kemana-mana" jawab Antonius.
__ADS_1
Antonius segera membeli es krimnya. Dia memesan es krim stroberi dan juga rasa coklat untuknya.
"Kita balik sekarang aja ya Ast, soalnya kan besok harus bantu ibu jualan. Jadi harus cepat pulang," ujar Antonius sambil memberikan es krim stroberi untuk Astrid.
"Tapi kan ibu sama ayah harus ke rumah sakit. Jadi besok nga jualan dong. Kamu lupa ya?"
"Oh iya lupa. Kenapa nga bilang dari tadi" ujar Antonius sambil menoyor kepala Astrid.
Apaan sih, kok malah noyor kepala Astrid.
Ya kan bisa dong. Kan Antonius adek jadi bisa lah sesekali noyor kepala kakaknya.
"Ya udah, terserah kamu. Ayo makan es krimnya. Nanti malah cair," seru Astrid.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.
__ADS_1