Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 54 Kevin Cemburu


__ADS_3

Tok tok tok


"Sore... boleh gabung?"


Semua mata tertuju pada arah pintu. David yang baru datang sedang berdiri di depan pintu dengan paper bag di tangannya.


"David... masuk aja sini, gabung sama kita!"


David melangkahkan kakinya memasuki rumah Antonius untuk bergabung dengan yang lain. Antonius tersenyum melihatnya begitu juga dengan Astrid, sedangkan Kevin menatapnya sinis.


David terkejut melihat tangan Antonius di infus.


"Loh... kok di infus? kamu sakit dek?"


"Yahh... gini deh bang,"


"Udah tau tapi masih nanya," cibir Kevin.


David hanya memandang Kevin tidak suka, mereka saling melemparkan pandangan yang tidak menyenangkan.


"Bawa apa Dav?" tanya Astrid memecah kecanggungan.


"Ohh... ini Ast! kemarin aku ada seminarkan, trus ada sesi lucky draw, eh ternyata menang. Aku bawakan tapi ini belum aku buka. Ini aku bawa buat Antonius saj!" ucap David sambil menyodorkan paper bag kepada Antonius.


"Wahh... makasih ya bang. Jadi ngerepotin deh...," ucap Antonius malu-malu.


"Nggak apa-apa kok. Sebenarnya kemarin aku mau ajak kalian semua buat sekalian ikut seminar. Tapi aku dengar kalau ayah sama ibu kamu..." ucap David menggantung.


"Iya bang. Nggak apa-apa kok. Lain kali masih bisa,"


"Maaf ya dek..."


"Iya bang. Nggak usah di pikirin!"


"Oh iya! ini aku ada bawa brosur, 1 bulan lagi bakalan ada lomba debat antar sekolah. Aku tadi daftarin sekolah kita, dan pesertanya butuh 3 orang, jadi aku tuliskan saja namaku, Antonius dan juga Astrid. Ini lomba yang cukup ber-gengsi nanti. Kalau kita bisa menang bakalan naik ke tingkat nasional. Nggak apa-apa kan dek Abang daftarin nama kamu?"


"Oh ya? sini gue lihat dulu brosurnya!" pinta Astrid.


Daniel, Bella, Astrid segera menyahut brosur yang ada di tangan David. Antonius masih pusing dan tidak terlalu paham dengan apa yang di bicarakan teman-temannya.


"Gimana nih Antonius? ikutan aja yuk!" seru Astrid.


Antonius masih pusing dan tidak fokus yang dibilang teman-temannya.

__ADS_1


"Hah! Apanya?"


"Ini lombanya!"


"Ikut aja udah"


"Kesempatan loh Antonius..."


Kevin memotong pembicaraan "Semua diputusin kalau Antonius udah sembuh! sembuh aja belum, kok udah ikut ini-itu.


"Kalau bang Kevin ngelarang, kita nggak bisa apa-apa ya..." celutuk Daniel.


"Kagak ikut-ikutan aku tuh..." sela Bella.


"Serah ajelah..." sambung Sarah.


Semua tertawa mendengar lelucon dari mereka bertiga.


...***...


Malam hari


Kevin masih sedikit kesal pada Astrid karena dari tadi sore Astrid sangat sering bergurau dan berinteraksi dengan David. Sedangkan Astrid tidak paham akan perasaan Kevin.


"Ini anak kenapa malah cuekin Kevin ya? biasanya selalu dekat-dekat Kevin! Nggak ada peka-pekanya lagi!" gerutu Kevin dalam hati.


"Hm..."


"Seragam Antonius udah di siapin belum?"


"Hm..."


"Bang Kevin..."


"Hm..."


"Vin..."


"Hm..."


"Bang Kevin!" teriak Antonius.


"Apa sih dek?" tanya Kevin yang semakin jengkel.

__ADS_1


"Bang Kevin kenapa sih? Dari tadi hm...hm...hm melulu. Mau konser bareng Ariana Grandee?" tanya Antonius yang bingung dengan sikap Kevin yang cuek padanya.


"Nggak..."


"Bang Kevin mah kayak anak-anak! Kalau ada apa-apa ngomong bang! Jangan buat Tuhan Yang Ada Di Atas nyesel kasih bang Kevin mulut tapi nggak dipake dengan baik," cibir Antonius.


Kevin tiba-tiba bicara dengan nada sedikit ragu,


"Tadi Astrid seneng banget kek-nya liat David...!"


"Ya seneng lah bang, kan jadi tambah rame rumahnya," jawab Antonius mantap.


"Tapi kayaknya Astrid lebih seneng sama David tuh...!" seru Kevin sambil melirik ke arah luar.


"Bang Kevin kenapa? Liat Antonius bang!"


Namun, Kevin tidak melihat Antonius, melirik pun tidak. Antonius pun mengikuti arah pandangan Kevin dan ternyata di sana terlihat Astrid dan juga David yang sedang tertawa lepas.


"Cemburu ya bang?" tanya Antonius.


Kevin mengelak, "Hah? Gue cemburu? Nggak salah dengar? Ya kali gue cemburu, buat apa!"


"Ya mana aku tau bang... Yang tau kan hanya Abang sama Tuhan..." jawab Antonius tersenyum mengerti melihat Kevin yang mengepal seprai.


Kevin mendiamkan Antonius. Antonius hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku kerjain ahh..." ucap Antonius dalam hati.


"Bang Kevin, Antonius mau ke kamar mandi!" panggil Antonius.


"Bang Kevin?" panggilnya lagi.


"Eh... iya kenapa dek?"


"Antonius mau ke kamar mandi bang!" sungut Antonius.


"Oh... ayo Abang tuntun!"


"Nggak usah bang. Aku udah bisa sendiri kok!"


"Ohh ya udahlah. Kalau memang bisa,"


Antonius pun mulai berjalan keluar kamar. Namun, bukannya pergi kamar mandi Antonius pergi berjalan ke arah Astrid dan juga David.


"Kak Astrid di panggil bang Kevin, katanya masuk ke kamar, ada yang mau di bilang," panggil Antonius.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2