Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 7 Belajar


__ADS_3

Setelah cukup lama Astrid membujuk ku, akhirnya aku pun mengiyakan ajakan nya.


"Ya sudahlah, tapi aku mau ngambil buku dulu dari rumah, biar bisa nanti belajar" ucapku kepada Astrid.


Oke oke, tapi aku antar saja ya pakai mobil, biar kita lebih cepat, boleh ya Bu ucap Astrid kepada ibuku.


Iya nak, tapi apa kamu bisa bawa mobil?


Tanya ibuku.


Engga Bu, ada supir pribadi Bu yang ngantar nanti.


Ya udah Bu ayo naik ke mobil, lewat sini Bu.


Astrid pun menunjukkan jalan ke arah mobilnya.


Setelah sampai akhirnya kami masuk dan pulang menuju rumah.


15 menit kemudian.


"Ayah kami sudah pulang" ucapku memanggil ayah.


Kalian sudah pulang nak.


Cepat sekali.


"Iya yah, puji Tuhan tadi dagangan kita laku semua.


Dan gorengan kita tadi ada yang memborong, jadinya cepat habis deh", ucapku dengan semangat kepada ayahku.


Wah puji Tuhan nak,


Harus tetap semangat ya nak, dan jangan lupa untuk bersyukur, karena ini semua berkat dari Tuhan ucap ayah menasehati ku.

__ADS_1


Siap yah.


Eh ada yang kelupaan yah ucapku.


Apa nak, barang kalian ketinggalan?


Tanya ayah kepadaku.


Hehehe tidak ayah, aku hanya lupa buat salam ayah tadi ucapku sambil menyalami tangan ayahku.


Ohhh ayah kirain ada yang ketinggalan tadi.


Ternyata ini.


Ibu mana nak?


kok belum masuk tanya ayah.


Ayah ibu sudah pulang.


Iya Bu, terimakasih Bu.


"Siapa anak perempuan itu nak, apakah itu pacarmu"? tanya ayah kepada ku secara berbisik.


Apaan sih yah, itu temanku namanya Astrid tadi ketemu pas di jalan ucapku sedikit malu.


Halo paman, kenalin namaku Astrid temannya Antonius, ucap Astrid sambil menyalami tangan ayahku.


Iya nak, salam kenal juga.


Selamat datang di rumah kami ya nak, semoga kamu betah dengan keadaan rumah kami ini.


Iya Paman, aku pasti betah kok disini.

__ADS_1


Oh iya Paman, bukannya aku tidak ingin bermain disini, tapi aku tadi sudah mengajak Antonius ke rumah kami untuk belajar paman,


paman tidak marah kan? tanya Astrid kepada ayah.


"Ngapain paman marah, justru Paman senang karena anak paman satu-satunya ini sudah mulai mau terbuka sama orang lain, biasanya dia ini nga akan mau keluar kalau di ajak sama temennya, alasannya cuma belajar".


Kalo teman SMP nya dulu ngajak dia ekstrakulikuler di sekolah, Antonius ini nga akan mau ikut ekstra itu.


Tapi sekarang, dia sudah mulai terbuka lagi sama orang nak.


Ucap ayah ku.


"Iya Paman, aku udah nganggap Antonius itu seperti saudara ku sendiri Paman.


Seraya dulu itu aku pengen punya adek laki-laki, tapi belum terkabul" ucap Astrid kepada ayah.


Maafkan paman ya, paman malah jadi buat kamu sedih ucap ayah.


Tidak apa-apa paman, aku baik-baik saja.


Seperti yang aku bilang tadi bahwa aku itu udah nganggap Antonius sebagai saudara kandung ku paman.


Jadi paman nga usah terlalu banyak pikiran.


Ucap Astrid kepada ayah ku.


"Kamu memang anak yang baik dan bijak nak.


Paman harap kamu bisa memperhatikan Antonius di sekolah ya nak.


Paman nga mau sesuatu terjadi kepada Antonius.


Paman harap kalian berdua selalu saling menjaga satu sama lain" ucap ayah menasehati kami berdua.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2