
Hari Sabtu.
Sepulang sekolah, Antonius berjalan dengan Daniel dan juga teman-temannya cowoknya yang lain.
"Gimana nanti malam kita main ke rumah Antonius?" seru Daniel membuka pembicaraan.
"Iya bener banget," sahut yang lain.
"Maaf teman-teman. Bukannya aku nga mau. Tapi, aku udah ada janji sama bang Kevin. Gimana kalau hari Minggu saja kalian mainnya?" ucap Antonius kepada teman-temannya.
"Yahh! Ya udah deh kalau gitu. Kalau hari Minggu bisa kan teman-teman?" seru Ronni.
"Iya bisa-bisa kok," sahut yang lain.
Ketika Antonius sudah sampai di rumah yang di antar dengan mobilnya Astrid, langsung masuk ke dalam rumah. Tak lupa dia juga mengucap salam.
"Ayah, ibu, Antonius udah pulang" seru Antonius.
"Iya nak, langsung ganti baju dulu. Habis itu makan, kamu pasti udah laper," sahut ibu.
"Iya Bu. Antonius masuk ke kamar dulu ya."
Setelah berganti pakaian dan juga makan siang. Antonius menghampiri kedua orangtuanya.
"Ayah, ibu, nanti malam Antonius main ke rumahnya bang Kevin ya sama Astrid juga. Bang Kevin ngajak kita kemarin. Boleh kan yah?" tanya Antonius.
"Iya nak. Tapi ingat, jangan nakal. Harus jaga sopan santun ya!" seru ayah.
"Siap boss. Kalau gitu Antonius mandi dulu ya. Udah jam 4, bentar lagi kayaknya di jemput sama bang Kevin," jawab Antonius sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah Antonius selesai mandi dan juga berpakaian. Dia langsung mengambil jaketnya.
Antonius memakai setelan baju santai. Kaus putih polos, di padu dengan celana putih panjang yang agak besar, dan di tambah dengan jaket Hoodie warna putih, dan sepatu sneaker warna hitam. Benar-benar menambah ke tampanan Antonius.
"Ayah, ibu, bagaimana penampilan Antonius, udah rapi belum?" tanya Antonius.
"Wah benar-benar rapi nak. Anak ayah memang tampan. Tapi sini dulu!" seru ayah sambil menggerakkan tangan tanda menyuruh Antonius untuk mendekat.
Setelah Antonius sudah dekat dan langsung duduk di samping ayahnya. Beliau langsung merapikan rambut Antonius.
__ADS_1
"Anak ayah memang tampan. Tapi akan lebih tampan lagi kalau rambutnya di rapikan. Jangan acak-acakan seperti tadi," ucap ayah sambil merapikan rambut Antonius.
"Hihihi, kan ketampanan aku asalnya dari ayah!" seru Antonius.
"Hahaha kamu bisa aja nak. Nanti jangan nakal di rumah Kevin," sahut ayah sambil menasehati Antonius.
"Iya ayah" jawab Antonius sambil melihat handphonenya yang bergetar.
Astrid:
Kamu udah siap-siap belum?
Aku dan Kevin udah di jalan ya!
Antonius:
*Iyaa, Aku juga udah siap kok.
Kamunya harus cantik, mumpung lagi dekat sama bang Kevin.
Hahaha😂😂*
Antonius membalas pesan dari Astrid sambil tertawa.
Astrid:
*Apaan sih. Awas aja nanti kalau udah ketemu.
Oh iya tadi aku di chat si Karin, katanya hari Senin dia mau ngasih kamu makanan.
Cie cie, kayaknya ada yang mau pacaran nihhh*
Astrid membalas pesan Antonius.
"Memangnya cuma kamu bisa yang ngerjain aku. Aku juga bisa," seru Astrid berbicara sendiri.
"Kamu kenapa Ast? kok ngomong sendiri?" tanya Kevin.
"Ehh, nggak ada apa-apa kok Vin," seru Astrid.
__ADS_1
Antonius tidak lagi membalas pesan Astrid. Dia malah memikirkan Karin. Padahal Antonius hanya ingin berteman saja dengan Karin, tidak ada niat untuk pacaran. "Ahh ya sudahlah. Antonius kan nga ada niat pacaran sama Karin," kata Antonius pada diri sendiri.
"Karin, siapa nak?" tanya ibu.
"Bukan siapa-siapa kok Bu. Cuma temannya Astrid. Katanya suka sama Antonius, padahal kan Antonius nga ada niat Bu!" seru Antonius.
"Selalu ingat pesan ayah ya nak. Kamu jangan main-main kan perasaan perempuan. Lebih baik kamu langsung to the point. Jangan malah buat harapan palsu ya nak!" ucap ayah kembali menasehati Antonius.
"Iya yah, Antonius nga pernah kok mainin perasaan perempuan," jawab Antonius.
Selang beberapa lama. Tiba-tiba suara pintu di ketuk.
"Tok tok tok"
"Siapa ya yah?" tanya ibu.
"Ibu liat bentar dulu ya," ucap ibu sambil berjalan ke arah pintu.
Setelah di buka ternyata ada Astrid dan juga Kevin.
"Halo ibu," sapa Astrid sambil mencium tangan ibu di ikuti oleh Kevin.
"Antonius nya ada nga Bu?" tanya kevin.
"Ada nak, ada. Sebentar ya ibu panggilin!" seru ibu.
"Antonius, ini ada nak Astrid dan juga nak Kevin" ucap ibu memanggil Antonius.
"Mereka udah sampai ternyata. Antonius berangkat dulu ya yah," ucap Antonius kepada ayah dan tak lupa mencium tangan ayahnya.
"Iya nak, hati-hati ya," sahut ayah.
"Antonius berangkat dulu ya Bu. Nanti makan malamnya nggak usah nunggu Antonius" ucap Antonius sambil mencium tangan ibunya.
"Iya nak. Kalian semua hati-hati ya. Antonius nya di jaga. Nanti dia kayak anak kecil. Nggak terkontrol" seru ibu Antonius.
"Hahaha, siap Bu. kita bakal jaga Antonius kok. Kami berangkat ya Bu," sahut Kevin mencium tangan ibu di lanjut oleh Astrid.
Akhirnya mereka langsung bergegas berangkat ke rumah Kevin.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.