Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 44 Cemburunya Astrid


__ADS_3

Para pemain berjalan di temani guru pembimbing mereka ke tempat pergantian baju. Di saat mereka sudah sampai, akhirnya mereka pun segera mengganti baju. Baju mereka berwarna putih di padu dengan warna biru yang membentuk sebuah garis. Antonius mengganti bajunya dan dia bernomor punggung 7. Di saat mereka sudah selesai berganti pakaian. Mereka memutuskan untuk melakukan pemanasan di lapangan sekalian latihan-latihan sederhana. Dan permainan pun dimulai. Antonius berusaha terus berusaha untuk mengejar Kevin. Kevin yang sedang di kejar tertawa kecil dan merencanakan sesuatu untuk menjahili Antonius. Kevin melihat Antonius sangat serius padahal hanya latihan kecil doang. Kevin semakin mempercepat larinya, membuat Antonius sedikit kewalahan untuk mengejarnya. Ya memang Kevin adalah lawan yang cukup tangguh untuk Antonius. Kevin pun langsung melonjak dan segera melempar bola dan TAK! Bola masuk. 


Antonius sedikit jengkel karena melihat ekspresi Kevin yang menjulurkan lidahnya ke arah Antonius. Segera setelah pelatih mereka memanggil mereka dan segera menyuruh mereka berkumpul dan langsung Istirahat lagi. Kevin pun mendekati Antonius.


"Hayo kenapa bibirnya di majuin. Nanti jadi kayak paruhnya burung bangau lohh" seru Kevin merangkul Antonius.


"Apaan sih. Bang Kevin mah sengaja kan tadi larinya kenceng banget biar nggak bisa aku kejar" sahut Antonius melepaskan rangkulan Kevin dan segera membelakanginya.


Kevin tersenyum melihat Antonius yang masih kesal itu. "Ya udah, bang Kevin minta maaf sama Antonius karena tadi larinya kencang. Janji deh nggak gitu lagi," seru Kevin berjongkok di depan Antonius dan menyodorkan jari kelingkingnya.


"Awas, nggak usah dekat-dekat" sahut Antonius menepis tangan Kevin.


"Jadi masih marah ya. Ya udah sekarang bang Kevin nggak akan bicara lagi sama Antonius ka kalau gini," ancam Kevin.


"Ehh! Nggak boleh. Siapa coba yang nyuruh bang Kevin nggak ngomong lagi samaku?" tanya Antonius balik dan menarik tangan Kevin.


"Lepas nggak?"

__ADS_1


"Nggak"


"Kalau begitu rasakan ini," seru Kevin sambil menggelitiki Antonius.


"Hahaha, bang Kevin udah, jangan di gelitiki lagi. Hahaha," sahut Antonius yang sudah tertawa keras akibat gelitikan dari Kevin.


"Hayo, masih mau nakal sama bang Kevin?"


"Nggak lagi bang. Udahlah. Aku capek ketawanya" sahut Antonius.


"Iya iya".


...***...


Para pemain berdiri di tengah lapangan. Dan permainan pun dimulai. Antonius dan timnya berusaha terus berusaha untuk mengejar lawan. Salah satu dari tim sekolah Sutomo berhasil melempar bola dan TAK! Bola tidak masuk. Antonius dan kawan-kawan satu timnya berusaha dan masih berusaha, sampai kedudukan menjadi Sutomo:2-Methodist:0. Pelatih juga terus memberi semangat dan semangat, memberi Arahan. Sampai akhirnya, ketika kapten dari tim lawan, akan merebut bola Antonius, Antonius cepat berlari dan akan melakukan lemparan tiga angka dari luar lingkaran. Walaupun yang penting, sampai-sampai ia dimarahi oleh pelatih. Tetapi tekat Antonius untuk itu tidak padam, TASH, lemparan Antonius masuk ke ring. Permainan Antonius sangat bagus saat itu. Sampai waktu habis, kedudukan Sutomo:34-Methodist:35. Saat break pertandingan di mulai, pak Tantri selaku pelatih memanggil Antonius, dan memuji permainannya. Lalu memanggil semua anak didiknya dan membuat sebuah startegi baru untuk dapat memenangkan pertandingan basket ini.


Para suporter dari sekolah Antonius sangat antusias untuk menonton pertandingan.

__ADS_1


"Semangat adek kami. Kalahkan mereka, jangan buat kami malu," teriak Daniel.


"Iyaaa, jangan kasih kendor ya," teriak Ronni lagi.


Antonius hanya melambaikan tangannya saat mendengar teriakan mereka.


Dari sekolah lawan juga sangat antusias untuk menonton, bahkan mereka terkejut kala melihat Antonius. "Wahh, tidak sia-sia kita nonton basket ya. Dapat lihat cowok bening gitu" ucap salah satu siswa dari sekolah lawan. "Iya benar banget. Apalagi itu yang bernomor punggung 7 itu, sama yang nomor 1" tunjuk salah satu siswa. Dan ya nomor 7 adalah Antonius dan nomor 1 adalah Kevin.


Astrid yang dekat dengan mereka mendengar pembicaraan mereka. Dan dia merasa cemburu. "Liat aja nanti" ucap Astrid dalam hati, dan dia langsung berdiri dan berteriak.


"Kevin! semangat sayang. Jangan buat malu ya. Antonius juga semangat ADEKKU" teriak Astrid menggelegar padahal dia dan Kevin belum resmi pacaran sama sekali.


Semua penonton melihat ke arah Astrid dan mulailah bisik-bisik dari penonton wanita dari sekolah lawan.


Kevin yang mendengar teriakan Astrid segera membalasnya. "Iyaa," balas Kevin dan Antonius bersamaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2