Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 19 Sakit?


__ADS_3

Setelah mereka semua merasa Senang dan sudah mulai letih bermain dan bernyanyi. Akhirnya mereka langsung bergegas untuk mengantar Antonius pulang.


"Oke sekarang sudah cukup dulu kita main nya. Kita langsung istirahat dulu. Antonius papa mau tanya. Antonius nga mau kalau kita tidur di sini saja nak?" tanya papa kepada Antonius.


"Bukan nga mau papa. Tapi tadi Antonius nga izin sama ibu dan ayah. Tadi Antonius udah janji kalau pulang nanti sudah sampai jam 5 sore" jawab ku kepada papa.


Yahh padahal papa masih pengen berbincang-bincang sama Antonius lebih lama lagi. Papa malah pengen tidur sama Antonius. Biar papa bisa sambil meluk Antonius. Mama sudah nga enak kalau di peluk. Hahaha sahut papa sambil mengejek mama Indah.


Apaan sih pa. Sembarangan kalau ngomong. Papa aja kalau tidur masih memeluk mama. Dihh awas aja nanti kalau tidur papa di sofa. Nga boleh di kasur. Titik. Ucap mama Indah membalas perkataan papa.


"Jangan dong ma. Papa mana bisa tidur kalau nga di samping mama. Papa minta maaf. Aduh-aduh kepala papa pusing nih mah. Pijitin ya mah. Aduh-aduh" ucap papa sambil memegangi kepala nya dan membuat gaya seperti sedang kesakitan. Padahal beliau hanya bercanda. "Huh dasar orang tua".


Elleh, papa nga usah sok akting segala. Itu sudah basi papa. Nga berlaku sama kami. Iya gak Ast? sahut mama Indah membalas perkataan papa.


Iya ma bener banget. Papa mah gitu terus ucap Astrid sambil ikut memojokkan papa.

__ADS_1


"Aduh padahal papa udah ber akting dengan sangat baik. Ujung-ujungnya ketahuan juga sama kedua bidadari-bidadari nya papa" jawab papa membalas perkataan mama Indah dan juga Astrid.


Iya iya papa memang jago akting.


Sekarang kita antar Antonius pulang ya. Udah jam setengah 5 sore ini. Pasti ibu sama ayah Antonius udah nunggu di rumah. Apalagi ayah kurang sehat pa. Jadi kita harus segera nganter Antonius pulang papa ucap Astrid mengakhiri candaan mereka.


"Tunggu ayah sakit apa nak?


Kenapa kamu nga bilang sama papa sama mama?" tanya mama Indah kepada Antonius.


Ehh iya-iya, kenapa ma?


ucap Antonius yang tersadar dari lamunan nya.


"Kamu ngelamun nak.

__ADS_1


Kamu ngelamunin apa?


Atau jangan-jangan kamu marah karena papa tadi bilang kalau Antonius harus tidur di rumah ini?"


Bukan pa bukan begitu. Tadi Antonius hanya jadi teringat sama adik Antonius. Antonius kangen. Ucap Antonius dengan suara parau.


"Sudah nak, sudah. Dia sudah tenang di atas sana. Dia itu udah bahagia. Nga sakit lagi. Sekarang kamu harus mendoakan dia agar lebih tenang. Kita sama-sama berdoa agar kita semua di beri kesehatan. Dan dia sekarang sudah jadi pendoa buat kita. Jadi Antonius harus lebih kuat lagi. Kalau misalnya Antonius sedih nanti. Ayah sama ibu di rumah bakalan kepikiran. Antonius mau ayah sama ibu sakit?" ucap ayah sambil menasehati Antonius.


"Nga pa. Antonius nga mau kalau ayah sama ibu sakit. Antonius rela kalau Antonius yang sakit. Asalkan ayah sama ibu tidak sakit" ucap Antonius kepada mereka.


Kamu memang anak yang luar biasa nak.


Papa harap kamu sama Astrid selalu seperti ini. Saling menjaga. Karena di dunia ini tempat yang paling sempurna untuk bertemu adalah keluarga. Kami papa sama mama dan juga Astrid pasti akan selalu mendukung kamu dan membantu kamu sampai kamu bisa sukses dan membuat ayah sama ibu bangga.


"Amin pa. Doain Antonius selalu ya" ucap ku membalas perkataan papa.

__ADS_1


"Iya nak. Doa kami akan selalu beserta mu".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2