
Antonius berjalan ke arah teman-temannya setelah memesan makanan mereka.
"Lama banget loe Antonius, Kita udah laper nih" seru Daniel.
Makanya tadi yang mesan Lo aja Dan. "Awalnya titip tawa, ujungnya tinggalin luka" jawab Antonius sambil membuat suaranya seolah-olah sedih.
Yahh malah curhat. Sok puitis banget loo dek dek ucap Ronni sambil tertawa.
"Dak dik duk dek. Sembarangan kalau ngomong. Aku itu bukan adek lo Ron!" sahut Antonius.
Hahaha nga sadar ya kalau di sini cuma loe yang masih 15 tahun, kalau kami udah 16 jawab Ronni.
Iya iya! kalian yang menang balas Antonius.
Nah gitu dong. Kan harus Abang yang menang sahut Ronni membalas perkataan Antonius.
"Ini nak makanannya, maaf lama ya" ucap ibu penjaga kantin sekolah.
"Wahh akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang" ucap Daniel.
Makasih ya Bu. Nanti kalau sudah selesai makan kita langsung bayar Bu jawab Antonius.
"Iya nak, silahkan di nikmati ya".
Duh enak banget sotonya. Antonius memang yang terbaik buat milih makanan ucap Jonathan.
"Iya benar banget" sahut yang lain.
Mereka pun melahap makanan mereka dan setelah selesai makan mereka membayar dan langsung menuju kelas mereka karena sebentar lagi akan bel masuk.
...----------------...
Di lorong kelas mereka. Tiba-tiba ada pengumuman bahwa nanti pulang sekolah akan di adakan pertandingan.
__ADS_1
"Halo teman-teman! Halo juga adik-adik kami kelas 10! Kami dari pengurus OSIS mengumumkan bahwa kita akan mengadakan pertandingan bola basket antar kelas, dan sekalian pemilihan tim basket yang baru karena sebentar lagi akan ada pertandingan antar SMA se-kota Medan. Dan kita juga akan memulai nanti setelah pulang sekolah. Demikian pengumuman dari kami agar kita laksanakan dengan baik! akhir kata kami ucapkan sekian dan terimakasih" ucap Astrid yang mengumumkan lewat pengeras suara.
"Kok tiba-tiba banget ya pengumumannya! kita mana ada persiapan. Baju olahraga saja nga bawa" ucap Daniel setelah mereka masuk ke kelasnya.
Iya bener banget. Masa iya pake dinas sekolah sahut Jonathan yang membuat mereka semua terdiam.
"Teman-teman tadi aku udah di telpon pembuat baju kelas kita, jadi sekarang udah di antar ke sini. Kita masih bisa main kok" seru Bella bendahara kelas.
Wah Bella memang penyelamat kita. Nga sia-sia kita milih dia jadi bendahara jawab Daniel.
Iya iya, ini semua demi kelas kita sahut Bella.
...****************...
Bel pulang berbunyi. Dengan wajah cerah anak-anak menghambur keluar.
"Antonius, nanti kelas kita tanding basket lawan 12 IPS 1 lho. Kelasnya Helga. Dia itu ngincar-ngincar kamu Lho. Ciee...! Lo nanti harus main nga boleh nga main, kita tadi udah bahas siapa yang akan main dan semua setuju kalau Lo ikut main juga. Nihh baju Lo," ujar Daniel bersemangat. Antonius mengangguk sambil tersenyum. Mereka turun menuju lapangan basket di depan gedung sekolah.
Di tengah keramaian itu, Helga tiba-tiba mendekati Bella.
"Eh, Bella, kelas Lo tanding lawan kelas gue ya?" tanya Helga.
"Iya. Ntar kalo kelas gue menang, bakal lawan kelas nya kak Astrid. Tumben kakak kesini?" tanya Bella sambil tetap memperhatikan tim basket kelasnya.
"Iya nih, gue mau liat Antonius main basket, sekalian nanti ngasih air minum di sini. Kenapa, ngak boleh?" jawab Helga ketus. Bella mengernyitkan dahi dan berucap dalam hati "Duh nenek sihir, liat aja nanti responnya Antonius".
"Wahh, Antonius jago juga ya main basketnya, yang lain juga keren banget" sapa Astrid saat break pertandingan.
Di saat yang sama, Antonius menghampiri mereka, menatap Helga kemudian langsung beralih ke Astrid dan segera mendekatinya.
"Kakak, Antonius haus," ucap Antonius sambil membuat muka manyun dengan bibir cemberut.
Helga yang merasa dirinya tidak di respon segera pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
__ADS_1
Tanpa memperhatikan Helga, Astrid segera memberikan botol minumnya kepada Antonius.
Dia juga mengatakan kepada teman-teman Antonius kalau di sana sudah disediakan air minum.
Astrid menghela napas memerhatikan Antonius.
"Tadi kenapa nga nyapa Helga?" tanya Astrid.
Nga tau. Emang tadi Helga nyapa Antonius ya? ngak kan? ucap Antonius yang sepertinya tidak suka dengan Helga.
Astrid terdiam, agak kaget dengan jawaban Antonius.
"Ya udah kalau memang gitu. Tadi Astrid cuma nanya doang kok" jawab Astrid.
Iyaa, aku ke kamar mandi dulu ya ucap Antonius sambil berlari ke kamar mandi.
"Astrid, kelas pacar Lo masih ketinggalan angka nih! ucap Kevin sambil duduk di samping Astrid.
"Santai, Vin. Kan ada Antonius. Oh iya, jangan ngomong kalau Astrid sama Antonius itu pacaran. Kami nga cuma adek kakak, nga usah salah paham" jawab Astrid seadanya.
"Yes, kalau begitu masih ada kesempatan dong?" tanya Kevin.
Kesempatan apanya Vin? ucap Astrid menanyakan balik.
"Pikirin aja sendiri! jelas Kevin hanya tersenyum kecil sambil mengacak-acak rambut Astrid dan berjalan ke lapangan basket karena bunyi peluit tanda break pertandingan telah usai. Tidak jauh dari situ terlihat Antonius berlari-lari kecil bergabung dengan timnya. Setelah semua pemain berkumpul, pertandingan babak kedua pun langsung dimulai.
Astrid yang di buat seperti itu langsung tersipu malu. Karena memang dia suka dengan Kevin sejak kelas 10.
Pertandingan babak kedua pun telah usai dan di menangkan oleh kelasnya Kevin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: jangan lupa tersenyum dan bahagia
__ADS_1