Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 56 Sekolah


__ADS_3

Kevin menarik Astrid ke pelukannya.


"Duh senangnya bisa jadi pacar Astrid. Janji deh bakalan selalu jagain Astrid sampai maut yang memisahkan kita. Terimakasih telah menerima Kevin. Terimakasih telah menerima kekurangan Kevin" ucap Kevin lembut.


Astrid mulai tenang dalam pelukan Kevin.


Dan perjalanan cinta Kevin dan Astrid di mulai sekarang.


...***...


Pagi hari


Meski kepala Antonius sedikit pusing, ia berusaha ingin pergi ke sekolah. Terlalu lama berada di rumah justru semakin membuatnya tenggelam kedalam kenangan keluarganya.


"Baju udah pake, jaket di tangan, buku tulis udah, buku paket juga, hp ada. Oke lengkap semua, tinggal berangkat!" ucap Antonius yang merapikan pakaiannya di depan cermin.


Antonius bertemu Kevin yang masih sarapan di tikar. Kevin terkejut melihat penampilan Antonius yang memakai seragam sekolah.


"Mau kemana? Kok pake seragam sekolah? tanya Kevin.


"Mau sekolah lah bang...Emang mau kemana? Masa Antonius mau nikah!" jawab Antonius.


Kevin memperhatikan tingkah Antonius, "Kan kamu masih sakit... Nanti mama sama papa marah sama Kevin... Kamu istirahat di rumah aja ya, nanti kalau kamu kenapa-kenapa di sekolah gimana?"


"Ya jangan berdoa yang jelek-jelek dong bang. Nanti Antonius minta izin sama Mama kok!"


"Namanya orang kan juga harus bersiap untuk yang terburuk juga!"

__ADS_1


"Enak di sekolah bang banyak teman. Di rumah jamuran aku tuh, di sekolah bisa cuci mata, banyak cewek cantik. Hihihi" seru Antonius sambil duduk di samping Kevin.


Pletak "Aduh... Bang Kevin kenapa jitak kepala Antonius?" keluh Antonius.


"Hal...."


Ucapan Kevin terpotong oleh teriakan mamanya. "Kevin... Berani-beraninya kamu memukul Antonius! Awas kamu yaa" teriak mama Kevin dan berjalan kearah mereka dan menarik telinga Kevin.


"Ahh... Sakit mah...Aduhh... Ampun ma, janji nggak akan mukul Antonius lagi!" gaduh Kevin kesakitan.


"Mama bang Kevin tadi mukul Antonius kuat banget. Padahal kan Antonius masih pusing" seru Antonius pura-pura kesakitan.


"Tuh kamu dengar nggak Vin? Adek mu masih sakit kamu pukulin!"


"Nggak loh ma, Antonius boong, tadi aja Antonius melawan sama Kevin," keluh Kevin.


"Iya ma, tadi Antonius cuma bercanda. Bang Kevin mana mungkin mukul Antonius"


"Iyaa nggak apa-apa. Kamu udah makan?"


"Belum mah!" seru Antonius.


"Kalau gitu mama sendok dulu ya!"


"Mama lepasin dulu jewerannya! Telinga Kevin udah mau putus nih!" seru Kevin.


"Makanya jangan nakal, ini ganjarannya!" peringat mama Kevin.

__ADS_1


"Aduh telinga Kevin udah mau putus kayaknya, padahal mama tau nggak salah satu tulang yang paling rawan itu telinga loh ma. Kalau sampai telinga Kevin patah atau putus tadi gimana coba?" tanya Kevin.


"Ya gampang! Tinggal pasang telinga kerbau nanti! Hahaha" ejek mama Kevin.


"Mama... Masa iya pake telinga kerbau! Anak tampan-tampan begini, masa pake telinga kerbau!" protes Kevin.


"Makanya jangan nakal, biar telinganya nggak putus nanti! Mau kupingnya di ganti dengan kerbau?" ancam Mama Kevin.


"Jangan mama... Janji deh nggak nakal lagi!" teriak Kevin memegangi kedua telinganya.


"Udah mah, Kevin nya jangan di godain Mulu! Nanti pacarnya marah!" seru papa Kevin muncul dari kamar orang tua Antonius.


"Iya pa! Nanti mama malah di labrak sama Astrid. Astrid kan kalau marah nggak tertolong!" ucap mama Kevin pura-pura bergidik ketakutan.


"Apaan sih ma! Astrid nggak kayak gitu!" bela Kevin.


"Tuh liat pa, Kevin langsung marah!"


"Dasar anak muda zaman sekarang! Kita dulu nggak kayak gitu ya ma!"


"Iya papa. Tapi kan dulu masih nggak terlalu banyak gadget itu aja bedanya! Ya udah makan dulu ayo! Nanti malah terlambat!"


"Siap bos besar!" seru mereka bertiga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2