
"Iya bang Kevin, emosinya juga kayaknya nggak stabil itu!" ucap Bella.
Kevin dan Astrid mengangguk dan berlari mengejar Antonius yang sudah jauh.
"Dek... Antonius...! Tunggu...!" panggil Astrid.
Antonius tidak menggubris panggilan Astrid, terpaksa Kevin dan Astrid mempercepat langkah mereka untuk mengejar Antonius.
"Dek tunggu! Kamu mau kemana sebenarnya?" tanya Kevin.
"Pulang" ketus Antonius.
"Kok balik? Ini masih jam sekolah! Mending kita ke UKS aja ya!" pinta Kevin.
"Trus kenapa kalau ini masih jam sekolah? Nggak terima? Sini bilang!" tantang Antonius dengan emosi yang naik turun.
"Bukannya gitu... Ya udah kita pulang, bang Kevin antar ya!" tawar Kevin.
"Nggak perlu! Gue jalan kaki aja" ketus Antonius.
Antonius berjalan lebih cepat, Kevin dan Astrid berusaha keras mengikuti Antonius, tapi tidak bisa. Kevin dan Astrid hanya bisa mengejar Antonius sampai gerbang sekolah.
***
Gerbang sekolah
"Antonius jangan gini lah, bang Kevin antar pulang ya!" pinta Kevin dengan suara halus.
"Atau nggak biar papa jemput, mau?" tanya Astrid.
"Bang Kevin... Kak Astrid... Please! Kasih Antonius waktu, Antonius juga manusia. Antonius perlu waktu buat marah," pinta Antonius berhenti berjalan dan membelakangi Kevin dan Astrid.
"Tapi dek... Ya udahlah, tapi kalau ada apa-apa segera telpon bang Kevin atau nggak kak Astrid ya! Kami bakalan langsung datang," pesan Kevin.
__ADS_1
"Hm..."
Antonius berjalan pulang dengan kaki tertatih dan luka bibir yang perih.
"Sialan... Perih banget ni luka!" kesal Antonius.
Antonius mengumpat sepanjang perjalanan, ia berencana pulang kerumahnya. Karna semua barang-barangnya sudah dipindahkan ke rumah Astrid. Namun, di tengah perjalanan....
Tiinnn
"Huh! Siapa sih? Malah berhenti di tengah jalan," kesal Antonius.
Seorang wanita turun dari mobilnya dan menghampiri Antonius yang masih memperhatikan mobil tersebut.
"Loh... Anak Mama kok disini? Kenapa nggak di sekolah?" sapa wanita tersebut.
"Eh... Mama? Kok bisa disini ma?" tanya Antonius terkejut melihat mamanya Astrid.
"Emang kenapa? Mama nggak boleh ya lewat dari sini? Sekarang justru mama yang harus nanya sama kamu, kenapa bisa disini? Trus bibirnya kenapa berdarah gitu?"
"Nyusul kamu!"
"Aku?"
"Iya, yuk pergi..."
"Tapi mau kemana ma?"
"Nanti juga tau! Sekarang masuk ke mobil dulu ya!''
***
Di apotek
__ADS_1
"Tadi belum makan kan gara-gara kakak kelasnya tadi? Tapi sebelum itu kita obati dulu ya lukanya, nanti malah jadi infeksi!" ujar Mama.
Antonius diam tak menjawab. Raut mukanya seperti kebingungan, karna kenapa mamanya bisa tau kejadian itu.
"Mukanya jangan bingung gitu! Anak Mama ini ganteng, nggak boleh di jelek-jelekin. Sekarang kita masuk kedalam dulu ya, katanya penjaganya cantik-cantik!" seru Mama.
"Apaan sih ma!" jawab Antonius dengan muka merah.
Mereka pun berjalan masuk kedalam apotek. Dan langsung memesan obat. Tak lupa perawatnya juga ikut membantu mengobati luka Antonius setelah di minta Mamanya Astrid.
"Aiish... Pelan-pelan sus! Perih banget!" sungut Antonius.
"Eh iya... Maaf!" jawab suster tersebut.
"Nggak usah dengerin sus! Di obati saja luka anak saya!"
"Beneran sakit loh ma!" bantah Antonius.
"Iya ditahan dulu bentar ya nak!"
Setelah selesai mengobati luka Antonius. Akhirnya mereka keluar dari apotek.
"Ma... Antonius mau nanya, Mama tau darimana kejadian yang di sekolah tadi?" tanya Antonius.
"Nanti dulu Mama ceritanya. Sekarang kita jalan-jalan dulu. Hari ini kamu nggak sekolah dulu, udah mama minta tadi surat izin dari sekolah!"
"Iya ma!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.
Jangan lupa like, komen, dan vote yaa.
__ADS_1
Terimakasih