
Sampai di rumah Antonius.
"Tok tok tok.
Ayah ibu, Antonius sudah pulang." ucap Antonius memanggil orang tuanya.
Iya nak. Sebentar ibu masih di dapur teriak ibu Ani membalas panggilan Antonius.
"Ceklek"
Pintu rumah pun terbuka yang menunjukkan seorang perempuan yang sudah mulai ber uban namun masih terlihat muda.
Ayo nak silahkan masuk.
Ada nak Astrid juga.
Ngomong-ngomong ini dengan bapak ibu siapa ya. Soal nya saya baru liat ucap ibu Antonius.
"Halo Bu. Iya ini Astrid. Oh iya kenalin juga Bu, ini mama sama papa nya Astrid. Papa nya Antonius juga" jawab Astrid kepada ibu Antonius.
Iya Bu. Kami orang tua nya Astrid. Kalau soal yang di bilang Astrid papa nya Antonius itu panjang cerita nya Bu sahut papa menambahi jawaban Astrid.
__ADS_1
Iya pak. Mari pak Bu silahkan masuk. Anggap rumah sendiri saja pak. Maaf rumah nya kayak gini sempit ucap ibu Antonius.
"Iya Bu Ani tidak apa-apa" jawab mama Indah kepada ibu Antonius.
Silahkan duduk pa ma. Astrid juga silahkan duduk. Maaf hanya ada tikar lesehan. Antonius masuk ke kamar dulu ya. Nyimpan buku ini ucap Antonius sambil berjalan menuju kamar nya.
"Iya nak." sahut papa Yanto.
Setelah duduk ibu Antonius berjalan ke arah dapur untuk membuatkan teh.
"Bu ada tamu ya?" tanya ayah Antonius kepada sang istri.
Hati-hati yah jalannya. Kenapa ayah keluar. Ayah kan masih belum sembuh ucap Antonius beruntun kepada sang ayah.
Iya nak. Ini ayah hati-hati kok. Nga sampai lari-lari jawab ayah kepada Antonius.
Ya udah yah. Yuk ke depan. Ada Astrid sama mama papa nya juga ada yah ucap Antonius sambil memegangi tangan ayahnya.
"Halo paman. Ketemu lagi sama Astrid" ucap Astrid sambil mencium tangan ayah Antonius.
Iya nak Astrid.
__ADS_1
Oh iya paman ini kenalin papa sama mama.
Halo pak Bu. Kenalin saya ayah nya Antonius. Dan yang ini istri saya ucap ayah Antonius memperkenalkan diri dan juga sang istri.
Iya pak. Salam kenal. Jadi ini pak Bu tadi di rumah kan Antonius belajar sama Astrid. Jadi kalau bapak sama ibu mengijinkan Antonius manggil kami papa mama sama kayak Astrid. Papa Yanto menceritakan semua dari awal sampai akhir tentang mengapa Antonius harus memanggil Mereka dengan sebutan papa mama.
"Boleh kan pak?" tanya papa Yanto lagi kepada ayah Antonius.
"Kalau memang seperti itu pak, kami tidak apa-apa. Kami mengijinkan nya kok. Kami malah senang karna masih ada orang baik yang menganggap kami sebagai keluarga. Di karenakan keadaan saya yang seperti ini keluarga kami sendiri bahkan tidak mau berbicara dengan kami. Mereka selalu berpikir bahwa kami akan meminta uang kepada mereka" ucap ayah Antonius.
Kami juga sangat senang bapak sama ibu membelikan ponsel baru untuk Antonius. Sebenarnya kami sangat melarang kalau bapak sama ibu membelikan itu. Namun di karenakan keadaan saya ini semua biaya ada pada saya pak. Bahkan semua uang tabungan anak kami ini habis hanya untuk perobatan saya pak.
Bukannya apa anak saya ini memang sudah lama pengen beli ponsel. Ya inilah nasib keluarga kami pak cerita ayah Antonius.
"Iya pak kami bisa merasakan apa yang sekarang keluarga bapak hadapi. Mulai saat ini pak kita keluarga. Kalau misalnya bapak sama ibu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungi kami ya pak ucap mama Indah kepada ayah Antonius.
Dan juga pak. Untuk perobatan bapak saat ini kami akan selalu mendukung dan membantu bapak sampai bapak sembuh lanjut papa Yanto.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author NB : Tuhan selalu membantu kamu. Baik itu dari doa ataupun secara langsung melalui orang-orang yang mengasihi kamu. Apapun yang kamu hadapi sekarang Tuhan akan tetap menjaga kamu. Oleh sebab itu perbanyaklah berdoa dan bersyukur.
__ADS_1