
Di sebuah restoran
"Bang Kevin.... ini kenapa harus restoran mahal gini bang. Kan ada warteg-warteg pinggir jalan tadi," bisik Antonius pada Kevin namun terdengar oleh teman-temannya juga.
"Udah nggak usah di pikirin soal harga. Nanti kita yang mentraktir kamu makan," sahut Surya salah satu tim basket sekolah Antonius.
"Eh... anu bang. Soalnya aku nggak bawa uang. Kan nggak mungkin terus orang Abang yang selalu nraktir" jawab Antonius dengan nada pelan dengan wajah yang sudah menunduk.
"Meragukan Kekayaan keluarga kami kahh?" tanya Surya dengan sedikit bercanda.
"Ya udah deh kalau gitu. Kalau misalnya pun aku nolak tetap aja Abang semua yang nraktir," seru Antonius.
"Nah, itu tau. Sekarang makan sepuasnya aja ya. Soal harga aman kok. Lagian kalau kurang ada uang kemenangan pertandingan tadi siang," jelas Kevin.
"Iya deh bang. Sultan mah bebas," sahut Antonius mengalah.
"Hahaha udah mulai nge gas ya!" ucap mereka.
"Ini nge gas karna Abang semua," sahut Antonius.
"Buruan pesan ya,"
"Iyee..."
Antonius dengan senang hati langsung memesan makanan yang ia suka, namun tak seperti ekspektasi. Rasanya memang benar-benar luar biasa enak, pantes aja bintang 5, tapi porsinya hanya separuh dari penjual makanan warteg langganan nya.
"Enak sih enak bang. Tapi porsinya bikin miris nangis," seru Antonius.
Kevin terkekeh geli melihat Antonius. "Kalau mau nambah juga nggak apa-apa kok. Di pesan lagi aja" sahut Kevin.
"Nggak deh bang. Cuma bercanda kok. Ini aja udah kenyang," sahut Antonius cepat.
__ADS_1
"Beneran udah kenyang. Kalau gitu nanti kita jalan-jalan lagi ya. Malam-malam gini tuh jadi tambah seru," ucap Surya.
"Bener banget tuh. Nanti kita keliling kota aja. Lagipula kepala sekolah sudah keluarin ijin, kalau kita bisa nggak sekolah besok. Di anggap hadir," ujar Kevin.
"Yang bener bang?" tanya Antonius.
"Iya. Makanya Abang kan udah nyuruh kamu biar masuk ke OSIS. Tapi ngeyel nggak mau juga," sahut Kevin.
"Enak banget ya, besok nggak sekolah"
"Tapi soal jadi pengurus OSIS itu, nggak deh bang. Serasa belum mampu," ujar Antonius.
"Ya udah lah. Tapi Abang saranin aja. Kita semua kan pengurus OSIS. Cuma kamu yang nggak masuk"
"Iya bang. Nanti di pikirin deh" sahut Antonius.
"Nah, ini dia yang paling kita tunggu," ujar Surya tiba-tiba melihat ke arah pelayan membawa makanan penutup mereka.
"Biar adek kami ini senang" sahut Kevin.
"Iya di makan aja. Kalau mau di habiskan aja," sahut Surya.
"Hehehe makasih bang,"
Antonius pun mulai melahap es krim coklat di depannya. Tanpa dia sadari teman-temannya mem foto Antonius dan langsung membuat status di WhatsApp dan juga Instagram. Bahkan tidak lupa mereka menandai Antonius di foto tersebut. Antonius tertawa lepas seperti anak kecil yang di berikan permen.
Seseorang tiba-tiba mengomentari postingan mereka.
@V.For.Claraa
"Aku melihatmu"
__ADS_1
"Aku kembali melihat mu"
"Senyum manis mu membuatku tersipu"
"Gerak-gerik mu membuatku mleyot"
"Dan semakin kamu tersenyum semakin membuat ku cinta padamu
Tring....tring....
Ponsel Kevin berbunyi tertera nama 'Papa' di layar ponselnya. Kevin langsung sesegera mengangkat telepon dari papanya.
"Halo pa... ada apa?"
"....."
"Apa!? Oke aku akan ke sana sekarang!"
"....."
"Tunggu ya pa!"
Antonius kebingungan melihat wajah Kevin yang perlahan semakin cemas dan pucat.
"Bang Kevin kenapa?" bang Kevin nggak lagi sakit kan?"
"Ayo pergi sekarang!" ajak Kevin
"Mau kemana bang?" tanya Antonius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.