
Sementara itu di tempat lain, sepasang cowok dan cewek sedang berbicara dan bercanda.
"Astrid, tadi pagi di antar siapa?" ujar Kevin pada Astrid.
"Tadi pagi, di antar papa. Antonius juga bareng kami" sahut Astrid.
"Antonius udah dimana ya, padahal katanya tadi cuma bentar?" tanya Kevin.
"Iya Vin, kok lama banget ya datangnya."
Beberapa saat kemudian Antonius datang bersama dengan Bella. Kevin dan juga Astrid langsung menghampiri mereka.
"Antonius, kamu dari mana saja? kok lama? katanya tadi cuma bentar!" seru Astrid.
Bukannya di jawab, Antonius malah diam.
"Kenapa diam? kamu nga mau jawab?" tanya Astrid.
Tapi ternyata Antonius tetap juga diam.
"Bella, tadi kalian darimana?" tanya Astrid kepada Bella karena dia bareng Antonius jalan ke lapangan basket.
"Bella?" tanya Astrid lagi karena Bella hanya diam.
__ADS_1
"Eh, itu kak Astrid. Tadi pas mau ke sini Antonius berantem sama cewek. Bukan berantem adu fisik kak. Tapi cewek tadi marah-marah nga jelas gitu sama Antonius. Oh iya kalau nggak salah namanya Sarah!" sahut Bella.
Antonius memejamkan matanya dan mengusap wajahnya kasar. Kevin bangkit dari tempat duduknya dan mengguncang tubuhnya.
"Antonius?" panggil Kevin.
"Kok dia malah sekolah di sini bang. Kemarin aku pikir dia cuma bercanda soal kepindahannya. Pandangan orang-orang nanti sama Antonius gimana coba. Apalagi nanti dia suka main nyosor. Bikin aku jadi pengen nggak sekolah aja," ujar Antonius.
"Jangan sampe nggak sekolah. Biarin aja dia kayak gitu. Ada kita yang selalu nemenin kamu. Nanti selalu bareng Daniel ya. Siapa tau bang Kevin sama Astrid nggak bisa nemenin kamu" jawab Kevin sambil menenangkan Antonius.
"Iya bang" sahut Antonius.
...****************...
"Antonius"
"Sedang apa?"
"Kenapa kamu nggak bales pesanku?"
"Aku minta maaf soal kejadian yang ada di sekolah ya!"
"Tolong maafin aku Antonius,"
__ADS_1
"Aku itu sayang banget sama kamu, aku nggak mau kamu deket-deket sama cewek lain"
"Kamu online tapi kenapa nggak bales pesanku!
"Tolong bales pesanku ya!"
Tapi hasilnya sama saja. Antonius tetap tidak mau bicara ataupun membalas pesan Sarah.
"Capek banget nih liat dia telpon terus," ujar Antonius sambil menyenderkan kepalanya ke paha ayahnya.
"Ayah sebenarnya juga capek denger telpon terus, tapi ayah liat kamu nggak mau bicara sama dia. Sebelum kamu bales pesannya, anak ayah pasti akan selalu di telpon terus. Mending sekarang di balas saja pesannya. Siapa tau penting kan!" jawab ayah sambil mengusap kepala Antonius.
"Dari tadi handphone kamu juga selalu datang pesan kayaknya!"
"Iya ayah, tapi sekarang udah di matiin. Aduhh... aku sebel banget yah sama Sarah. Masa iya tadi di sekolah marah-marah. Terus dia bilang kalau aku dan dia bakalan pacaran lagi. Antonius kan sudah tidak mau lagi berhubungan sama dia, di hina kayak dulu, selalu di bohongin. Uugghh...!!!"
"Iya sekarang kamu harus bisa bersikap dewasa. Kamu udah bisa bedain mana yang baik sama mana yang buruk. Jadi pesan ayah sama ibu, ya kamu harus milih perempuan yang baik, sopan. Jangan asal milih. Jangan karena dia cantik kamu malah pilih dia," pesan ayah kepada Antonius yang masih mengusap-usap kepala dan juga rambutnya.
"Iya ayah. Terimakasih sudah mau mendengar keluhan ku,"
Antonius memejamkan matanya sambil mencari tempat paling nyaman di paha ayahnya. Dia memang benar-benar sudah seperti anak kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.