Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 26 Black Forest


__ADS_3

Sesampainya Antonius di kelasnya. Langsung di suguhkan dengan temannya yang bernama Daniel.


"Hey bro. Udah datang aja. Nih ada surat dari kakak kelas sama ada kado juga di bungkus. Katanya sih, harus Lo sendiri yang buka. Jadi tugas gue hanya memberikan ini" ucap Daniel kepada Antonius.


Lebay banget Lo Daniel sambar Antonius.


Wah tumben Lo bisa bilang kayak gini. Memang sejak berteman dengan seorang Daniel ya jadinya pasti begini sahut Daniel.


Iyaa ini semua gara-gara Lo jawab Antonius.


Ya udah sekarang duduk aja gih. Masa berdiri terus. Ntar pendarahan tau rasa Lo. Hahaha ucap Daniel sambil tertawa.


Wah sembarangan Lo kalau ngomong Dan. Lo pikir gue ini perempuan apa? sahut Antonius.


"Iya iya maaf".

__ADS_1


Dengan tenang, tanpa tidak melihat sekelilingnya yang ternganga, dan entah sadar atau tidak teman-teman sekelas Antonius terkejut dengan tingkah Antonius. Karena baru kali ini dia banyak bicara dari bahan biasanya, sampai satu kelas bisa jadi benar-benar senyap, Antonius pun menjatuhkan tubuhnya ke bangku.


Namun mendadak ekspresi wajahnya jadi kaku kala begitu dia sadar ada sesuatu yang bertengger manis di atas mejanya. Sebuah kotak kue penuh potongan black forest dengan sebutir ceri merah di atas setiap potongannya. Serpihan-serpihan cokelat menutupi seluruh permukaan kue. Dan ada tulisan kertas di sana.


"Semoga kamu suka ya. Dari Fitri Carlina kelas XII IPA 1". Namun ternyata Antonius tidak terpengaruh oleh kue itu.


Dengan sedikit jengkel Antonius meraih kotak kue, lalu menyodorkannya ke teman-teman cowok kelasnya yang duduk berkerumun tak jauh dari mejanya.


"Kalian pada mau ngak kue ini?


Aku nga bisa makan yang manis-manis. Nanti bisa diabetes kalau terlalu banyak" ucap Antonius.


"Asssiap bro. Jelas mau banget dong!"


Kotak kue itu pun segera berpindah tangan ke segerombolan mulut-mulut rakus yang menyambut dengan sorak kegirangan. Karena sejak tadi mereka hanya bisa memandangi kue itu, tapi cuma bisa ngiler karena Fitri mengancam mereka apabila sempat menyentuh kue itu, karena kue itu memang spesial dibawa untuk Antonius. Dan kue itu pun ludes dalam sekejap.

__ADS_1


"Enak, gila banget!!!" kata Ronni sambil menjilat-jilat tangannya. Makasih ya Antonius. Kalau bukan karena Lo kita nga akan bisa makan kue ini" ucap Ronni.


"Iya benar banget" sahut yang lain.


Gini ya teman-teman. Kalau bisa jika ada yang ngasih kayak gini. Jangan di terima. Antonius jadi kayak merasa bersalah gitu sama mereka. Antonius selama ini selalu terima pemberian mereka. Sedangkan Antonius nga bisa kasih apa-apa sama mereka. Jadi teman-teman Antonius harap kalian bisa bantu Antonius ya! ucap Antonius sambil memohon kepada teman-teman sekelasnya.


"Tapi kami takut sama kakak kelas. Nanti kami malah di labrak lagi sama mereka" ucap salah satu dari mereka.


Tapi Antonius. Ngak papa kok kalau kamu menerima pemberian mereka. Kan mereka yang ngasih, asal jangan Antonius sendiri yang memaksa mereka buat ngasih kado. Tapi kami akan coba kok, kalau masih ada yang mau ngasih kado ucap Bella.


Makasih Bella. Kamu memang bisa di andalkan sahut Antonius kepada Bella.


It's okey bro. Kita semua bakal selalu jaga kamu kok jawab Bella.


Hahaha kalian semua memang yang terbaik.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2