
Hari Senin.
Astrid sedang duduk di lantai bawah, dekat lapangan basket sekolah. Astrid sedang menonton Antonius dan Kevin main basket bersama teman-temannya yang lain. Astrid menghampiri Antonius dan Kevin yang sedang break permainan. Di berikan nya air minum kepada mereka berdua.
"Kalian berdua memang hebat. Vin, kapan pertandingan basket nya?" tanya Astrid.
"Kalau nggak salah, kayaknya dua atau tiga bulan lagi Ast. Kita latihan biar bisa menang nanti," sahut Kevin pada Astrid yang di balas dengan anggukan.
"Bang Kevin, Ast, aku ke kamar mandi dulu," seru Antonius yang meninggalkan Astrid dan Kevin.
Setelah Antonius keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang berteriak memanggil Antonius.
"Antonius!" teriak perempuan tersebut.
"Aduh! itu si Sarah ya?" tanya Antonius pada diri sendiri.
"Aku harus ngapain nih? Tapi dia nyamperin aku, mana banyak orang lagi di sini. Tapi aku pergi aja lah, males banget ngomong sama dia."
"Kalau kamu males nggak usah ketemu dulu sama dia. Dia murid baru kan?" tanya Bella yang tiba-tiba muncul.
"Astaga, kamu muncul dari mana bel?" tanya Antonius yang terkejut.
__ADS_1
Namun tiba-tiba terbersit di pikiran nya untuk membuat sesuatu. "Bella kamu diam dulu, bantu aku," seru Antonius yang tiba-tiba memeluk Bella.
"Eh, Antonius kamu ngapain meluk aku?" tanya Bella yang terkejut kala dia tiba-tiba di peluk Antonius.
"Udah bantu aku dulu. Aku nggak mau ketemu sama cewek yang itu!" sahut Antonius.
Sarah yang melihat Antonius yang memeluk seorang perempuan membuat kepalanya serasa mendidih. Tangannya dia kepal kuat. Langsung saja dia berjalan ke arah mereka dan masih menggunakan tas nya.
Di saat Sarah sudah dekat dengan Antonius dan Bella. Antonius pun berbicara.
"Sayang, aku cape tadi main bola basketnya. Kamu kenapa nggak nonton aku tadi. Apa kamu mau aku di rebut cewek-cewek tadi," ucap Antonius sambil melepaskan pelukannya dan menatap Bella dengan raut wajah yang di buat cemberut.
"Maafkan aku. Tadi itu aku masih belajar di perpustakaan. Jadi nggak bisa nonton kamu latihannya. Maaf ya sa...sayang!" seru Bella yang gelagapan.
"Iya iya. Ya udah jangan cemberut lagi ya. Masa iya kekasih Bella yang ganteng ini cemberut" kata Bella sambil mengelus rambut Antonius yang basah karena keringat tadi.
Sarah yang melihat adegan itu sangat marah.
Padahal dia dulu yang ninggalin Antonius.
"Heh, perempuan ganjen, kamu ngapain meluk-meluk Antonius?" tanya Sarah sambil menarik tangan Bella dengan kasar.
__ADS_1
"Kamu.... mau ngomong apa? Antonius balas bertanya.
"Lho, kan aku udah bilang kemarin kalau kamu harus temani aku nunjukin kelas ku," sahut Sarah.
"Hmm... nggak usah pake kamu-kamu an. Gue nggak mau dengar itu dari mulut Lo. Asal Lo tau gue nggak ada hubungan lagi sama lo. Apa Lo nggak ingat siapa yang dulu ninggalin gue di saat gue lagi butuh dukungan, saat itu adek gue ninggalin kami selamanya, ayah gue sampai sakit dan tertekan waktu itu. Dan di saat gue cuma minta dukungan dari Lo, Lo malah ninggalin gue dan lebih memilih laki-laki yang lebih kaya. Gue sadar gue itu orang miskin, gue itu cuma Upik abu untuk Lo. Tapi asal Lo tau, gue punya harga diri. Dan ingat, kalau sampai Lo gangguin Bella, siap-siap Lo. Gue nggak takut lagi sama lo. Asal Lo tau itu. Dan sekarang lepasin tangan Bella," seru Antonius yang mengeluarkan unek-unek yang selama ini dia tahan dan saat ini dia benar-benar marah. Segera dia pergi bersama Bella.
"Ayo Bella, jangan ladenin dia. Sebisa mungkin kamu jangan dekat-dekat dengan dia" ucap Antonius sambil berjalan dan menarik tangan Bella.
"Hah? liat aja Antonius, kamu bakalan balik lagi sama aku. Tunggu saja," teriak Sarah.
Antonius yang mendengar itu tidak menghiraukannya. Dan tetap berjalan bersama Bella.
Siswa-siswi yang melihat itu jadi membicarakan Sarah.
"Eh, dia murid baru tapi kok berani-beraninya ya bersikap seperti itu"
"Bener banget, dia yang ninggalin Antonius tapi dia yang sekarang memohon-mohon kepada Antonius. Dasar tidak tau diri"
Seperti itulah bisikan-bisikan yang di dengar oleh sarah. Dan dia langsung menatap tajam ke arah siswa yang membicarakan dia. "Kalian nggak usah banyak bicara ya," seru Sarah ketus dan langsung pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.