Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 45 Juara


__ADS_3

Pertandingan basket memasuki babak kedua. Skor sementara masih dipimpin sekolah Methodist. Kevin beberapa kali bertemu memperebutkan bola dengan cowok bisa di bilang kapten tim lawan. Gerakan lincah Kevin membuat lawannya kewalahan dan kehilangan bola. Keahlian Kevin bermain basket dan tubuhnya yang atletis benar-benar tidak bisa di ragukan lagi. Lebih dari itu, teman-teman satu timnya juga hebat. Antonius juga beberapa kali berebut bola dengan tim lawan. Ya walaupun badannya kalah gede dari mereka semua, itu membuat sebuah jalan yang mudah untuk Antonius. Karena dia bisa leluasa untuk bergerak seperti Kevin. Dan babak kedua selesai dan di menangkan oleh tim dari sekolah Methodist. Ya sekolah dari Antonius. Sorak-sorai dari penonton memenuhi lapangan basket saat itu.


Saatnya pembagian piala juara. Saat sekolah Antonius di panggil ke depan, para suporter dari sekolah mereka bertepuk tangan dengan meriah. Hadiahnya berupa satu piala, dan medali untuk yang juara, serta uang tunai sebesar Rp 5.000.000. Dan sekolah yang menang berhak maju ke semi final di tingkat nasional.


Para pemain basket bersalam-salaman.


"Wahh, gila kalian hebat banget bro!" ucap salah satu pemain dari tim lawan.


"Hahaha, kalian juga hebat kok. Lain kali kita tanding bareng ya," sahut Kevin.


"Siap mah kalau gitu. Kita nggak sabar menunggu waktu itu".


Akhirnya setelah semua selesai bersalaman. Mereka memutuskan untuk mengganti pakaian mereka yang basah karena keringat.


"Nanti kita kumpul dulu ya. Sekalian membagi uang ini. Kata pelatih uangnya buat kita," seru Kevin.

__ADS_1


"Kayaknya nanti malam aku nggak bisa deh bang," sahut Antonius membuka bajunya.


"Lah kenapa nggak bisa dek?" tanya Kevin.


"Itu bang, nanti malam mau belanja buat dagangan ibu. Nanti belanjanya berat nggak mungkin ayah yang ngangkat" jawab Antonius.


"Yahh, nanti Abang minta ijin deh sama ibu sama ayah juga. Nggak mungkin cuma kamu yang nggak ikut," sahut Kevin.


Teman-teman Antonius juga memprotes jawaban Antonius. Mereka tidak mengijinkan Antonius tidak ikut.


"Tapi bang..."


"Huhh! ya udah deh bang" sahut Antonius mengalah.


Brak!!! pintu terbuka menampilkan 3 orang perempuan. Antonius dan teman-temannya yang belum selesai berganti pakaian langsung panik bukan main. Astrid terdiam melihat mereka dan langsung berteriak dan segera keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aaa...aaaa...!" teriak Astrid.


"Kakak sih, aku kan udah bilang jangan masuk dulu" sahut Bella.


"Iya benar banget. Duhh malu banget ini," sahut Sarah.


Ya ketiga cewek itu adalah Astrid, Bella, dan juga Sarah. Mereka tadi sepakat untuk menemui anak-anak basket. Mereka sempat berdebat untuk masuk atau tidak. Karena Bella dan Sarah melarang Astrid untuk langsung masuk, karena mereka berpikir pasti cowok-cowok masih berganti pakaian. Namun setelah perdebatan yang panjang, Astrid tetap menang melawan mereka. Dan untungnya Antonius dan teman-temannya masih hanya membuka baju, dan belum membuka celana. Alhasil perut yang kotak-kotak terlihat.


"Gila ya, masa udah tau mau ganti baju, eh malah masuk" ucap salah satu cowok.


"Iya benar banget," sahut yang lain.


"Ya udah. Ganti bajunya di percepat aja dulu. Biar kita keluar. Kata pelatih tadi kita langsung pulang dulu, beliau masih harus bicara sama panitia," seru Kevin.


Antonius hanya diam memperhatikan teman-temannya. Dia masih kepikiran apakah dia harus ikut untuk acara nanti malam.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Jangan lupa tersenyum dan bahagia.


__ADS_2