
Setelah cukup lama aku dan Astrid berdebat. Dan Astrid juga tidak menangis lagi, mama Indah melerai kami berdua.
"Sudah-sudah jangan berdebat lagi. Mama jadi pusing ini. Kalian berdua benar-benar ya bukannya ada yang mengalah, ini malah jadi berebut siapa yang juara" ucap mama Indah sambil bercanda kepada ku dan juga Astrid.
Aku dan Astrid yang mendengar perkataan mama Indah langsung tersenyum dan menjawab "iya ma kita berdua janji nga akan berantem lagi".
"Nah gitu dong. Kalau akur gini kan mama jadi senang lihatnya. Ya udah sekarang kalau tugasnya sudah siap ayo turun ke bawah. Papa mau tunjukkin sesuatu sama Antonius dan juga Astrid. Kalau gitu mama duluan ya. Kue nya di makan saja jangan di biarin terbuka terus. Oke deh mama keluar dulu ya" ucap mama Indah kepada kami berdua sambil berjalan ke arah pintu kamar.
"Antonius ini berapa lagi udah siap apa belum?" tanya Astrid kepada ku.
Ini sudah hampir siap kok Ast, tinggal soal terakhir ini doang yang harus kita kerjakan lagi.
Hehehe kan kamu yang tadi jelasin ini semua sahutku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Kamu mah gitu maunya. Ya udah sekarang kita kerjakan saja, Astrid jadi penasaran apa yang ingin papa kasih tau sama kita. Yuk sini Astrid lanjutin jelasinnya" jawab Astrid kepadaku.
Kami pun langsung mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai. Tidak tinggal kue black forest tadi juga ludes tak tersisa karena memang rasanya sangat enak dan juga manis. Setelah semua tugas sudah kami selesaikan kami pun menuju ruang keluarga.
"Ayo Antonius kita sekarang ke ruang keluarga" ajak Astrid kepada ku.
Saat aku dan Astrid hampir sampai di ruang keluarga aku mendengar suara seseorang menyanyi.
"Astrid! itu suara siapa yang nyanyi?" tanya ku kepada Astrid.
"Ohh itu suara papa yang lagi nyanyi. Biasa hari Minggu kan libur jadi papa sempetin waktu nya buat kita kalo lagi weekend kayak gini" sahut Astrid kepada ku.
Suara papa bagus juga ya. Masih merdu. Itu lagunya enak banget lagi. Judul lagu nya apa ya? ayah kalau di rumah kami juga suka nyanyiin lagu ini" ucap ku sambil mengingat-ingat lagu ini.
Itu judul lagu nya "kemesraan" jawab Astrid kepada ku.
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
__ADS_1
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Bersamamu
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
__ADS_1
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Bersamamu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Bersamamu
(Kemesraan dari Iwan fals feat Rafika Duri)
"Wahh suara papa bagus banget. Masih merdu padahal udah mulai serak-serak. Tapi malah lebih bagus" pujiku mendengar suara nyanyian papa.
Ya udah sekarang kita langsung masuk aja Antonius. Biar kita juga ikut nyanyi bareng sama papa ajak Astrid kepadaku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1